Cara Pangkas Anggur (FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING)

FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING

Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

Mumpung lagi LGT6, berikut beberapa tips dari NRC India. Mari kita belajar sama-sama, mohon koreksi dan reviewnya, sehingga bisa ditambahkan info2 lainnya).

FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING (APRIL PRUNING)

Back pruning atau disebut juga sebagai Foundation Pruning adalah pruning dasar untuk persiapan pembuahan berikutnya yang dilakukan dengan cara menyiapkan cane yang subur dan juga menyiapkan pasokan nutrisinya.

Sekitar 80% potensi produksi berikutnya dipengaruhi fase ini. Sehingga, perawatan perlu dilakukan pada tahapan berikut:

1. Pre-pruning
2. Pruning dan pertumbuhan tunas

a. Pengembangan arsitektur canopy
b. Fruit bud differentiation

3. Penuaan/pematangan Cane (cane maturity)

a. Fruit bud development
b. Penyimpanan nutrisi

I. PRE-PRUNING

a. Masa istirahat sekitar 25-30 hari diperlukan anggur untuk recovery dari panen sebelumnya.

b. Pemupukan segera untuk perkembangan akar setelah panen, sekitar 10% dari total pemupukan setahun.

c. Penyiraman dilanjutkan sampai pruning sekitar 4000 l/acre/hari (rata-rata penguapan sekitar 7.14 mm). Kira-kira sekitar 9880 l/ha/hari (0.988 l/m2/hari atau 1 l/m2/hari).

d. Pemberian pupuk kandang 10 ton + single super fosfat 500 kg tiap acre, 10 hari sebelum pruning (sekitar 25 ton pupuk kandang + 1235 kg SSP per hektar, atau 2.5 kg pupuk kandang + SSP 125 gr per m2).

II. PRUNING DAN PERTUMBUHAN TUNAS

1) PRUNING

a. Pruning anggur dengan hanya menyisakan 1-2 bud per cane

b. Batang/cabang kayu yang mati dibuang. Renovasi cordon jika diperlukan.

c. Taruh hasil pruning di pit yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai kompos. Musnahkan yang terinfeksi dengan cara dibakar.

d. Aplikasikan Hidrogen Sianamida (dormex) 1.5% (1 mL/33 mL atau 3 mL/100 mL atau 30 ml/L untuk kandungan Dormex 50%) untuk anggur dari grafting dan 1% (1 mL/50 mL atau 2mL/100 mL atau 20 ml/L) untuk anggur ownroot. Beri pewarna sebagai indicator.

e. Semprot Bordeaux mixture 1% (Copper Sulphate 1 kg + kapur (lime) 0.6 – 0.8 kg per 100 L air) dalam waktu 48 jam setelah pruning (Copper Sulphate 10 gr + lime 6 – 8 gr per 1 L air).

f. Pemberian Urea 80 kg + Magnesium Sulphat (MgSO4) 8 kg per acre setelah pruning (sekitar 200 kg urea + 20 kg MgSO4 per hektar atau sekitar 20 gr urea + 2 gr MgSO4 per m2)

g. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

2) BUD SPROUTING

a. Bud mulai sprout dalam waktu 8 hari (ownroot) atau 15 hari (grafted) setelah pruning (Note : waktu yang dibutuhkan untuk sprout dipengaruhi beberapa hal misalnya stress akibat panen sebelumnya, masa istirahat, kondisi tanah (pengairan, kelembaban, kadar garam) dll)

b. Serangan kutu Flea umumnya terjadi pada periode ini akibat iklim yang panas. Semprot dengan Carbaryl @ 2g/l atau Imidacloprid @ 0.4 ml/l atau Lambda Cyalothrin @ 0.5 ml/l). (Note : bisa menggunakan produk Sevin 85SP, Demolish 18EC,atau Avidor 25WP).
Contoh kutu Flea

3) TAHAPAN 5 DAUN (7 hari setelah sprout)

a. Setelah sprout, tunas tumbuh sangat cepat dan bias tumbuh 5 daun dalam 7 hari.

b. Semprot CCC @ 500 ppm untuk mengontrol vigour.

c. Penjarangan tunas dilakukan dengan menyisakan 1 tunas per 1.5 – 2 Sq.ft yang merata di cordon (1 tunas per 1.7 – 2.2 m2).

4) TAHAPAN 9 DAUN (10-12 hari setelah sprout).

a. Potes pucuk hingga menyisakan 7 mata tunas untuk menginisiasi sub cane.

b. Pemupukan dengan DAP (18:46:0) @180 kg/acre (sekitar 444 kg/ha atau 44 gr/m2)

c. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

Teknik SUB CANE adalah metode “Stop & Go” pengembangan tunas yang menjamin perkembangan fruitful bud/mata tunas buah dengan pengalihan sementara nutrisi ke mata tunas yang diinginkan.

5) PERTUMBUHAN SUB CANE (30-50 setelah sprout)

a. Pada tahapan 7+5 daun SUB CANE, atau 12 daun straight cane, semprot dengan CCC @ 500-750 ppm untuk mengontrol pertumbuhan lebih lanjut.

b. Pemupukan dengan Sulphate of Potash/Potasium sulphate/ZK @ 87 kg/acre (21.5 gr/m2) pada 30-35 hari setelah sprout dan MgSO4 8 kg/acre (sekitar 2 gr/m2) 8-10 hari setelah pemupukan ZK

c. Pada tahapan ini, differensiasi terjadi pada bud untuk membentuk “inflorescence primordia”.

d. Semprot 6-BA @ 10 ppm pada hari ke 40 dan 50 dan Uracil @ 50 ppm pada hari ke 45.

e. Penyiraman 2650 liter/acre/hari (sekitar 6543 L/ha/hari atau 0.65 l/m2/hari) untuk lahan dengan penguapan rata-rata 4.72 mm.

f. Pertumbuhan tunas dicontrol pada tahapan 7+5+3 daun atau 15 daun dengan memotes tunas apical (pucuk). Pertumbuhan tunas ditahan dengan potes pucuk dan semprot CCC @ 500 -1000 ppm sesuai dengan kondisi tunas dan cuaca.

III. PENUAAN/PEMATANGAN CANE/CANE MATURITY

1) FRUIT BUD DEVELOPMENT (51-80 hari setelah sprout)

a. Setelah pembentukan “inflorescence primordia”, perkembangannya selanjutnya terjadi di dalam “dormant bud”.

b. Pemupukan ZK @87 kg/acre 60 hari setelah sprout untuk perkembangan bunch dan MgSO4 12 kg/acre pada hari ke 80 (ZK @ 215 kg/ha dan MgSO4 @ 30 kg/ha atau ZK @ 22 gr/m2 dan MgSO4 @3 gr/m2).

c. Penyiraman @ 1820 L/acre/day (@4493 L/ha/hari atau 0.45 L/m2/hari) untuk penguapan rata-rata 3.25 mm. Bila curah hujan melebihi 4-5 mm/hari, penyiraman tidak diperlukan.

2) PENYIMPANAN NUTRISI ANGGUR (81-110 hari setelah sprout)

a. Tidak boleh ada tunas muda muncul dan jaga daun agar kondisinya sehat.

b. Penyiraman @ 1380 L/acre/hari (@ 3407 L/ha/hari atau 0.34 L/m2/hari) selama tidak ada hujan.

c. Sebagai bagian dari IPM (Integrated Pest Management) untuk kutu Mealy Bug (kutu putih), lakukan tindakan sbb selama periode ini:

1. Singkirkan populasinya dengan menguas tanaman dengan Dichlorvos 2 ml/l + Neem oil 5 ml/l + Fish oil 2 ml/l.

2. Buang kulit kayu dan pasang “gum banding” to menghindari semut dan rayap.

3. Beri insektisida sekitar pohon dengan diameter 3” – 4” menggunakan Malathion atau Chlorpyriphos @25 kg/ha (2.5 gr/m2)

4. Semprot dengan fungisida sulfur @ 2 gr/l air untuk mengontrol Powdery Mildew selama penuaan cane.

5. Semprot dengan Carbendazim @ 1 gr/l air untuk mengontrol Anthracnose dan juga buang tunas-tunas baru.

Note:

Irigasi/penyiraman pada masing-masing tahapan tergantung kondisi tanah dan cuaca/iklim setempat.

Note:

– Pemupukan tergantung kondisi tanah setempat.

– Terjemahan bebas dari “Some Tips On Cultural Practices After April Pruning” by ICAR National Research Centre For Grape

– India (dan beberapa penjelasan tambahan)

– Info tentang kandungan pestisida/fungisida yang beredar di Indonesia, bisa dilihat disini 

Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

Link Posting via Group Facebook

TMAGroup.

  • Gejala unsur hara pada anggur

    Mungpung malam minggu jadi lumayan hasil ngeranda, opss ngeronda sambil nyari referensi.

    Kadang indikasi nampaknya kekurangan unsur hara sudah terindikasi tapi kadang Kita bingung termasuk kedalam kategori yang mana dan
    bagaimana cara menanggulanginya. ah lieur…to the point ae.!
    1. Nitrogen

    Unsur Nitrogen sangat diperlukan dari mulai masa vegetatif, fruit bud formation, fruit set, size, kwalitas produksi.
    maka cara paling mudah Mengenal tanaman anggur yang kekurangan nitrogen adalah dari daun.

    a. Indikasi kekurangan:

    – Pertumbuhan stagnan ( kurang ceria alias cahuleun:D)
    – Warna hijau daun pucat dan kekuningan. ( Bukan pucat muka dimalam minggu karna dompet tipis pastinya :D).
    – Tunas muda, tangkai daun dan cluster cendrung pink bahkan kemerahan.
    – Tunas/shoots kurang semangat tumbuh.
    – Lebih exstrim bisa kering dan rontok.

    b. indikasi kelebihan

    – Ruas ranting/dahan ( internodes) pertumbuhanya cepat memanjang dan besar.
    – Literal shoots atau tunas akan tumbuh berkembang secara berlebihan.
    – warna daun cendrung hijau tua gelap ( bukan tua keladi :D)
    – set buat anggur lemah dari masa bloom (mekar) sampai pematangan akan lambat.
    – proses pematangan ranting lama, wuihh gak matang2 kapan pruningnya ya…hiii

    Catatan# Pemberian nitrogen sangat dianjurkan secara proporsional dan sesuai ketentuan yang direkomendasikan
    setelah analisis gejala dan hindari penggunaan unsur N ketika masa akhir pematangan buah karna bisa memperlambat proses pematangan.

    2. Potassium/Kalium
    Disamping baik untuk merangsang proses pembungaan, unsur kalium sangat penting untuk set warna buah, tahan rotok, pertumbuhan pohon dan tahan terhadap penyakit.

    a. Indikasi kekurangan & kelebihan

    – Daun tua cendrung purple-keunguan, tulang daun agak hijau gelap, margin daun tidak normal, ceking alias begang, mengering dari ujung dan mungkin menggulung kebagian bawah atau atas.
    – lebih exstrim dapat mempengaruhi ketahanan pohon anggur dan kwalitas pembuahan menurun.
    – Gejala kelebihan unsur K biasanya terjadi setelah pohon anggur melalui masa pembuahan yang akan ditandai dengan daun berwarna coklat kehitaman.

    Catatan# terkena gejala kekurangan unsur kalium Karena kekurangan biasanya diakibatkan tergangguna proses penyerapan, entah dengan genangan air, media tanah padat dan kering. dan tingginya kandungan kalsium, magnesium, natrium dan nitrogen bisa mempengaruhi proses penyerapan.
    tips: – perbaikan tanah
    – perbaikan drainese/saluran pembuangan air.
    – pemberian pupuk K dengan semprot.

    3. Boron
    Boron memainkan peran penting dalam struktur dinding sel dan set buah karna merupakan komponen protein dan metabolisme karbohidrat.

    a. indikasi pada ranting:
    – Shoots atau ranting muda dan cluster layu bahkan bisa mati.

    b. indikasi pada daun

    – Daun berwarna lebih gelap dibanding daun normal.
    – small size alias kerdil dan mengkerut
    – Ujung daun kuning dan mengalami nekrosis

    c. Indikasi pada buah
    – dari 1 tandan hanya beberapa biji yang bisa selamat.
    – small size dan tidak normal bentuk.

    Catatan# kekurangan boron dapat diamati pada tanah yang basa/Ph tinggi,
    Tips: Pengukuran ph tanah sebelum menanam atau netralisir dengan dolomit adalah anjuran untuk mengkonfirmasi tinggkat kandungan bioron dalam tanah.
    bisa semprotkan gandasil D/nutrisi daun kandungan boron.

    4. Iron/zat besi (fe)
    Zat besi dibutuhkan untuk pembentukan klorofil, respirasi tanaman dan pembentukan beberapa protein.

    indikasi gejala:

    – Daun menguning diantara bagian urat daun.
    – Daun muda tampak putih karena kurang klorofil.
    – Daun bisa kering dan rontok.
    – Tunas yang mulai tumbuh bisa meti dampak dari kekurangan yang tidak diantisipasi.
    – adapun kelebihan zat besi bisa mengakibatkan bintik hitam pada daun.

    Catatan# tips: karna faktor kekurangan zat besi lebih dominan dipengaruhi ph tanah tinggi, kandungan magnesium, boron dll. maka dianjurkan perbaikan
    tanah terutama dengan memberikan bahan2 organik yang cukup dapat membantu stabilisasi kandungan zat besi dalam tanah.
    – Penyemprotan daun sesuai anjuran atau dosis.

    5. Magnesium
    Magnesium merupakan bagian penting dari klorofil dan membantu dalam pembentukan gula, minyak dan lemak. Analisis daun merupakan cara terbaik untuk mengevaluasi kebutuhan magnesium

    indikasi kekurangan:

    – daun tua cendrung pucat yang pada awalnya bintik coklat kecil dekat tulang daun dan menyebar.
    – selanjutnya garis kuning akan terbentuk dari mulai tepi daun sampai membentang ke bagian tengan berbentuk garis.
    – kemudian dibagian tengah akan terdapat garis hijau akhirnya menggulung dan kering rontok.
    – Proses pematangan buah bakal early/prematur dan mempunyai warna kontras.

    tips: – Aplikasi/pemberian kalium tinggi dapat menyebabkan gejala defisiensi magnesium pada tanah.
    – Penyemprotam daun dapat digunakan tetapi tergantung pada keparahan kekurangan.

    6. Mangan
    Mangan terlibat dalam fotosintesis dan klorofil karna membantu mengaktifkan enzim dalam distribusi pengatur tumbuh.
    Meski tidak dibutuhkan dalam jumlah banyak tetapi tetap sangat diurgen bagi tanaman anggur.

    Indikasi/gejala:

    – Gejala awal biasa nampak pada daun muda.
    – Ketika masuk kemarau biasanya daun mulai pucat dan terkena bintik kuning kemudian
    menyebar dibagian tepi daun.
    – Size daun dan bentuk biasanya normal akan tetapi bintik kuning akan terus menyebar.
    – Jika dibiarkan berkepanjangan akan berakibat pada petumbuhan tunas, buah dan pematangan ranting lambat.

    Catatan# Kekurangan mangan dapat muncul di awal dalam kondisi kelembaban yang berlebihan dan lebih umum terjadi ketika pH tanah tinggi.
    Tips: – Aplikasi tinggi magnesium atau fosfour dapat menyebabkan gejala defisiensi mangan pada tanah.
    jadi gunakan pupuk secara proporsional setelah melihat indikasinya.

    7. Zink
    Zinc sangat penting dalam pertumbuhan tanaman awal dan dalam pembentukan biji. Ini juga memainkan peran dalam klorofil dan karbohidrat produksi.

    Indikasi pada daun:

    – Gejala akan muncul di ujung tunas muda.
    – daun kerdil dan mengkerut ( kayak kerupuk kehujanan :D)kadang menggulung akhirnya kering dan rontok.
    – ujung daun berubah menjadi hijau muda kekunigan kadang merah sementara urat daun terlihat jelas dengan sekatan corak hijau.

    indikasi pada berry

    – size small, cilik.
    – warna buah kuning pucat
    – dalam satu tandan becorak ceria ada yg kecil dan besar dan sama2 abnormal :D, haha
    – bentuk buah tidak karuan, yang seharusnya termasuk varian lonjong jadi bentuk benjol gak tentu.
    Tips: – aplikasi pemberian fosfour berlebih dapat membuat ketersediaan unsur zink berkurang.
    – seperti biasa lakukan penyemprotan daun sesuai anjuran. Jangan tanya merk ntr disangka promosi :D, tanya saja sama ahli pupuk.

    segitu dulu lah capek nyari referensinya apalagi khusus anggur kudu rajin nanya2 om google baru dapat.

    kekurangan bisa ditambahkan dikolom komentar buat dokumentasi biar kedepan kalau ada kawan yang membutuhkan tidak repot nyari.
    ————————————
    SUMBER: MINISTRY OF AGRICULTURE

    TMA-GROUP.

  • Alasan Kenapa Rasa Buah Anggur Kecut

    Pada umumnya kita lebih suka memakan buah anggur dalam keadaan segar apalagi hasil petik sendiri. Namun apa jadinya jika buah anggur yang kita konsumsi rasanya asam bin kecut.

    Memang selain dikonsumsi langsung, buah anggur juga dapat diolah menjadi berbagai produk olahan yang disimpan dalam waktu relatif lama seperti kismis. Tapi itupun jika buahnya banyak melimpah :D

    Jadi mana yang Anda pilih, mengkonsumsinya dalam keadaan segar atau diolah..?

    Setiap jenis/ varietas anggur memiliki beberapa kandungan zat dan bahan berbeda-beda, asam, vitamin c, kandungan ph dll. Tiap jenis memiliki karakteristik dan tingkat kematangan beragam sehingga membuat kandungan zat didalmnya berbeda.

    Banyak Faktor-faktor yang mempengaruhi rasa dan kelezatan buah anggur diantaranya: Varietas, Iklim tempat tumbuh, Pemeliharaan, Tingkat kematangan dan waktu panen.

    Tidak semua jenis anggur memiliki ukuran buah dan rasa manis seperti yang kita harapkan. Banyak juga jenis yang rasanya didominasi kandungan asam seperti jenis anggur “Isabela dan Red master”. Tentunya hal itu dipengaruhi oleh varietasnya dan juga tingkat kematangan ketika dipetik.

    Sebenarnya Isabela & Red master jika tingkat kematanganya sudah maksimal, rasa manis dan asamnya seimbang “segar”. Hanya disayangkan masa pematanganya tidak serempak, kadang pada satu tandan memiliki tingkat kematangan berbeda, sebagian kadang masih hijau, merah dan susah agak kecoklatan.

    Jangan kecewa jika Anda terlanjur menanam varietas kedua anggur diatas, karena dari sisi lain memiliki keunggulan istimewa yaitu mudah adaptasi dan tahan pada berbagai cuaca. Jadi solusi terbaik bisa disambung dengan jenis unggulan ‘table grape’ sesuai selera.

    Begitu juga jenis varietas bagus seperti misalkan Red Globe, Souvenir, Jupiter dan jenis lainya yang sudah banyak beredar di Kita. Meski rasa manisnya dominan, namun kadang hasil penanaman didaerah a & b tingkat kadar asamnya berbeda meski dari varietas sama. Artinya banyak sekali faktor yang mempengaruhi rasa buah anggur yang kita tanam, termasuk cara pemeliharaan dan pemupukan.

    TMAgroup.

  • Catatan & Spesifikasi Anggur Julian

    Catatan Tentang Anggur Julian / Юлиан

    Siapa yang sudah menanam jenis ini acung tangan dikolom komentar :D

    Anggur jenis julian termasuk category table grape dengan masa panen cukup early/singkat hanya membutuhkan 95-105 hari. Awal percobaan dikebun ukraina dengan memakai ownroot menghasilkan pertumbuhan yang sangat baik, tandan buah besar dan panjang, bentuk buah anggur hampir mirip buyutnya yaitu jenis Rizamat. Direkomendaskan menggunakan rootstock untuk meningkatkan kwalitas buah yang lebih optimal, dan memang pada kenyataanya jenis julian sangat compitable dengan batang bawah.

    Jenis ini memiliki warna buah merah jamu/pink ketika 100 % matang, dengan ukuran butiran mencapai 42-40 x 26-28 mm, dengan textur daging yang renyah, padat, rasa manis, anggur ini termasuk favorite dikalangan kolektor ukraina.

    Berikut deskripsinya:

    – Country of origin: UKRAINA
    – Variety Name: Julian / Юлиан
    – Parentage: [Kesha × Rizamat] – Ripening period: early 95 – 105 days.
    – Pollination Requirements: This Grape is self-fertile.
    – Color of berry skin: Pink.
    – Berry size: 42-40 x 26-28 mm
    – Taste Berries: harmonious and imperceptible skin
    – Rootstock Use : Root-owned but The variety has good compatibility with rootstocks.
    – The bunches: very large
    – Seeded
    – Resistance to : gray rot, mildew, oidium; withstands frost to -24 ° С.

    Deskripsi made in INDONESIA
    by: Om Handika Permana

    – Nama Varietas: Julian
    – Country of origin: ukraina
    – Masa Pematangan buah: 100-110 hsp
    – Ujicoba Penanaman mdpl: kurleb 80mdl
    – Bentuk buah:oval
    – Rasa:manis
    – Warna:hijau kemerahan karna dokumentasi sebelum full matang.
    – Aroma: _
    – Brix: 16-18
    – Seedless atau seeded: seeded
    – Resistance thdap jamur, air, hama: cukup tahan jamur
    – GA3 treatment: –
    – Tingkat adaptasi: bagus namun pecah krna ujan
    – Perlakuan Teknik pruning: cane
    – bud fruitfuly/potensi urutan bud pembawa bunga :
    – Dormex treatment:
    – Berat buah 7-8,5gr

    Seperti biasa bahwa semua varietas & spesifikasi yang dipublikasikan adalah hasil dokumentasi kawan-kawan sebagai bahan informasi untuk memudahkan pencarian bagi yang membutuhkan. Untuk optimalisasi dan pemantapan silahkan Om/Tante bisa mencoba menanamnya sendiri.

  • Catatan & Deskripsi Anggur Manicure Finger

    Sayang sekali jika Anda sebagai pecinta anggur belum memiliki dan menanam jenis Manicure Finger. Jenis ini termasuk favorit dan banyak dicari, lhoo kenapa? ya pertama karna bentuk buah lonjong dan diameter buah diatas rata2 akan memberikan kepuasan tersendiri bagi pemiliknya.

    Bisa dikatakan hampir 99% sudah dimiliki para pecinta anggur diberbagai daerah dan hampir sudah bisa nikmati buahnya.

    Jenis ini juga termasuk jenis yang biasanya masuk etalase rekomended untuk para pemula diberbagai group anggur.

    Ayo tunggu apa lagi segera hunting bibitnya dan hiasi pekarangan rumah Anda dengan anggur jenis ini.

    Berikut deskripsinya:

    Nama Varietas: Manicure Finger
    Persilangan: Unicorn x Baladi2
    Warna buah: merah/violet bercorak kuning jika belum 100% matang
    Bentuk: Oval
    Rasa: manis
    Berat butiran: 13-20gram
    Diameter rata2 buah: P 46mm, L21mm
    Pematangan: 110-120 hari
    Tingkat adptasi: sangat baik & vigor (rekomended)

    Lihat videonya di YOUTUBE

    Lihat varietas buah lainya dara koleksi warga tma disini

    TMAgroup

Leave a Reply