Budidaya Sawo: Lokasi, Penanaman dan Pemeliharaan

Sawo merupakan salah satu jenis tanaman buah yang banyak diusahakan dalam skala kecil. Ia biasanya ditanam bersama dengan tanaman buah lain dalam sistem kebun pekarangan. Ia juga cukup disukai banyak orang karena buahnya enak dan rasanya khas. Daging buahnya mempunyai tekstur yang khas, rasanya manis serta aroma yang khas dan segar. Sawo cukup memberikan prospek ekonomi yang baik bila diusahakan dengan baik.

Pemilihan Lokasi Pertanaman

a. Iklim

  • Tanaman ini cukup bisa menyesuaikan terhadap berbagai suhu. Akan tetapi suhu yang terlalu panas akan merusak pertumbuhan.
  • Curah hujan antara 1250-2500 mm per tahun yang tersebar merata sepanjang
    tahun.
  • Cukup tahan terhadap gangguan angin.

b. Ketinggian tempat

Sawo tumbuh sangat baik pada ketinggian 100-200 m dari permukaan laut dan masih dapat tumbuh cukup baik sampai ketinggian 900-2500 m di atas permukaan laut.

c. Tanah

  • Sawo tumbuh baik pada tanah alluvial dan tanah berpasir. Pada tanah liat, ia
    masih bisa tumbuh asal drainasenya baik.
  • Cukup tahan terhadap kekeringan.
  • Tumbuh baik pada tanah dengan kisaran pH tanah antara 6-7.

Budidaya Tanaman Sawo

a. Perbanyakan tanaman

Sawo dapat diperbanyak dengan cara generatif (dengan biji) maupun secara vegetatif.

b. Pengolahan tanah

  • Siapkan lahan sebelum musim hujan.
  • Bersihkan lahan dari rerumputan, lalu dibajak, dicangkul.

c. Jarak tanam

  • Jarak tanam sekitar 8-9 m x 8-9 m, sehingga tanaman tidak akan berdekatan
    kalau sudah besar.
  • Pasang ajir pada tempat yang akan dibuat lubang tanam.

d. Pembuatan dan pengisian lubang

  • Buat lubang-lubang dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm dan tempatkan ajir pada
    bagian tengahnya.
  • Pisahkan tanah galian bagian atas dan bagian bawah.
  • Isi lubang dengan tanah bagian atas yang dicampur pupuk kandang r 30 kg/
    lubang.
  • Biarkan lobang terbuka kira-kira 2 minggu untuk mempercepat pelapukan.

e. Penanaman

  • Lakukan penanaman pada musim hujan pada sore hari.
  • Lepas polibag dengan hati-hati agar tanah tidak pecah.
  • Usahakan leher akar tetap seperti pada waktu di persemaian dan bagian yang
    diokulasi/sambung tidak tertimbun tanah dan arah mata okulasi menghadap
    timur matahari.
  • Beri peneduh, mulsa, dan tanaman penutup tanah pada awal pertumbuhan.

Perawatan Tanaman Sawo

a. Penyiraman

Lakukan setiap hari agar tanaman tidak layu. Lakukan penyiraman dengan hati-hati sebab sawo sangat peka terhadap genangan air.

b. Pengendalian hama dan penyakit

Ada beberapa penyakit yang biasa menyerang sawo yaitu penyakit pink (jamur upas) yang disebabkan oleh jamur Corticium salmonicolor dan penyakit bercak daun (Phaeophleospora indica) yang disebabkan oleh cendawan. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan penyemprotan fungisida yang mengandung sulfur atau tembaga. Lakukan penyemprotan fungisida misalnya dengan bubur Bordeaux.(dengan dosis seperti yang tertera di kemasan). Sedangkan hama yang menyerang sawo adalah lalat buah (Daucus dorsalis) yang memakan daging buah yang sudah matang.

Baca juga:

c. Pemangkasan bunga, ranting dan cabang

Sawo tidak membutuhkan pemangkasan.

d. Penyiangan dan penggemburan

  • Lakukan penyiangan gulma.
  • Lakukan penyiangan pada tanaman muda dengan hati-hati, yaitu dengan mencabut gulma
  • Lakukan penggemburan di sekitar tanaman sawo bersamaan dengan penyiangan sehingga memberikan lingkungan yang baik bagi akar.

Pemupukan Tanaman Sawo

  • Saat umur 1 tahun, beri pupuk 0.5 kg NPK/pohon/tahun. Selanjutnya, tambahkan secara bertahap sesuai dengan bertambahnya umur.
  • Berikan pupuk 2 kali setahun, menjelang musim hujan untuk mendukung pertumbuhan dan menjelang musim hujan berakhir untuk mendukung produksi buah

Pemanenan Tanaman Sawo

  • Sawo yang berasal dari biji mulai berbuah setelah berumur 5 tahun. Sawo dari perbanyakan vegetatif biasanya berbuah lebih cepat.
  • Jumlah buah tergantung umur tanaman. Tanaman berumur 15 tahun dapat menghasilkan 280-300 kg buah.
  • Sawo bisa berbuah sepanjang tahun tetapi biasanya terdapat 1 atau 2 musim
    panen raya.
  • Daging buah masak akan berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan.
    Dari luar penampakan buah masak sulit dilihat karena daging buah dilapisi kulit
    yang berwarna kuning kecoklatan. Buah masak akan menghasilkan lebih sedikit
    getah dibandingkan buah yang mentah. Cara yang paling mudah mengamati
    buah masak adalah dengan membelah buah dan melihat daging buah.

 

 

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Open chat
Hello..
Ada yang bisa dibantu ?