Budidaya Mangga Di Bali: Penanaman, Pemeliharaan, Induksi Bunga

Produksi mangga pada saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar, khususnya pasar luar negeri. Ketidakmampuan ini bukan hanya disebabkan produktivitas rendah tetapi juga kualitasnya masih kurang. Kondisi ini disebabkan oleh penerapan teknologi budidaya yang belum optimal. Tanaman mangga tumbuh baik pada ketinggian 50-300 m dpl pada lapisan tanah tebal dan struktur tanah remah dan berbutir-butir.

Varietas yang bernilai jual tinggi antara lain Gadung 21 atau Arumanis 143. Varietas lainnya adalah Manalagi 69, Lalijiwo, Chokanan dan Golek 31. Tanaman mangga banyak tumbuh di setiap kabupaten di Indonesia termasuk di Bali, dan pada umumnya ditanam di ladang atau pekarangan. Populasi terbanyak ada di kabupaten Buleleng. Jenis lokal sekarang yang sedang dikembangkan adalah Amplesari (sekarang mangga legong).

Penanaman Tanaman Mangga

Penanaman dilakukan pada awal musim hujan. Sebelum bibit ditanam kantong plastik dilepas. Kedalaman tanam kira-kira 15-20 cm diatas leher akar dan tanah disekitar tanaman ditekan ke arah tanaman agar tidak roboh. Tanaman diberi naungan dengan posisi miring ke barat dan selanjutnya dikurangi sedikit demi sedikit.

Pemupukan Mangga

Pupuk Kandang (PK) diberikan 1 kali pada awal musim hujan. Caranya dibenamkan disekitar pohon selebar tajuk tanaman atau menggali lubang pada sisi tanaman. Mangga umur 1 – 5 tahun diberi 30 kg PK, umur 6 – 15 tahun diberi 60 kg PK. Akan lebih optimal jika ditambahkan SUPERNASA atau jika pupuk kandang sulit, dapat digunakan SUPERNASA dengan dosis 0,5 sendok makan/ 5lt air per tanaman atau 1 botol SUPERNASA encerkan dalam 2 lt (2000 ml) air jadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 lt air diberi 20 ml larutan induk tadi untuk menyiram per pohon.

Pemberian SUPERNASA selanjutnya dapat diberikan setiap 3 – 4 bulan sekali. Pemberian Pupuk NPK 2 kali setahun di awal (Nopember – Desember), akhir musim hujan (April – Mei) dosis sbb:

Baca juga: Cara Budidaya Tanaman Durian

Induksi Bunga Mangga

Untuk merangsang pembungaan digunakan Pupuk 0rganik padat SUPER NASA dengan dosis 1-2 sendok/pohon dicampur 10 liter air disiramkan secara merata di bawah kanopi pohon setelah pupus kedua ( Februari-Maret) dan disemprot POC NASA (3-4 ttp/tangki) + HORMONIK (1 ttp) per tangki.

Pengelolaan Bunga Dan Buah

Pengelolaan bunga dan buah dilakukan 4 kali, pada saat bud break, bud elongation, mango size (kacang hijau) dan marble size (jagung).

Pupuk yang digunakan :

  • Monokalsium Phospat ( MKP ) diberikan sebelum muncul tunas baru atau bud break dan pada saat bud break atau bud elongation (dosis 2,5 gr/liter)
  • POC NASA diberikan saat bud break, bud elongation, (dosis 4-5 tutup/tangki).
  • POC NASA (3-4 ttp) + HORMONIK (1 ttp) per tangki diberikan pada saat mango size dan marble size.

Hama Dan Penyakit Tanaman Mangga

1. Tip Borer: Clumetia transversa. Ulat ini menggerek pucuk yang masih muda (flush) dan malai bunga dengan mengebor/menggerek tunas atau malai menuju ke bawah. Pengendalian; cabang tunas terinfeksi dipotong lalu dibakar, pendangiran untuk mematikan pupa, penyemprotan dengan PESTONA.

2. Thrips ( Scirtothrips dorsalis ). Hama ini sering disebut thrips bergaris merah karena pada segment perut yang pertama terdapat suatu garis merah. Hama ini selain menyerang daun muda juga bunga dengan menusuk dan menghisap cairan dari epidermis daun dan buah. Pengendalian : Tunas muda terserang dipotong lalu dibakar, tangkap dengan perangkap warna kuning, pemangkasan teratur, penyemprotan dengan BVR atau PESTONA

3. Ulat Phylotroctis sp. Warna sedikit coklat (beda dengan Clumetia sp. yang warnanya hijau) sering menggerek pangkal calon malai bunga. Hama ini menggerek buah pada bagian ujung atau tengah dan umumnya meninggalkan bekas kotoran dan sering menyebabkan buah pecah. Pengendalian : pembungkusan buah, kumpulkan buah terserang lalu dibakar, semprot dengan PESTONA.

4. Wereng mangga ( Idiocerus sp. Serangan terjadi saat malai bunga stadia bud elongation. Nimfa dan wereng dewasa menyerang secara bersamaan dengan menghisap cairan pada bunga, sehingga kering, penyerbukan dan pembentukan buah terganggu kemudian mati. Pengendalian : pengasapan, penyemprotan BVR/PESTONA sebelum bunga mekar/pada sore hari.

5. Lalat Buah ( Bractocera dorsalis ). Buah yang terserang mula-mula tampak titik hitam, di sekitar titik menjadi kuning, buah busuk serta terjadi perkembangan larva. Bersifat agravator yaitu memungkinkan serangan hama sekunder (Drosophilla sp.), jamur dan bakteri. Pengendalian : pembungkusan buah, pemasangan perangkap lalat buah.

Baca juga: Kumpuan Panduan Budidaya Tanaman Sayur

Panen Dan Pasca Panen

Panen dilakukan pada umur + 97 hari setelah bunga mekar, buah berbedak, dan pada jam 09.00 – 16.00 WIB dengan menyisakan tangkai buah sekitar 0,5 – 1 cm. Sentra produksi mangga yang ada di Bali berada di Kabupaten Buleleng dan Karangasem. Panen dilakukan pada bulan Oktober- Juni, dan panen raya terjadi bulan Nopember-Desember. Tahun 2001 produksi mangga di Bali sekitar 45.787 ton (produksi di Buleleng dan Karangasem sekitar 55% dari produksi Bali), dengan produktivitas rata-rata 70 kg / pohon.

Sumber: Ir Iwayan Wiratmaja, MP.

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Open chat
Hello..
Ada yang bisa dibantu ?