Catatan & Deskripsi Anggur DIXON

Cepetan deh siapin lobang dan cari bibitnya segera tanam dari pada diam dan hanya melihat buah anggur milik orang:D

Gak peduli Anda pemula atau sebaliknya pokonya kudu wajib koleksi anggur jenis DIXON ya. Testimoninya seh sudah banyak yang berbuah dibeberapa daerah bahkan hasilnya mirip dengan deskripsi aslinya.

Jika dilihat dari persentase pemburu bibit digroup, jenis ini selalu dicari bibitnya. Memang seh ngeri juga kalau lihat divideo, diameternya aja segede jempol,ditambah warna buahnya hijau mengkilap, kebayang deh jika buahnya bergelantungan dipekarangan rumah Kalian. jadi pingin deh :D

Ayo tunggu apa lagi segera hunting bibitnya dan hiasi pekarangan rumah Anda dengan anggur jenis ini.

Berikut deskripsinya:

Nama Varietas: Dixon
Warna buah: Hijau-kuning
Bentuk: Silinder
Rasa: manis
Berat butiran: 18-20 gram
Berat tandan: 600-1000gram
Brix: 17-22%
Pematangan: 120-125 hari
Tingkat adptasi: sangat baik & vigor (rekomended)

Lihat videonya di YOUTUBE

  • Catatan Anggur Jenis Ruslan
    Dengan tingkat adaptasi dan ketahanan terhadap mildew cukup baik, Jenis hasil dari persilangan Kuban X Zaporozhye Gift” ini sangat diminati dan diburu para petani lokal karena disamping ukuran buah diatas rata-rata, dari segi rasa juga tidak mengecewakan. Berikut Deskripsinya:
    – Nama Varietas: Ruslan/РУСЛАН – Country of origin: – – Hasil Persilangan: Kuban X Zaporozhye Gift – Masa Pematangan buah: very early 105-110 days – Bentuk buah: oval – Rasa: manis – Diameter Buah: (22 x 34 mm) – Warna: Biru Tua – Brix: 17,5 – Teste: Harmonious – Berat Tandan: 700-1500 g – Berat Butiran: 12-16 g – seeded: Berbiji – Resistance: mildew and oidium about 3 points – Frost resistance: -21 ° C; – Pollination Requirements: This Grape is (bisexual) – GA3 treatment: – – Jenis Rootstock: – – Dormex pasca pruning: – – Tingkat adaptasi: Sangat Baik – Teknik pruning: –
    Deskripsi diatas adalah hasil terjemahan dari situs саженец.com, jika ada kekeliruan ataupun yang perlu ditambahkan silahkan masukan dikolom komentar.
  • Penanganan “Jamur Powdery Mildew/Embun Tepung ” pada tanaman anggur

    Embun Tepung (Powdery Mildew) adalah jamur fungus
    (Micrsphaera diffusa) yang sering sekali menyerang tanaman

    anggur. Jamur ini mudah menyebar dilokasi lembab dengan sirkulasi udara buruk terutama pada musim hujan.

    Awal infeksi tumbuh berbentuk bercak putih lalu keabu-abuan dan
    meluas kemudian daun mengering & berguguran, dampak terparah ketika menyerang diwaktu pembuahaan.

    Memang tidak begitu berbahaya namun jika tidak segera ditangani
    baik secara mekanik & kimia akan berdampak negatif terhadap
    pertumbuhan pohon terutama pada saat pembuahan karena akan menyebabkan pada bunga rontok. Buah yang terjangkit jamur ini permukaanya akan diselimuti bercak putih dan tidak akan matang sempurna.

    Dua hal yang harus dilakukan yaitu penanganan secara mekanik dengan cara membuang semua daun yang terinfeksi dan kemudian dibuang jauh dari area pohon atau dibakar.

    Jika pohon sudah terinfeksi berat terpaksa harus penanganan kimia disemprot rutin.1 minggu 1x, bisa aplikasi “Fungisida Amistartop, Dithane atau Antrol” Dosis 4 gram/mili per liter air.

    Lihat video lengkapnya di youtube -> disini

    TMaGroup.

  • 3 Destinasi Wisata Kebun Anggur
    Nah mungpung sebentar lagi tahun baru dan bagi warga TMA yang berniat menghabiskan liburan dikebun anggur, daftar dibawah ini bisa dimasukan agenda target wisata. Tapi jangan lupa jika pulang bawa cutting ya :D. 1. France Data terakhir versi United States Department of Agriculture bahwa Prancis termasuk 10 besar negara penghasil anggur dunia dan disana terdapat sedikitnya 110.000 vineyard (perkebunan anggur) seluas 920.000 hektar yang tersebar di seluruh wilayah. Bukan hanya itu, kebun anggur di francis juga menawarkan destinasi wisata untuk penikmat dan pecinta anggur, sebut saja “Les Sources des Caudalies” kawasan yang terletak di kota Bordeaux menyuguhkan pemandangan kebun anggur yang luar biasa, diarea seluas 56 hektar ini, Om/Tante bisa bebas menghabiskan liburan sepuasnya. Jangan khawatir tidak mendapatkan pelayanan memuaskan karna disana sudah disediakan hotel paling mewah dan terbaik di Eropa versi majalah Condé Naste Traveller. Penasaran lihat detail 2. Afrika Selatan Afrika selatan termasuk daftar no urut 9 penghasil anggur dunia tahun 2016, jadi tidak heran jika disana banyak destinasi wisata anggur yang disuguhkan untuk memanjakan para pecinta anggur. Contohnya penginapan atau kebun anggur Franschoek Pass villa yang terletak dilembah Franschoek Pass. Tempat ini akan memberikan kepuasan tersendiri bagi para pengunjungnya dengan pemandangan kebun anggur sekaligus salah satu lembah Afrika yang paling spektakuler!. Disini Om/Tante bisa menghabiskan liburan hanya sekedar berjalan-jalan, main golf atau renang dengan panorama alam indah dan menakjubkan. Supaya tidak penasaran kunjungi situs resminya 3. Australia Jika berlibur ke France atau afrika selatan terlalu jauh :D coba dengan destinasi wisata yang lebih dekat, yeah Kita bisa mencoba berlibur ke Australia. Kawasan wisata yang Terletak diatas bukit dengan pemandangan ribuan hektar kebun anggur yang subur dirancang dalam gaya kontemporer dengan menyediakan hotel mewah yang memiliki restoran terbaik yang ada di Australia menjadikan target wisata populer. yaitu”the Louise Hotel is at the heart of the Barossa wine country.” visit here Tambahkan destinasi wisata terbaik menurut kalian dikomentar. TMAGROUP
  • Cara Pangkas Anggur (FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING)

    FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING

    Penterjemah: Dodik Novie Purwanto Mumpung lagi LGT6, berikut beberapa tips dari NRC India. Mari kita belajar sama-sama, mohon koreksi dan reviewnya, sehingga bisa ditambahkan info2 lainnya). FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING (APRIL PRUNING) Back pruning atau disebut juga sebagai Foundation Pruning adalah pruning dasar untuk persiapan pembuahan berikutnya yang dilakukan dengan cara menyiapkan cane yang subur dan juga menyiapkan pasokan nutrisinya. Sekitar 80% potensi produksi berikutnya dipengaruhi fase ini. Sehingga, perawatan perlu dilakukan pada tahapan berikut: 1. Pre-pruning 2. Pruning dan pertumbuhan tunas

    a. Pengembangan arsitektur canopy b. Fruit bud differentiation

    3. Penuaan/pematangan Cane (cane maturity)

    a. Fruit bud development b. Penyimpanan nutrisi

    I. PRE-PRUNING

    a. Masa istirahat sekitar 25-30 hari diperlukan anggur untuk recovery dari panen sebelumnya. b. Pemupukan segera untuk perkembangan akar setelah panen, sekitar 10% dari total pemupukan setahun. c. Penyiraman dilanjutkan sampai pruning sekitar 4000 l/acre/hari (rata-rata penguapan sekitar 7.14 mm). Kira-kira sekitar 9880 l/ha/hari (0.988 l/m2/hari atau 1 l/m2/hari). d. Pemberian pupuk kandang 10 ton + single super fosfat 500 kg tiap acre, 10 hari sebelum pruning (sekitar 25 ton pupuk kandang + 1235 kg SSP per hektar, atau 2.5 kg pupuk kandang + SSP 125 gr per m2).

    II. PRUNING DAN PERTUMBUHAN TUNAS

    1) PRUNING a. Pruning anggur dengan hanya menyisakan 1-2 bud per cane b. Batang/cabang kayu yang mati dibuang. Renovasi cordon jika diperlukan. c. Taruh hasil pruning di pit yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai kompos. Musnahkan yang terinfeksi dengan cara dibakar. d. Aplikasikan Hidrogen Sianamida (dormex) 1.5% (1 mL/33 mL atau 3 mL/100 mL atau 30 ml/L untuk kandungan Dormex 50%) untuk anggur dari grafting dan 1% (1 mL/50 mL atau 2mL/100 mL atau 20 ml/L) untuk anggur ownroot. Beri pewarna sebagai indicator. e. Semprot Bordeaux mixture 1% (Copper Sulphate 1 kg + kapur (lime) 0.6 – 0.8 kg per 100 L air) dalam waktu 48 jam setelah pruning (Copper Sulphate 10 gr + lime 6 – 8 gr per 1 L air). f. Pemberian Urea 80 kg + Magnesium Sulphat (MgSO4) 8 kg per acre setelah pruning (sekitar 200 kg urea + 20 kg MgSO4 per hektar atau sekitar 20 gr urea + 2 gr MgSO4 per m2) g. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari). 2) BUD SPROUTING a. Bud mulai sprout dalam waktu 8 hari (ownroot) atau 15 hari (grafted) setelah pruning (Note : waktu yang dibutuhkan untuk sprout dipengaruhi beberapa hal misalnya stress akibat panen sebelumnya, masa istirahat, kondisi tanah (pengairan, kelembaban, kadar garam) dll) b. Serangan kutu Flea umumnya terjadi pada periode ini akibat iklim yang panas. Semprot dengan Carbaryl @ 2g/l atau Imidacloprid @ 0.4 ml/l atau Lambda Cyalothrin @ 0.5 ml/l). (Note : bisa menggunakan produk Sevin 85SP, Demolish 18EC,atau Avidor 25WP). Contoh kutu Flea 3) TAHAPAN 5 DAUN (7 hari setelah sprout) a. Setelah sprout, tunas tumbuh sangat cepat dan bias tumbuh 5 daun dalam 7 hari. b. Semprot CCC @ 500 ppm untuk mengontrol vigour. c. Penjarangan tunas dilakukan dengan menyisakan 1 tunas per 1.5 – 2 Sq.ft yang merata di cordon (1 tunas per 1.7 – 2.2 m2). 4) TAHAPAN 9 DAUN (10-12 hari setelah sprout). a. Potes pucuk hingga menyisakan 7 mata tunas untuk menginisiasi sub cane. b. Pemupukan dengan DAP (18:46:0) @180 kg/acre (sekitar 444 kg/ha atau 44 gr/m2) c. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari). Teknik SUB CANE adalah metode “Stop & Go” pengembangan tunas yang menjamin perkembangan fruitful bud/mata tunas buah dengan pengalihan sementara nutrisi ke mata tunas yang diinginkan. 5) PERTUMBUHAN SUB CANE (30-50 setelah sprout) a. Pada tahapan 7+5 daun SUB CANE, atau 12 daun straight cane, semprot dengan CCC @ 500-750 ppm untuk mengontrol pertumbuhan lebih lanjut. b. Pemupukan dengan Sulphate of Potash/Potasium sulphate/ZK @ 87 kg/acre (21.5 gr/m2) pada 30-35 hari setelah sprout dan MgSO4 8 kg/acre (sekitar 2 gr/m2) 8-10 hari setelah pemupukan ZK c. Pada tahapan ini, differensiasi terjadi pada bud untuk membentuk “inflorescence primordia”. d. Semprot 6-BA @ 10 ppm pada hari ke 40 dan 50 dan Uracil @ 50 ppm pada hari ke 45. e. Penyiraman 2650 liter/acre/hari (sekitar 6543 L/ha/hari atau 0.65 l/m2/hari) untuk lahan dengan penguapan rata-rata 4.72 mm. f. Pertumbuhan tunas dicontrol pada tahapan 7+5+3 daun atau 15 daun dengan memotes tunas apical (pucuk). Pertumbuhan tunas ditahan dengan potes pucuk dan semprot CCC @ 500 -1000 ppm sesuai dengan kondisi tunas dan cuaca.

    III. PENUAAN/PEMATANGAN CANE/CANE MATURITY

    1) FRUIT BUD DEVELOPMENT (51-80 hari setelah sprout) a. Setelah pembentukan “inflorescence primordia”, perkembangannya selanjutnya terjadi di dalam “dormant bud”. b. Pemupukan ZK @87 kg/acre 60 hari setelah sprout untuk perkembangan bunch dan MgSO4 12 kg/acre pada hari ke 80 (ZK @ 215 kg/ha dan MgSO4 @ 30 kg/ha atau ZK @ 22 gr/m2 dan MgSO4 @3 gr/m2). c. Penyiraman @ 1820 L/acre/day (@4493 L/ha/hari atau 0.45 L/m2/hari) untuk penguapan rata-rata 3.25 mm. Bila curah hujan melebihi 4-5 mm/hari, penyiraman tidak diperlukan. 2) PENYIMPANAN NUTRISI ANGGUR (81-110 hari setelah sprout) a. Tidak boleh ada tunas muda muncul dan jaga daun agar kondisinya sehat. b. Penyiraman @ 1380 L/acre/hari (@ 3407 L/ha/hari atau 0.34 L/m2/hari) selama tidak ada hujan. c. Sebagai bagian dari IPM (Integrated Pest Management) untuk kutu Mealy Bug (kutu putih), lakukan tindakan sbb selama periode ini:

    1. Singkirkan populasinya dengan menguas tanaman dengan Dichlorvos 2 ml/l + Neem oil 5 ml/l + Fish oil 2 ml/l.

    2. Buang kulit kayu dan pasang “gum banding” to menghindari semut dan rayap.

    3. Beri insektisida sekitar pohon dengan diameter 3” – 4” menggunakan Malathion atau Chlorpyriphos @25 kg/ha (2.5 gr/m2)

    4. Semprot dengan fungisida sulfur @ 2 gr/l air untuk mengontrol Powdery Mildew selama penuaan cane.

    5. Semprot dengan Carbendazim @ 1 gr/l air untuk mengontrol Anthracnose dan juga buang tunas-tunas baru.

    Note: Irigasi/penyiraman pada masing-masing tahapan tergantung kondisi tanah dan cuaca/iklim setempat. Note: – Pemupukan tergantung kondisi tanah setempat. – Terjemahan bebas dari “Some Tips On Cultural Practices After April Pruning” by ICAR National Research Centre For Grape – India (dan beberapa penjelasan tambahan) – Info tentang kandungan pestisida/fungisida yang beredar di Indonesia, bisa dilihat disini  Penterjemah: Dodik Novie Purwanto Link Posting via Group Facebook TMAGroup.

One thought on “Catatan & Deskripsi Anggur DIXON

Leave a Reply