How to Prune a Grape Vine

How to Prune a Grape Vine.

Andrew Teubes-VG Nurseries link pdf download

In this presentation

1. Pruning objectives

a. Controlling the size and structure of the vine
b. Regulate crop size
c. Maintain a balance between vegetative growth and fruiting – maximizing the yield potential while maintaining the health of the plant

2. Grape fruitfulness

a. Fruitfulness depends on
– Grape variety (genetic)
– Foliage management (summer practices)
b. Sunlight penetration into canopy during and after flowering
c. Fruitfulness involves the number of clusters per bud as well as the weight of the clusters per bud as well as the weight of the clusters

[su_custom_gallery source="media: 4054,4055,4056" limit="100" link="lightbox" width="50" height="50" title="never"]

3. Types of pruning

a. Short spurs/bearers (2 buds)
– High fertility cultivars on cordon trellis
– Flame Seedless, Victoria, Dan-ben-Hannah, Alphonse Lavalleé

[su_custom_gallery source="media: 4059,4060,4061,4062,4063,4064,4065,4066" limit="100" link="lightbox" width="50" height="50" title="never"]

– Used for varieties that shows high enough fruitfulness on basal buds
– Vine structure is permanent cordon system
– Shoot positioning normally vertical (VSP) or at angle (Gable, Y-trellis)
– Spacing between spurs of 12-15 cm important ( Sunlight penetration, Space for the clusters)

c. Cane/short canes (5-8 buds) & Canes (10-14 buds)

– Medium fertile cultivars
– Red Globe, Autumn Royal
– Low fertility cultivars
– Thompson Seedless/Kishmish

– Used for varieties with low natural fruitfulness on basal buds (1-3)
– Vine structure consists of permanent trunk with annual renewal canes
– Shoot positioning can be vertical or horizontal
– VERY IMPORTANT: For every one (1) cane that is pruned, one (1) 2 bud spur must also be left below the cane for renewal
– Length of cane depends on the position of highest bud fruitfulness

[su_custom_gallery source="media: 4068,4069,4070,4071,4072,4073,4074,4075" limit="100" link="lightbox" width="50" height="50" title="never"]

For more information please visit our website  here

 

  • Tips & Teknik Grafting Anggur

    Dalam dunia sambung menyambung ada istilah scions ( entres atau batang atas yang dipakai buat sambungan) dan stock atau rootstock ( batang bawah buat nempelin entres).

    Tujuan dilakukanya okulasi adalah:

    1. Memperoleh bibit atau pohon anggur hasil sambungan yang Kita harapkan lebih baik sesuai label varietasnya.
    2. Menjadikan pohon anggur yang lebih vigor dan cepat berproduksi.
    3. Membuat pohon anggur lebih kokoh dan tahan terhadap serangan hama sesuai dengan spesifikasi dan ketahanan rootstock yang digunakan.
    4. Memperbaiki jenis tanaman yang telah tumbuh dengan jenis yang diharapkan.
    5. Menghasilkan pohon anggur dengan berbagai macam jenis varietas bermacam-macam.

    Sebanarnya kalau melihat referensi, batang bawah yang biasa dijadikan rootstock hanya dari varietas tertentu yang spesifikasinya sudah memenuhi standar untuk dijadikan batang bawah dan dari vitis rupertis X riparia atau berlandieri X riparia seperti jenis SO4, Richter, 5BB, 5C, Freedom, Paulsen dll, yang mana sudah diuji karakternya terhadap serangan nematoda, phylloxera dan beradaptasi tinggi terhadap lingkungan setempat.

    Akan tetepi karna jenis diatas sangat sulit didapatkan bahkan mungkin saja belum ada yang punya atau masih disembunyikan :D, maka kita berbondong-bondong mencari solusi penggantinya dan ditemukanlah jenis bandel, kecut, tahan banting, tidak manja, termasuk miss primadona dan rajin berbuah adalah Isabella dari vitis labrusca yang menurut jumhur peng-anggur-an cukup baik digunakan. Ngikut ae lah, heuheuh.

    Back to grafting

    Pada praktek sambung batang anggur ini bisa dilakukan dengan berbagai metode dan variasi. Edisi kali ini akan diambil 2 teknik yang lazim dan tidak begitu sulit dilakukan ” menurut saya” :D

    Sebelumnya persiapkan terlebih dahulu entres dan rootstocknya, untuk entres bisa diambil dari batang muda atau tua tidak masalah dan untuk stock bisa yang sudah berakar (Rootstock), masih cutting/stek atau sudah berupa pohon, yang terpenting usahakan keduanya berdiameter sama atau mendekati.

    Kodenya seperti ini: —>
    Entres batang muda VS Rootstock (Bareroot)
    Entres batang muda VS Pohon (ditempel)
    Entres batang muda VS Cutting Hijau ( Don’t try bisa lembek :D)
    Entres batang tua VS Rootstock
    Entres batang tua VS pohon (ditempel)
    Entres batang tua VS Cutting Tua

    kedua yang harus dipersiapkan adalah pisau tajam/silet/cutter/ golok boleh :D dan tape grafting atau tali plastik buat mengikat. Semua harus bersih dan steril untuk menghindari infeksi bakteri.

    Praktek—>

    1. Model Cleft Graft / V graft
    – Bagian Scions/entres dipotong miring kiri kanan membentuk hurup V
    – Bagian stock dibelah tengah
    – Tempel dan ikat kencang dengan tape grape
    – Done.


    2. Model Whip Graft
    – Bagian sction dipotong miring satu arah
    – Bagian stock dipotong miring satu arah
    – Tempel dan ikat kencang jangan sampai air masuk atau angin :D
    – Done.


    TMA Group

  • Alasan Kenapa Rasa Buah Anggur Kecut

    Pada umumnya kita lebih suka memakan buah anggur dalam keadaan segar apalagi hasil petik sendiri. Namun apa jadinya jika buah anggur yang kita konsumsi rasanya asam bin kecut.

    Memang selain dikonsumsi langsung, buah anggur juga dapat diolah menjadi berbagai produk olahan yang disimpan dalam waktu relatif lama seperti kismis. Tapi itupun jika buahnya banyak melimpah :D

    Jadi mana yang Anda pilih, mengkonsumsinya dalam keadaan segar atau diolah..?

    Setiap jenis/ varietas anggur memiliki beberapa kandungan zat dan bahan berbeda-beda, asam, vitamin c, kandungan ph dll. Tiap jenis memiliki karakteristik dan tingkat kematangan beragam sehingga membuat kandungan zat didalmnya berbeda.

    Banyak Faktor-faktor yang mempengaruhi rasa dan kelezatan buah anggur diantaranya: Varietas, Iklim tempat tumbuh, Pemeliharaan, Tingkat kematangan dan waktu panen.

    Tidak semua jenis anggur memiliki ukuran buah dan rasa manis seperti yang kita harapkan. Banyak juga jenis yang rasanya didominasi kandungan asam seperti jenis anggur “Isabela dan Red master”. Tentunya hal itu dipengaruhi oleh varietasnya dan juga tingkat kematangan ketika dipetik.

    Sebenarnya Isabela & Red master jika tingkat kematanganya sudah maksimal, rasa manis dan asamnya seimbang “segar”. Hanya disayangkan masa pematanganya tidak serempak, kadang pada satu tandan memiliki tingkat kematangan berbeda, sebagian kadang masih hijau, merah dan susah agak kecoklatan.

    Jangan kecewa jika Anda terlanjur menanam varietas kedua anggur diatas, karena dari sisi lain memiliki keunggulan istimewa yaitu mudah adaptasi dan tahan pada berbagai cuaca. Jadi solusi terbaik bisa disambung dengan jenis unggulan ‘table grape’ sesuai selera.

    Begitu juga jenis varietas bagus seperti misalkan Red Globe, Souvenir, Jupiter dan jenis lainya yang sudah banyak beredar di Kita. Meski rasa manisnya dominan, namun kadang hasil penanaman didaerah a & b tingkat kadar asamnya berbeda meski dari varietas sama. Artinya banyak sekali faktor yang mempengaruhi rasa buah anggur yang kita tanam, termasuk cara pemeliharaan dan pemupukan.

    TMAgroup.

  • Catatan & Spesifikasi Anggur Vanessa

    Catatan Tentang Anggur Vanessa

    Vanessa seedless dikembangkan oleh HRIO di Canada pada tahun 1983, adaptasinya cukup baik dan vigorous untuk sekelas jenis anggur seedless lainya. Data hasil percobaan okulasi menggunakan rootstock Teleki 5C di Fredonia, New York, hasilnya menunjukan produksi buah buruk dengan ukuran sangat kecil. Namu untuk kawasan tertentu mungkin direkomendasikan memakai rootstock yang kompetible dalam upaya meningkatkan size buah.

    Deskripsi

    – Originally from Canada.
    – Parentage, Seneca x New York 45910.
    – Good in cooler climates.
    – Winter wood ripening is good – so can be grown both outdoors or under protection (greenhouse, polytunnel or conservatory).
    – Can be trained using either the cane replacement method or spur pruning.
    – Self fertile.
    – Seedless.
    – Pollination Requirements: This Grape is self-fertile.
    – Hardiness: This Grape is hardy to minus 15° F.
    – Bearing Age: 2-3 years after planting.
    – Size at Maturity: 10-12 ft. in width on fence, trellis, arbor or other support.
    – Bloom Time: May
    – Ripening Time: Mid-September-October
    – Fruit deep rose, red, with very spicy, complex, sweet taste, 20 brix
    – Susceptibility to downy mildew low, powdery mildew medium, sprays control outbreaks
    – Early season harvest, right after Somerset, eight weeks of harvest 8/25 – 9/19, good storage
    – Clusters 0.342 lbs., average 16.77 lbs.
    – Vines medium vigor Medium winter hardiness – Excellent with good vine management

    Deskripsi made in INDONESIA

    By: Om Dwikary (Tabulampot Sidabowa)
    – Nama Varietas: Vanessa
    – Country of origin: Canada
    – seedless (tanpa biji) meskipun ada sebagian buah yang masih tersisa biji lunak.
    – Masa Pematangan buah: 100 HDP
    – Ujicoba Penanaman mdpl: 75 mdpl,
    – Bentuk buah: oval
    – Rasa: manis sedikit asam
    – Aroma: Harum manis
    – Tingkat adaptasi: Cukup Baik
    – Perlakuan Teknik pruning: 2 bud
    – untuk pengembangan dan pemantapan, silahkan Om/Tante bisa mencoba menanamnya sendiri.

    Seperti biasa bahwa semua varietas & spesifikasi yang dipublikasikan adalah hasil dokumentasi kawan-kawan sebagai bahan informasi untuk memudahkan pencarian bagi yang membutuhkan.

  • Catatan & Spesifikasi Anggur Red Globe

    Jenis anggur Red Globe memang sudah sangat familiar dan tidak asing ditelinga kita, ketika musim panen anggur tiba, supermarket lokal sudah pasti dibanjiri jenis hasil import. Meski sudah banyak yang sudah merasakan buah anggur red globe, tapi untuk pemerhati/pecinta masih sangat sedikit yang tertarik menanamnya.

    Berikut sekilas informasi tentang red globe, semoga menjadi bahan pertimbangan bagi yang berniat menanamnya.

    – Nama Varietas: Red Globe
    – Country of origin: USA
    – Masa Pematangan buah: 110-120 HSP
    – Ujicoba Penanaman: 600-800 mdpl
    – Bentuk buah: Bulat/Globe
    – Rasa: Manis
    – Diameter Buah: Koin 500
    – Warna: Merah kalau sudah kematangan menjadi agak gelap.
    – Aroma: Biasa Normal
    – Daging Buah: Padat
    – Brix: minimum 15-17.5° brix.
    – Seedless/seeded: Berniji keras.
    – Resistance terhadap jamur/air: Sensitivity terhadap fungi dan powdery mildew, rawan busuk buah.
    – GA3 treatment: Yes, 40 ppm (pase 6-8 mm timing berry) tapi banyak referensi yang tidak merekomendasikanya.
    – Bud break pasca pruning: Early
    – Jenis Rootstock: no (ownroot)
    – Dormex pasca pruning: yes 2 hsp
    – Tingkat adaptasi: Cukup adaptasi dengan baik terutama untuk dataran rendah
    – Teknik pruning: kolaborasi cane + spur (2-10 bud )

    Keterangan diatas adalah hasil pengamatan & pengalaman , jadi pasti ada banyak ketidak sesuaian dengan deskripsi hasil penanaman dinegara lain (iklim subtropika) terutama untuk brix dan size berry. Namun dengan hasil sekarang meski hanya koleksi 2 induk karna 1 mati mendadak hasilnya lumayan memuaskan.

    Semua kembali kepada tratment & pemeliharaan.

    TMAGROUP

Leave a Reply