Tips Mencangkok Anggur Tanpa Kerat.

Tips Mencangkok Anggur (Alami) Tanpa Kerat.

[su_custom_gallery source="media: 3900,3901" limit="100" link="lightbox" width="60" height="60" title="never"]

Diantara teknik perbanyak bibit anggur secara vegetatif yaitu dengan cara dicangkok. Jika dalam tanaman lain dengan menggunakan teknik ini diharapkan cepat berbuah, tapi untuk anggur saya pribadi tidak yakin akan secepat itu karna tetap melalui step pembentukan (bahan diskusi).

Baca juga tips pembibitan anggur dari cutting disini

Untung & rugi:

1. Sifat cangkok anggur yang dihasilkan akan sama dengan induknya meski belum berbuah atau mencangkok dari batang air, tidak lazim memang karna baisanya mencangkok dilakukan pada tanaman yang sudah berbuah.
2. Teknik mencangkok anggur lebih praktis dibanding teknik stek dan okulasi. Faktanya bisa dilihat sendiri bahwa akar anggur meskipun hanya terkena media air atau keadaan area setempat lembab akan mudah mengeluarkan akar.
3. Jika pohon induk terlalu banyak dicangkok biasanya akan sulit dibuahkan karna cabang yang berpotensi produktif pembawa bunga habis (cangkok tingkat extrim), curhatan Om Kresno Dewanto :D

Tips:

1. Siapkan media cangkok (cocopeat/tanah/dll)
2. Siapkan wadah plastik, gelas plastik, polybag atau apa saja yang bisa menampung media cangkok.
3. Setelah media cangkok siap, Bungkuskan/tempelkan pada bagian cabang yang hendak dicangkok. (entah hasil kerat, sudah keluar akar, atau bahkan tanpa kerat semua memungkinkan berhasil)

-> selesai, hanya dengan 3 step diatas om/tant sudah memiliki bibit hasil cangkok sendiri.
-> Hasil dari 5 percobaan mencangkok tanpa kerat 100% berhasil (Oleh Om Mustafa Akafi)
-> Nanti ada tambahan dari ahli cangkok dikolom komentar.

Selamat mencangkok ria

TMAGRoup.

  • Cara Pangkas Anggur (FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING)

    FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING

    Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

    Mumpung lagi LGT6, berikut beberapa tips dari NRC India. Mari kita belajar sama-sama, mohon koreksi dan reviewnya, sehingga bisa ditambahkan info2 lainnya).

    FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING (APRIL PRUNING)

    Back pruning atau disebut juga sebagai Foundation Pruning adalah pruning dasar untuk persiapan pembuahan berikutnya yang dilakukan dengan cara menyiapkan cane yang subur dan juga menyiapkan pasokan nutrisinya.

    Sekitar 80% potensi produksi berikutnya dipengaruhi fase ini. Sehingga, perawatan perlu dilakukan pada tahapan berikut:

    1. Pre-pruning
    2. Pruning dan pertumbuhan tunas

    a. Pengembangan arsitektur canopy
    b. Fruit bud differentiation

    3. Penuaan/pematangan Cane (cane maturity)

    a. Fruit bud development
    b. Penyimpanan nutrisi

    I. PRE-PRUNING

    a. Masa istirahat sekitar 25-30 hari diperlukan anggur untuk recovery dari panen sebelumnya.

    b. Pemupukan segera untuk perkembangan akar setelah panen, sekitar 10% dari total pemupukan setahun.

    c. Penyiraman dilanjutkan sampai pruning sekitar 4000 l/acre/hari (rata-rata penguapan sekitar 7.14 mm). Kira-kira sekitar 9880 l/ha/hari (0.988 l/m2/hari atau 1 l/m2/hari).

    d. Pemberian pupuk kandang 10 ton + single super fosfat 500 kg tiap acre, 10 hari sebelum pruning (sekitar 25 ton pupuk kandang + 1235 kg SSP per hektar, atau 2.5 kg pupuk kandang + SSP 125 gr per m2).

    II. PRUNING DAN PERTUMBUHAN TUNAS

    1) PRUNING

    a. Pruning anggur dengan hanya menyisakan 1-2 bud per cane

    b. Batang/cabang kayu yang mati dibuang. Renovasi cordon jika diperlukan.

    c. Taruh hasil pruning di pit yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai kompos. Musnahkan yang terinfeksi dengan cara dibakar.

    d. Aplikasikan Hidrogen Sianamida (dormex) 1.5% (1 mL/33 mL atau 3 mL/100 mL atau 30 ml/L untuk kandungan Dormex 50%) untuk anggur dari grafting dan 1% (1 mL/50 mL atau 2mL/100 mL atau 20 ml/L) untuk anggur ownroot. Beri pewarna sebagai indicator.

    e. Semprot Bordeaux mixture 1% (Copper Sulphate 1 kg + kapur (lime) 0.6 – 0.8 kg per 100 L air) dalam waktu 48 jam setelah pruning (Copper Sulphate 10 gr + lime 6 – 8 gr per 1 L air).

    f. Pemberian Urea 80 kg + Magnesium Sulphat (MgSO4) 8 kg per acre setelah pruning (sekitar 200 kg urea + 20 kg MgSO4 per hektar atau sekitar 20 gr urea + 2 gr MgSO4 per m2)

    g. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

    2) BUD SPROUTING

    a. Bud mulai sprout dalam waktu 8 hari (ownroot) atau 15 hari (grafted) setelah pruning (Note : waktu yang dibutuhkan untuk sprout dipengaruhi beberapa hal misalnya stress akibat panen sebelumnya, masa istirahat, kondisi tanah (pengairan, kelembaban, kadar garam) dll)

    b. Serangan kutu Flea umumnya terjadi pada periode ini akibat iklim yang panas. Semprot dengan Carbaryl @ 2g/l atau Imidacloprid @ 0.4 ml/l atau Lambda Cyalothrin @ 0.5 ml/l). (Note : bisa menggunakan produk Sevin 85SP, Demolish 18EC,atau Avidor 25WP).
    Contoh kutu Flea

    3) TAHAPAN 5 DAUN (7 hari setelah sprout)

    a. Setelah sprout, tunas tumbuh sangat cepat dan bias tumbuh 5 daun dalam 7 hari.

    b. Semprot CCC @ 500 ppm untuk mengontrol vigour.

    c. Penjarangan tunas dilakukan dengan menyisakan 1 tunas per 1.5 – 2 Sq.ft yang merata di cordon (1 tunas per 1.7 – 2.2 m2).

    4) TAHAPAN 9 DAUN (10-12 hari setelah sprout).

    a. Potes pucuk hingga menyisakan 7 mata tunas untuk menginisiasi sub cane.

    b. Pemupukan dengan DAP (18:46:0) @180 kg/acre (sekitar 444 kg/ha atau 44 gr/m2)

    c. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

    Teknik SUB CANE adalah metode “Stop & Go” pengembangan tunas yang menjamin perkembangan fruitful bud/mata tunas buah dengan pengalihan sementara nutrisi ke mata tunas yang diinginkan.

    5) PERTUMBUHAN SUB CANE (30-50 setelah sprout)

    a. Pada tahapan 7+5 daun SUB CANE, atau 12 daun straight cane, semprot dengan CCC @ 500-750 ppm untuk mengontrol pertumbuhan lebih lanjut.

    b. Pemupukan dengan Sulphate of Potash/Potasium sulphate/ZK @ 87 kg/acre (21.5 gr/m2) pada 30-35 hari setelah sprout dan MgSO4 8 kg/acre (sekitar 2 gr/m2) 8-10 hari setelah pemupukan ZK

    c. Pada tahapan ini, differensiasi terjadi pada bud untuk membentuk “inflorescence primordia”.

    d. Semprot 6-BA @ 10 ppm pada hari ke 40 dan 50 dan Uracil @ 50 ppm pada hari ke 45.

    e. Penyiraman 2650 liter/acre/hari (sekitar 6543 L/ha/hari atau 0.65 l/m2/hari) untuk lahan dengan penguapan rata-rata 4.72 mm.

    f. Pertumbuhan tunas dicontrol pada tahapan 7+5+3 daun atau 15 daun dengan memotes tunas apical (pucuk). Pertumbuhan tunas ditahan dengan potes pucuk dan semprot CCC @ 500 -1000 ppm sesuai dengan kondisi tunas dan cuaca.

    III. PENUAAN/PEMATANGAN CANE/CANE MATURITY

    1) FRUIT BUD DEVELOPMENT (51-80 hari setelah sprout)

    a. Setelah pembentukan “inflorescence primordia”, perkembangannya selanjutnya terjadi di dalam “dormant bud”.

    b. Pemupukan ZK @87 kg/acre 60 hari setelah sprout untuk perkembangan bunch dan MgSO4 12 kg/acre pada hari ke 80 (ZK @ 215 kg/ha dan MgSO4 @ 30 kg/ha atau ZK @ 22 gr/m2 dan MgSO4 @3 gr/m2).

    c. Penyiraman @ 1820 L/acre/day (@4493 L/ha/hari atau 0.45 L/m2/hari) untuk penguapan rata-rata 3.25 mm. Bila curah hujan melebihi 4-5 mm/hari, penyiraman tidak diperlukan.

    2) PENYIMPANAN NUTRISI ANGGUR (81-110 hari setelah sprout)

    a. Tidak boleh ada tunas muda muncul dan jaga daun agar kondisinya sehat.

    b. Penyiraman @ 1380 L/acre/hari (@ 3407 L/ha/hari atau 0.34 L/m2/hari) selama tidak ada hujan.

    c. Sebagai bagian dari IPM (Integrated Pest Management) untuk kutu Mealy Bug (kutu putih), lakukan tindakan sbb selama periode ini:

    1. Singkirkan populasinya dengan menguas tanaman dengan Dichlorvos 2 ml/l + Neem oil 5 ml/l + Fish oil 2 ml/l.

    2. Buang kulit kayu dan pasang “gum banding” to menghindari semut dan rayap.

    3. Beri insektisida sekitar pohon dengan diameter 3” – 4” menggunakan Malathion atau Chlorpyriphos @25 kg/ha (2.5 gr/m2)

    4. Semprot dengan fungisida sulfur @ 2 gr/l air untuk mengontrol Powdery Mildew selama penuaan cane.

    5. Semprot dengan Carbendazim @ 1 gr/l air untuk mengontrol Anthracnose dan juga buang tunas-tunas baru.

    Note:

    Irigasi/penyiraman pada masing-masing tahapan tergantung kondisi tanah dan cuaca/iklim setempat.

    Note:

    – Pemupukan tergantung kondisi tanah setempat.

    – Terjemahan bebas dari “Some Tips On Cultural Practices After April Pruning” by ICAR National Research Centre For Grape

    – India (dan beberapa penjelasan tambahan)

    – Info tentang kandungan pestisida/fungisida yang beredar di Indonesia, bisa dilihat disini 

    Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

    Link Posting via Group Facebook

    TMAGroup.

  • Catatan & Spesifikasi Anggur Vanessa

    Catatan Tentang Anggur Vanessa

    Vanessa seedless dikembangkan oleh HRIO di Canada pada tahun 1983, adaptasinya cukup baik dan vigorous untuk sekelas jenis anggur seedless lainya. Data hasil percobaan okulasi menggunakan rootstock Teleki 5C di Fredonia, New York, hasilnya menunjukan produksi buah buruk dengan ukuran sangat kecil. Namu untuk kawasan tertentu mungkin direkomendasikan memakai rootstock yang kompetible dalam upaya meningkatkan size buah.

    Deskripsi

    – Originally from Canada.
    – Parentage, Seneca x New York 45910.
    – Good in cooler climates.
    – Winter wood ripening is good – so can be grown both outdoors or under protection (greenhouse, polytunnel or conservatory).
    – Can be trained using either the cane replacement method or spur pruning.
    – Self fertile.
    – Seedless.
    – Pollination Requirements: This Grape is self-fertile.
    – Hardiness: This Grape is hardy to minus 15° F.
    – Bearing Age: 2-3 years after planting.
    – Size at Maturity: 10-12 ft. in width on fence, trellis, arbor or other support.
    – Bloom Time: May
    – Ripening Time: Mid-September-October
    – Fruit deep rose, red, with very spicy, complex, sweet taste, 20 brix
    – Susceptibility to downy mildew low, powdery mildew medium, sprays control outbreaks
    – Early season harvest, right after Somerset, eight weeks of harvest 8/25 – 9/19, good storage
    – Clusters 0.342 lbs., average 16.77 lbs.
    – Vines medium vigor Medium winter hardiness – Excellent with good vine management

    Deskripsi made in INDONESIA

    By: Om Dwikary (Tabulampot Sidabowa)
    – Nama Varietas: Vanessa
    – Country of origin: Canada
    – seedless (tanpa biji) meskipun ada sebagian buah yang masih tersisa biji lunak.
    – Masa Pematangan buah: 100 HDP
    – Ujicoba Penanaman mdpl: 75 mdpl,
    – Bentuk buah: oval
    – Rasa: manis sedikit asam
    – Aroma: Harum manis
    – Tingkat adaptasi: Cukup Baik
    – Perlakuan Teknik pruning: 2 bud
    – untuk pengembangan dan pemantapan, silahkan Om/Tante bisa mencoba menanamnya sendiri.

    Seperti biasa bahwa semua varietas & spesifikasi yang dipublikasikan adalah hasil dokumentasi kawan-kawan sebagai bahan informasi untuk memudahkan pencarian bagi yang membutuhkan.

  • Manfaat Giberrelin GA3 Untuk Anggur.

    Aplikasi Giberrelin GA3 Pada Anggur.

    klik gambar untuk zoom

    Asam Gibberellic (GA3) adalah senyawa alami/hormon tanaman yang disebut gib-berellins. Ada 2 respont pasca aplikasi GA3 pada cluster yaitu:

    Respon Positif:
    a. Biasanya anggur kategory seedless (tanpa biji) memiliki ukuran diameter standar secara alami, namun setelah aplikasi gibrelin sering kali secara dramatis meningkatkan size berry. kenapa ? presumably because they partially substitute for the natural production of gibberellins from seeds.

    b. Aplikasi GA3 pertama pada waktu midbloom/timing bloom tidak hanya bisa meningkatkan ukuran berry namun pada beberapa varietas tertentu bisa mengurangi jumlah butiran buah per/cluster. Waktu optimum untuk aplikasi dalam upaya meningkatkan ukuran buah sering dilakukan pada timing berry berdiameter 4 sampai 12 mm, dengan 1 atau 2 kali semprot/celup.

    c. Aplikasi percobaan GA3 untuk varietas tanpa biji yang sebelumnya belum pernah dilakukan treatment GA3 dengan konsentrasi 40-50 ppm hasilnya cukup efektif, namun kadang hanya 25 ppm yang harus digunakan pada jenis tertentu seperti ‘venesa dan hanya 5 ppm yang dianggap optimal untuk beberapa varietas lainya.

    Respon Negatif:
    a. Aplikasi GA3 juga memiliki efek negatif pada buah anggur, pengaruh terhadap rasa buah, penuruan ketahanan pada musim dingin dan penurunan tingkat kesuburan. Jadi gunakanlah dengan bijaksana dan sesuai aturan.

    b. Regulator pertumbuhan tanaman (PGRs), seperti GA3, diklasifikasikan sebagai pestisida dan mungkin disebagian wilayah tertentu penggunaanya tidak direkomendasikan untuk anggur atau untuk kultivar tertentu.

    c. Memiliki efek pada homeostasis redoks, yang berpotensi menyebabkan kerusakan sel (we found that GA3 application had an effect on redox homeostasis, which could potentially cause cell damage and subsequent seed abortion.)

    Pertanyaanya adalah Kenapa cluster/tandan buah yang terlalu bergerombol sering kali bermasalah dan membuat buah tidak optimal..?

    Karna pada beberapa varietas anggur, ketika set buah yang berlebihan dapat menyebabkan terlalu berdesakan yang berdampak pada buah rentan membusuk dan size tidak serempak. Dengan demikian, kita sering melakukan penjarangan jumlah buah dalam 1 tandan, terutama pada categori table grape. Maka dari itu, penjarangan buah dan aplikasi asam giberelat (GA3), dapat menjadi solusi terbaik untuk mengatasi hal diatas.

    Aplikasi & Dosis:

    Jumlah GA3 yang dibutuhkan untuk optimalisasi size berry tergantung pada varietas dan beberapa faktor lainnya, namun 10 sampai 60 g /H adalah termasuk tingkat dosis pada umumnya. GA3 juga dapat diterapkan 1x atau beberapa kali pada varietas tertentu.

    Waktu aplikasi sangat penting dan juga bervariasi , bagi banyak varietas, aplikasi pertama dilakukan pada awal ketika kondisi bunga mekar (Timing bloom) 50%-90%,  selanjutnya pada timing  size berry, atau ketika diameter buah mencapai sekitar 3-5 mm,6-7mm,4-5mm,8-10mm dan 12-15mm. Telat Aplikasi akan berdampak pada waktu pematangan buah terlambat dan bisa menghambat terhadap penyempurnaan set warna buah.

    Pada Anggur seeded(Berbiji) umumnya aplikasi dengan GA3 sekitar tiga minggu sebelum mekar dengan larutan yang mengandung 1 sampai 10 mg/L, hanya hasilnya akan kurang responsif terhadap perlakuan GA3 dibandingkan varietas seedless. Maka dari itu, penggunaan GA3 terhadap jenis anggur berbiji dengan tujuan untuk meningkatkan ukuran/size buah tidak terlalu banyak dilakukan.

    Adapun untuk anggur seedless (Tanpa biji) pada umumnya berlaku antara 0,5 sampai 20 g / hektar dan jenis seedless lebih toleran terhadap GA3 daripada anggur seeded.

    Berikut table hasil percobaan terhadap anggur jenis  Berbiji jenis Khoyo-Red Globe-Thomson Seedless

    Karna artikel ini hasil terjemahan sealakadarnya dari beberapa sumber, jadi jika ada kesalahan terjemah yang kurang sesuai atau informasi yang terlampir kurang tepat dan tidak sama dengan referensi yang om/tante temukan diartikel berbeda, mohon dikoreksi dan diluruskan.

    NEXT Article:
    -> PGR for improving grape berry color
    -> Forchlorfenuron (CPPU), a synthetic cytokinin

    TMAGROUP

  • Catatan & Spesifikasi Anggur Viking

    Anggur Jenis viking hasil persilangan Vostorg Krasnyj x Kodrianka. Dengan bentuk buah menarik, rasa manis dan cripsy, viking diantara jenis anggur yang wajib dimiliki setiap pengANGURAan :D.

    Deskripsi:

    – Nama Varietas: VIKING/ВИКИНГ
    – Country of origin: Ukraina
    – Hasil Persilangan: Vostorg Krasnyj x Kodrianka
    – Masa Pematangan buah: Early (100-11O days)
    – Bentuk buah: oval
    – Rasa: manis
    – Diameter Buah: (22 x 34 mm)
    – Warna: Hitam
    – Aroma: Harmonious
    – Kulit Buah: Tipis dengan daging padat
    – Berat Tandan: 500-700 g, up to 1 kg
    – Berat Butiran: 8-13 g
    – seeded: Berbiji
    – Resistance: mildew 3.5-4 points, to oidium – 3 points.
    – Frost resistance: -21 ° C;
    – Pollination Requirements: This Grape is (bisexual)
    – Jenis Rootstock:No
    – Dormex pasca pruning: no
    – Tingkat adaptasi: Baik
    – Teknik pruning: cane and spur

    Deskripsi diatas adalah hasil terjemahan dari situs саженец, jika ada kekeliruan ataupun yang perlu  ditambahkan silahkan masukan dikolom komentar.

Leave a Reply