Optimalisasi Warna Buah Anggur

Ethephon adalah seyawa 2-chloroethyl phosphonic acid yang jika diaplikasikan akan berpengaruh terhadap pematangan buah dan pengaturan warna. Berdasarkan beberapa hasil penelitian ternyata pemberian atau pemakaian Ethephon memang dapat meningkatkan kemasakan yang seragam pada buah anggur dengan catatan keberhasilan dipengaruhi oleh konsentrasi, cara penggunaan,dan varietasnya.

[su_custom_gallery source="media: 4219" limit="100" link="lightbox" width="150" height="150" title="never"]

Konsentrasi yang direkomendasikan hasil penelitian dimaroco pada percobaan beberapa kultivar anggur di dua perkebunan komersial adalah berkisar 100 sampai 960 ppm dengan efek dan hasil berbeda. Seperti aplikasi ketika masa veraison dengan konsentrasi 300 ppm untuk jenis thompson seedless, cardinal dan red flame dan 500 ppm untuk jenis beauty seedless cendrung meningkatkan berat buah, level brix dan pematangan serempak yang cukup signifikan

Efek dari konsentrasi ethephonn terlalu tinggi dapat enyebabkan warna anggur kusam dan kerusakan apikal meristem. Tentunya  juga karna termasuk bahan kimia jadi akan berdampak kurang baik terhadap kesehatan jika kurang bijaksana dalam penggunaanya.

Berikut artikel pdf download dibawah.

Link-1

Link-2

TMAGROUP

  • Alasan Kenapa Rasa Buah Anggur Kecut

    Pada umumnya kita lebih suka memakan buah anggur dalam keadaan segar apalagi hasil petik sendiri. Namun apa jadinya jika buah anggur yang kita konsumsi rasanya asam bin kecut.

    Memang selain dikonsumsi langsung, buah anggur juga dapat diolah menjadi berbagai produk olahan yang disimpan dalam waktu relatif lama seperti kismis. Tapi itupun jika buahnya banyak melimpah :D

    Jadi mana yang Anda pilih, mengkonsumsinya dalam keadaan segar atau diolah..?

    Setiap jenis/ varietas anggur memiliki beberapa kandungan zat dan bahan berbeda-beda, asam, vitamin c, kandungan ph dll. Tiap jenis memiliki karakteristik dan tingkat kematangan beragam sehingga membuat kandungan zat didalmnya berbeda.

    Banyak Faktor-faktor yang mempengaruhi rasa dan kelezatan buah anggur diantaranya: Varietas, Iklim tempat tumbuh, Pemeliharaan, Tingkat kematangan dan waktu panen.

    Tidak semua jenis anggur memiliki ukuran buah dan rasa manis seperti yang kita harapkan. Banyak juga jenis yang rasanya didominasi kandungan asam seperti jenis anggur “Isabela dan Red master”. Tentunya hal itu dipengaruhi oleh varietasnya dan juga tingkat kematangan ketika dipetik.

    Sebenarnya Isabela & Red master jika tingkat kematanganya sudah maksimal, rasa manis dan asamnya seimbang “segar”. Hanya disayangkan masa pematanganya tidak serempak, kadang pada satu tandan memiliki tingkat kematangan berbeda, sebagian kadang masih hijau, merah dan susah agak kecoklatan.

    Jangan kecewa jika Anda terlanjur menanam varietas kedua anggur diatas, karena dari sisi lain memiliki keunggulan istimewa yaitu mudah adaptasi dan tahan pada berbagai cuaca. Jadi solusi terbaik bisa disambung dengan jenis unggulan ‘table grape’ sesuai selera.

    Begitu juga jenis varietas bagus seperti misalkan Red Globe, Souvenir, Jupiter dan jenis lainya yang sudah banyak beredar di Kita. Meski rasa manisnya dominan, namun kadang hasil penanaman didaerah a & b tingkat kadar asamnya berbeda meski dari varietas sama. Artinya banyak sekali faktor yang mempengaruhi rasa buah anggur yang kita tanam, termasuk cara pemeliharaan dan pemupukan.

    TMAgroup.

  • Istilah Dalam Budidaya Anggur

    Istilah PengANGGURan

    Kumpulan istilah ini adalah rangkuman hasil kuis 4 bulan yang lalu. Tambahkan dikolom komentar untuk istilah lainya. Apasaja boleh selagi berhubungan dan familiar dengan anggur, usahakan tidak double.

    1. PengANGGURan : Orang gila anggur / terinfeksi virus anggur, kerjaanya nganggur hanya mikirin anggur. Bahasa kerenya hobbies/pemerhati tanaman anggur.

    2. Cutting/Stek : Potongan batang anggur untuk bahan bibit minimal 3 mata tunas & sudah berwarna coklat dengan diameter pencil.

    3. Node/Bud/Matun : Mata tunas

    4. Bareroot : Bibit cabutan yang telah memiliki perakaran kuat dan siap tanam.

    5. Pruning: Pemangkasan pada batang/ranting anggur untuk pembentukan atau pembuahan.

    6. Seed/Seedling: Menggunakan biji anggur sebagai bahan bibit.

    7. Tendrill/Sulur : Cabang pembelit
    Berfungsi untuk melilit objek sekitar rambatan.

    8. SPAP : Stess Air, Pemupukan, Jenuh Air, Pruning (teknik untuk merangsang pembuahan)atau proses rekayasa dormancy seperti yg terjadi dinegara subtropika dengan harapan ranting matang dan setelah dipangkas berbuah sempurna.

    9. Budbreak : Pecah tunas/tunus mulai mekar

    10. Callusting : Teknik menumbuhkan akar terlebih dahulu dari stek atau tahapan awal sebelum keluar akar.

    11. FC : Fresh Cangkok : bibit yg berasal dari cangkok yang baru saja diturunkan dari batang induk

    12. Ajir : Tiang rambatan anggur secara vertikal

    13. Para-para: Tempat rambatan anggur secara horizontal dari bahan kawat.

    14. Rootstock : Batang bawah untuk grafting atau okulasi

    15. Entress/scion : Batang atas untuk digrafting pada rootstock

    16. Grafting : Teknik perbanyakan bibit dengan cara menyambung 2 jenis varietas

    17. Cane pruning adalah pemangkasan dicabang ketiga/tersier dengan menyisakan 8-12 mata tunas yang secara praktek sama dengan metode spur.

    18. Spur Prunning adalah timing backto 2 bud ( pemangkasan cabang ketiga/tersier dengan menyisakan 2 mata tunas yang kedua mata tunas tersebut akan selalu diremajakan disetiap pemangkasan)

    19. Table Grape : Varietas anggur yang buahnya siap dikonsumsi langsung.

    20. anggur wine : Varietas anggur sebagi bahan wine/minuman.

    21. Grafting tool: peralatan grafting/okulasi

    22. Mini grafting: grafting dengan menyambungkan entress berupa potongan beberapa bud diatas root stock batang bawah.

    23. Parafilm: bahan sambung grafting berbahan semiplastik lilin.

    24. Gradasi: tingkat perubahan warna yang terjadi selama proses pematangan buah anggur.

    25. Trunk
    Trunk adalah bagian batang anggur yang pertama kali tumbuh atau biasa disebut dengan batang utama pohon anggur.

    26. Cordon
    Cordon atau biasa disebut dengan batang sekunder berjumlah dua batang dengan arah yang berlawanan, kiri dan kanan.

    27. Head
    Head adalah sebuatan untuk bagian atas trunk yang merupakan bagian transisi sebelum terbentuknya cordon, spurs atau cane.

    28. Shoots (Tunas muda)
    adalah calon batang yang masih hijau dan belum matang. Tumbuh dari bud/mata tunas yang ada pada batang berumur 1 tahun atau berwarna kecoklatan.

    29. Cabang Sekunder
    adalah cabang kedua yang tumbuh dari mata tunas yang ada dibagian trunk/batang utama. Disetiap pohon idealnya terdapat 2-7 cabang sekunder sesuai system yang digunakan

    30. Fruit cane (Ranting buah)
    adalah istilah cluster pembawa buah setelah dilakukan pemangkasan sebelumnya.

    31. Arm
    adalah penghubung antara batang’trunk’dan sekunder

    32. Ripening
    Adalah Proses pematangan buah

    33. Pariderm Browning
    Adalah Proses perubahan ranting menjadi berwarna kecoklatan

    34. Dormant / Rest
    Adalah masa terhentinya pertumbuhan aktif karena factor lingkungan, yang di tandai dengan daun yang berguguran

    35. Training System
    “Training systems” dalam budidaya tanaman anggur adalah sistem pemeliharaan pohon anggur dari mulai penanaman, pemangkasan sampai ke tahap pembuahan yang bertujuan untuk mendapatkan bentuk pohon yang sesuai kapasitasnya & untuk mempermudah dalam melakukan pemangkasan

    37. Anggur hybrid
    Hybrid dihasilkan oleh cross polination atau penyerbukan silang dari dua jenis yang berbeda. Hasil dari penyerbukan silang ini adalah mendapatkan bibit yang mewarisi keunggulan kedua indukan/tetuanya. Hasilnya adalah bibit yg stabil secara produksi, lebih bagus, lebih besar, lebih banyak, lebih produktif dan lebih manis tentunya. Namun sayangnya anggur-anggur jenis hybrid ini umumnya akan gagal menurunkan sifat stabil itu kepada anakannya yang bersumber dari biji.

    38. Repoting / Grounding
    Penanaman anggur langsung ditanah setelah kondisi bibit siap ditanam

    39. Vigour: Pertumbuhan cepat

    40. Internode: Jarak antar mata tunas atau shoot

    42. Full sun: Terkena sinar matahari dari pagi hingga sore

    43. Full rain: Bebas terkena air hujan langsung

    44. Trellis: Terali/tempat rambat

    45. Sucker : Biasa juga disebut dengan Tunas Air, yaitu tunas muda yang muncul pada bagian batang tua, seperti pada bagian trunk ataupun head.

    46. BLT= bantuan langsung tancap

    47. LGT: Lets Grow Together

    48. HST: Hari setelah tanam

    49. HSP: Hari setelah prunning

    50. Girdling adalah proses menguliti kulit pohon atau cabang yang akan diinduksi pembungaanya selebar 2.5mm tergantung diameter pohonya.

    ——————
    TMA GROUP

  • 10 Jenis Anggur Hitam Lengkap Deskripsinya

    Tidak kalah dengan warna buah anggur lainya, buah anggur warna hitam sangat digemari konsumen maupun kolektor, dari segi rasa dan penampilan sangat menggoda.

    Jenis anggur berwarna hitam yang sudah banyak dikoleksi kawan2 yang pertumbuhanya cukup adaptasi baik dan mudah dibuahkan seperti akademik, souvenir dkk, Read. Ada juga yang menurut testimoni memerlukan perawatan extra seperti autumn royal. Tentunya banyak faktor pendukung supaya tanaman anggur kita lebih berkwalitas.

    Berikut 10 Jenis Anggur Hitam Lengkap Deskripsinya

    Rhombic

    Athos

    Lorano

    Autumn Royal

    Autumn Black

    Swallow

    Dominic

    Kodryanka

    Monaco

    Charade

    Ini deskripsi asli di Ukraina, adapun deskripsi hasil penanaman di Indonesia belum ada testimoni dari ke 10 jenis diatas kecuali autumn royal dan autumn black yang memang memerlukan perhatian extra untuk lebih giat lagi dalam membuahkanya seoptimal mungkin.

    Lihat videonya via YOUTUBE

    TMA

  • How to Prune a Grape Vine

    How to Prune a Grape Vine.

    Andrew Teubes-VG Nurseries link pdf download

    In this presentation

    1. Pruning objectives

    a. Controlling the size and structure of the vine
    b. Regulate crop size
    c. Maintain a balance between vegetative growth and fruiting – maximizing the yield potential while maintaining the health of the plant

    2. Grape fruitfulness

    a. Fruitfulness depends on
    – Grape variety (genetic)
    – Foliage management (summer practices)
    b. Sunlight penetration into canopy during and after flowering
    c. Fruitfulness involves the number of clusters per bud as well as the weight of the clusters per bud as well as the weight of the clusters

    3. Types of pruning

    a. Short spurs/bearers (2 buds)
    – High fertility cultivars on cordon trellis
    – Flame Seedless, Victoria, Dan-ben-Hannah, Alphonse Lavalleé

    – Used for varieties that shows high enough fruitfulness on basal buds
    – Vine structure is permanent cordon system
    – Shoot positioning normally vertical (VSP) or at angle (Gable, Y-trellis)
    – Spacing between spurs of 12-15 cm important ( Sunlight penetration, Space for the clusters)

    c. Cane/short canes (5-8 buds) & Canes (10-14 buds)

    – Medium fertile cultivars
    – Red Globe, Autumn Royal
    – Low fertility cultivars
    – Thompson Seedless/Kishmish

    – Used for varieties with low natural fruitfulness on basal buds (1-3)
    – Vine structure consists of permanent trunk with annual renewal canes
    – Shoot positioning can be vertical or horizontal
    – VERY IMPORTANT: For every one (1) cane that is pruned, one (1) 2 bud spur must also be left below the cane for renewal
    – Length of cane depends on the position of highest bud fruitfulness

    For more information please visit our website  here

     

Leave a Reply