Catatan & Spesifikasi Anggur Jupiter

Catatan Tentang Anggur Jupiter

Varietas anggur Jupiter seedless (tanpa biji)pertama kali dikembangkan dan dipatenkan oleh University of Arkansas pada tahun 1998. Jenis ini sangat direkomendasikan karna bisa produktif dan beradaptasi dengan baik diberbagai darah dengan suhu berbeda, hasil produksi/H berpotensi mencapai 13 ton, pencapaian diangka tersebut cukup baik untuk mendorong pelaku usaha perkebunan anggur komersial dalam pengembanganya.

Berikut deskripsinya:

Grape Color: Blue, Black
Primary Use: Table
The variety can attain: 21 Brix
Berry weight : 4 to 5 g in Arkansas
Resistance to : fungal diseases
Wine Color: Not Applicable
Variety Origin: University of Arkansas
Parents: Arkansas 1258 x Arkansas 1762
Pseudonym (Tested As): ARK 1985
Year Released: 1998
Harvest Season: Early Season
USDA Hardiness Zone: 5
Sulfur Sensitivity: Not susceptible
Vine Vigor: Medium Vigor
Growth Habit: Trailing
Suggested Distance Between Vines: 6 ft – 8 ft
Vine Training System: Modified Munson
Bud Break: Mid-Season with Concord

Percobaan penanaman dinegri kita, ternyata jenis ini tidak begitu jauh dengan deskripsi aslinya, sangat mudah beradaptasi, tahan jamur dan tidak terlalu sulit dibuahkan. Untuk pengembangan dan pemantapan, silahkan Om/Tante bisa mencoba menanamnya sendiri.

By Tant Ina Ramdhani
Nama Varietas: Jupiter Seedless
– Country of origin: USA
– Masa Pematangan buah: 100-110 HSP
– Ujicoba Penanaman mdpl: 20mdpl
– Bentuk buah: Oval
– Rasa: Harmonis (harum manis)
– Warna: Merah tua to blue and black
– Aroma: Kuat
– Brix: –
– Seedless atau seeded: seeded
– Resistance: Sangat Baik terhadap jamur
– GA3 treatment: tidak pakai
– Tingkat adaptasi: Sangat Baik
– Perlakuan Teknik pruning: 4-9 bud
– Pengamatan Potensi bud fruitful : 7 up
– Lain-lain: foto buah 85 hsp, tanam 1-2-2017 ‘belum matang 100% jadi diphoto masih kelihatan berwarna merah’

Seperti biasa bahwa semua varietas & spesifikasi yang dipublikasikan adalah hasil dokumentasi kawan-kawan sebagai bahan informasi untuk memudahkan pencarian bagi yang membutuhkan

  • Hama & Penyakit Tanaman Anggur

    Sahabat TMA yang baik hati & tidak sombong :D. Semoga beneran.Amin

    Dalam budidaya tanaman tidak terkecuali anggur, pasti Kita dihadapkan dengan berbagai kendala entah serangan hama atau infeksi penyakit yang kadang sulit mencari sulusinya. Liku perjuangan dari mulai menanam cutting/stek tidak sedikit menyita pikiran dan tenaga. Tapi tetap semangat dan berdoa meski hasilnya kadang keluar dari jalur yang diinginkan.

    Edisi kali ini Kita akan sedikit mengenal beberapa penyakit dan hama yang menjadi musuh bubuyutan tanaman anggur.

    Sebelumnya seperti biasa siapkan alat perang, eh tulis, kopi pahit, padud, terutama cemilan jangan terlewatkan :D.

    Back to point…

    • HAMA

    1. Phylloxera Vitifolia
    Hama ini menyerang tanaman anggur di semua umur baik tanaman yang masih bibit maupun yang sudah tua, dan akibat yang ditimbulkannya adalah kering dan mati. Infeksi bagian tanaman yang diserang adalah daun dan akar tanaman secara langsung. Gejala umum yaitu daun terbentuk bisul-bisul kecil sedangkan akar tanamannya membengkak seperti kutil. Letak hama Phylloxera Vitifolia menetap di bawah kulit batang yang terkelupas dan dalam jaringan akar.

    2. Kumbang Apogonia destructor
    Berbentuk kumbang kecil dan warnanya hitam mengkilat. Bagian yang diserang adalah daun anggur saat waktu malam hari dan karakteristik kumbang Apogonia destructor adalah mudah tertarik oleh sinar lampu.

    3. Wereng Daun
    Akibat yang ditimbulkan dari serangan wereng ini adalah menyebabkan daun anggur berbintik putih, kemudian menjadi kuning coklat kemudian gugur.

    4. Kutu Putih
    Akibat yang terlihat dari serangan kutu putih ini adalah dapat menyebabkan pucuk/tunas menjadi kerdil.

    5. Ulat Daun
    Sesuai dengan namanya bagian yang diserang adalah bagian daun yang menjadikan daun anggur sebagai makanannya.

    6. Rayap
    Akibat yang terlihat jika serangan rayap datang saat menggerogoti akar tanaman yang masih muda sehingga membuat jadi layu yang akhirnya akhirnya mati.

    Penanggulangan yaitu dengan menyemprotkan insektisida pada bagian yang terkena hama yang dilakukan secara rutin. Tanya tukang obat :D ‘ sesuai hama yang mau dibasmi.

    • PENYAKIT

    A. (Die-back) adalah terjadinya kematian ranting atau cabang pada tanaman anggur dari bagian ujung atas kemudian meluas kebagian bawah akibat serangan patogen tanaman “Eutypa armeniacae” yang mengakibatkan terjadinya perubahan seperti pada bentuk cabang, ukuran, warna, tekstur dan kwalitas buah. Juga merupakan akibat kandungan air dalam tanah yang tinggi dan miskin unsur Cu (logam)

    Gejala:

    • Terjadi perubahan bentuk dan warna cabang/ranting tidak normal disebabkan etioplas (kurangnya cahaya sinar matahari)mulanya ditandai dengan munculnya getah berwarna kuning mengkilap diujung cabang kemudian keropos, mengering.
    • Curl/keriting, menguning dan kerdil dibagian daun dari cabang yang terinfeksi.
    • Pertumbuhan cabang pembuahan tidak sempurna dan mengakibatkan bunga berguguran atau buah tidak matang dan kurang berkwalitas.

    B. Lichen/lumut kerak sebagai dua organisme komposit yang terdiri dari alga biru/hijau dengan jamur jenis Ascomycotina atau Basidiomycotina yang bisa kita temukan pada kulit, cabang/ ranting pohon anggur,terutama sering terjadi dibeberapa lingkungan yang memiliki cuaca panas extrim,tidak terkecuali Indonesia kalau datang musim kemarau bisa mudah terinfeksi.

    C. Downy Mildew (Jamur)
    Gejalanya fisik yang kelihatan adalah daun kelihatan kuning, di bagian bawah terlihat ada tepung warna putih-kuning. Daun, bunga maupun tandan muda bisa mati bila terkena penyakit ini terutama saat musim penghujan atau kelembaban yang tinggi.

    D. Powdery Mildew

    Gejala fisik yang terlihat adalah pada permukaan daun terdapat bedak tipis putih kelabu. Bagian yang diserang pada tanaman anggur adalah bagian pucuk, bunga dan buah muda bahkan dapat merusak ranting sehingga jadi kerdil dan rusak.

    E. Penyakit busuk hitam

    Akibat yang ditimbulkan dari penyakit busuk hitam ini adalah buah anggur menjadi keriput, busuk dan gugur.

    F. Phakospora Vitis
    Ciri fisik yang terlihat adalah daun bagian bawah tertutup tepung berwarna orange (massa sporanya).

    G. Peronospora

    Bagian yang diserang adalah bagian daun anggur. Jika keadaan udara terlalu lembab, maka jamur ini menyerang daun anggur dan dapat dikenali karena spora berwarna kuning di bawah daun.

    Penanggulangan penyakit secara mekanis dan kimia

    • Menata dan merapihkan ranting tanaman anggur dengan selalu diikat pada kawat rambatan.
    • Menjaga kelembaban sekitar tanaman anggur
    • Membuang ranting tidak produktif dan ranting terinfeksi yang kemudian membakarnya diluar area perkebunan.
    • Penyemprotan pestisida dengan bahan aktif tembaga oksiklorida, (28,5%) /100 liter air dengan jarak semprot 250cm dari tanaman.
    • Penyemprotan fungisida dengan bahan aktif tembaga hidroksida 250 g / 100 liter air.
    • Penyemprotan pestisida dengan bahan aktif Tembaga oksi sulfat (10%) atau belerang dengan kadar 125 g/100liter air.
    • Selalu menjaga kadar air tanah jangan sampai perakaran tanaman anggur tergenang air.
    • Menambahkan sedikit pupuk berunsur Cu (logam) bertujuan untuk pembentukan enzim-enzim dan pemulihan hijau daun (khlorofil)

    Sumber artikel: Kumpulan hasil searcing Mbah Google.

    TMA-Group

     

  • Daftar Premium Member

    Hak & Kewajiban:
    ===============>
    1. Hak mendapatkan entres gratis/BLT (ketika ready & jikalau mau)
    2. Hak mendapatkan diskon 25% untuk pembelian stek (ketika ready) dari TMA dan seller yang telah ditetapkan.
    3. Hak mendapatkan diskon 25% untuk pembelian bibit dari seller yang telah ditetapkan.
    4. Hak akses konten/area private untuk kategori kuis yang diadakan via website.
    5. Hak masuk list lomba secara otomatis tanpa pendataan.
    6. Hak mendapatkan stiker khusus premium member.
    7. Hak mendapatkan diskon 5% untuk pembelian kaos TMA.
    -> Ketentuan ini hanya berlaku 6 bulan dan setelahnya wajib daftar ulang.
    -> Kas/iuran khusus premium member akan masuk dompet TMA dan dipergunakan untuk program santunan Jompo dan Yatim Piatu.
    -> Bagi member yang berminat dengan program diatas silahkan ketik YES dan infokan nama FB yang akan diaktifkan dikolom komentar.

    Ketentuan diskon seller
    =======================
    -> Om Ann 25%
    -> Om Roni Tiger 25%
    -> Om Rio Aditya 25%
    -> Om Failal Kamal 10%
    -> Bang Jimy 25%
    -> Om Muhamad Nasron )500/pcs minimal order 3 kg planter bag
    Diskon 1000/pcs minimal order 5 kg planter bag)
    =======================
    -> Dana bisa ditransfer ke rekening bendahara TMA
    a.n Yuli widi hastuti
    BRI No.6912-01-025971-53-8
    -> Upload bukti transfer dikolom komentar.
    -> Pendaftaran tidak dibatasi kapan saja bisa dan nanti untuk masalah jangka membership akan dihitung dari mulai transaksi dana masuk.

    Informasi premium member terdaftar plus stiker bisa kunjungi link berikut -> KLIK DISINI 

    ===========================
    TMA GROUP

  • Cara Pangkas Anggur (FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING)

    FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING

    Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

    Mumpung lagi LGT6, berikut beberapa tips dari NRC India. Mari kita belajar sama-sama, mohon koreksi dan reviewnya, sehingga bisa ditambahkan info2 lainnya).

    FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING (APRIL PRUNING)

    Back pruning atau disebut juga sebagai Foundation Pruning adalah pruning dasar untuk persiapan pembuahan berikutnya yang dilakukan dengan cara menyiapkan cane yang subur dan juga menyiapkan pasokan nutrisinya.

    Sekitar 80% potensi produksi berikutnya dipengaruhi fase ini. Sehingga, perawatan perlu dilakukan pada tahapan berikut:

    1. Pre-pruning
    2. Pruning dan pertumbuhan tunas

    a. Pengembangan arsitektur canopy
    b. Fruit bud differentiation

    3. Penuaan/pematangan Cane (cane maturity)

    a. Fruit bud development
    b. Penyimpanan nutrisi

    I. PRE-PRUNING

    a. Masa istirahat sekitar 25-30 hari diperlukan anggur untuk recovery dari panen sebelumnya.

    b. Pemupukan segera untuk perkembangan akar setelah panen, sekitar 10% dari total pemupukan setahun.

    c. Penyiraman dilanjutkan sampai pruning sekitar 4000 l/acre/hari (rata-rata penguapan sekitar 7.14 mm). Kira-kira sekitar 9880 l/ha/hari (0.988 l/m2/hari atau 1 l/m2/hari).

    d. Pemberian pupuk kandang 10 ton + single super fosfat 500 kg tiap acre, 10 hari sebelum pruning (sekitar 25 ton pupuk kandang + 1235 kg SSP per hektar, atau 2.5 kg pupuk kandang + SSP 125 gr per m2).

    II. PRUNING DAN PERTUMBUHAN TUNAS

    1) PRUNING

    a. Pruning anggur dengan hanya menyisakan 1-2 bud per cane

    b. Batang/cabang kayu yang mati dibuang. Renovasi cordon jika diperlukan.

    c. Taruh hasil pruning di pit yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai kompos. Musnahkan yang terinfeksi dengan cara dibakar.

    d. Aplikasikan Hidrogen Sianamida (dormex) 1.5% (1 mL/33 mL atau 3 mL/100 mL atau 30 ml/L untuk kandungan Dormex 50%) untuk anggur dari grafting dan 1% (1 mL/50 mL atau 2mL/100 mL atau 20 ml/L) untuk anggur ownroot. Beri pewarna sebagai indicator.

    e. Semprot Bordeaux mixture 1% (Copper Sulphate 1 kg + kapur (lime) 0.6 – 0.8 kg per 100 L air) dalam waktu 48 jam setelah pruning (Copper Sulphate 10 gr + lime 6 – 8 gr per 1 L air).

    f. Pemberian Urea 80 kg + Magnesium Sulphat (MgSO4) 8 kg per acre setelah pruning (sekitar 200 kg urea + 20 kg MgSO4 per hektar atau sekitar 20 gr urea + 2 gr MgSO4 per m2)

    g. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

    2) BUD SPROUTING

    a. Bud mulai sprout dalam waktu 8 hari (ownroot) atau 15 hari (grafted) setelah pruning (Note : waktu yang dibutuhkan untuk sprout dipengaruhi beberapa hal misalnya stress akibat panen sebelumnya, masa istirahat, kondisi tanah (pengairan, kelembaban, kadar garam) dll)

    b. Serangan kutu Flea umumnya terjadi pada periode ini akibat iklim yang panas. Semprot dengan Carbaryl @ 2g/l atau Imidacloprid @ 0.4 ml/l atau Lambda Cyalothrin @ 0.5 ml/l). (Note : bisa menggunakan produk Sevin 85SP, Demolish 18EC,atau Avidor 25WP).
    Contoh kutu Flea

    3) TAHAPAN 5 DAUN (7 hari setelah sprout)

    a. Setelah sprout, tunas tumbuh sangat cepat dan bias tumbuh 5 daun dalam 7 hari.

    b. Semprot CCC @ 500 ppm untuk mengontrol vigour.

    c. Penjarangan tunas dilakukan dengan menyisakan 1 tunas per 1.5 – 2 Sq.ft yang merata di cordon (1 tunas per 1.7 – 2.2 m2).

    4) TAHAPAN 9 DAUN (10-12 hari setelah sprout).

    a. Potes pucuk hingga menyisakan 7 mata tunas untuk menginisiasi sub cane.

    b. Pemupukan dengan DAP (18:46:0) @180 kg/acre (sekitar 444 kg/ha atau 44 gr/m2)

    c. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

    Teknik SUB CANE adalah metode “Stop & Go” pengembangan tunas yang menjamin perkembangan fruitful bud/mata tunas buah dengan pengalihan sementara nutrisi ke mata tunas yang diinginkan.

    5) PERTUMBUHAN SUB CANE (30-50 setelah sprout)

    a. Pada tahapan 7+5 daun SUB CANE, atau 12 daun straight cane, semprot dengan CCC @ 500-750 ppm untuk mengontrol pertumbuhan lebih lanjut.

    b. Pemupukan dengan Sulphate of Potash/Potasium sulphate/ZK @ 87 kg/acre (21.5 gr/m2) pada 30-35 hari setelah sprout dan MgSO4 8 kg/acre (sekitar 2 gr/m2) 8-10 hari setelah pemupukan ZK

    c. Pada tahapan ini, differensiasi terjadi pada bud untuk membentuk “inflorescence primordia”.

    d. Semprot 6-BA @ 10 ppm pada hari ke 40 dan 50 dan Uracil @ 50 ppm pada hari ke 45.

    e. Penyiraman 2650 liter/acre/hari (sekitar 6543 L/ha/hari atau 0.65 l/m2/hari) untuk lahan dengan penguapan rata-rata 4.72 mm.

    f. Pertumbuhan tunas dicontrol pada tahapan 7+5+3 daun atau 15 daun dengan memotes tunas apical (pucuk). Pertumbuhan tunas ditahan dengan potes pucuk dan semprot CCC @ 500 -1000 ppm sesuai dengan kondisi tunas dan cuaca.

    III. PENUAAN/PEMATANGAN CANE/CANE MATURITY

    1) FRUIT BUD DEVELOPMENT (51-80 hari setelah sprout)

    a. Setelah pembentukan “inflorescence primordia”, perkembangannya selanjutnya terjadi di dalam “dormant bud”.

    b. Pemupukan ZK @87 kg/acre 60 hari setelah sprout untuk perkembangan bunch dan MgSO4 12 kg/acre pada hari ke 80 (ZK @ 215 kg/ha dan MgSO4 @ 30 kg/ha atau ZK @ 22 gr/m2 dan MgSO4 @3 gr/m2).

    c. Penyiraman @ 1820 L/acre/day (@4493 L/ha/hari atau 0.45 L/m2/hari) untuk penguapan rata-rata 3.25 mm. Bila curah hujan melebihi 4-5 mm/hari, penyiraman tidak diperlukan.

    2) PENYIMPANAN NUTRISI ANGGUR (81-110 hari setelah sprout)

    a. Tidak boleh ada tunas muda muncul dan jaga daun agar kondisinya sehat.

    b. Penyiraman @ 1380 L/acre/hari (@ 3407 L/ha/hari atau 0.34 L/m2/hari) selama tidak ada hujan.

    c. Sebagai bagian dari IPM (Integrated Pest Management) untuk kutu Mealy Bug (kutu putih), lakukan tindakan sbb selama periode ini:

    1. Singkirkan populasinya dengan menguas tanaman dengan Dichlorvos 2 ml/l + Neem oil 5 ml/l + Fish oil 2 ml/l.

    2. Buang kulit kayu dan pasang “gum banding” to menghindari semut dan rayap.

    3. Beri insektisida sekitar pohon dengan diameter 3” – 4” menggunakan Malathion atau Chlorpyriphos @25 kg/ha (2.5 gr/m2)

    4. Semprot dengan fungisida sulfur @ 2 gr/l air untuk mengontrol Powdery Mildew selama penuaan cane.

    5. Semprot dengan Carbendazim @ 1 gr/l air untuk mengontrol Anthracnose dan juga buang tunas-tunas baru.

    Note:

    Irigasi/penyiraman pada masing-masing tahapan tergantung kondisi tanah dan cuaca/iklim setempat.

    Note:

    – Pemupukan tergantung kondisi tanah setempat.

    – Terjemahan bebas dari “Some Tips On Cultural Practices After April Pruning” by ICAR National Research Centre For Grape

    – India (dan beberapa penjelasan tambahan)

    – Info tentang kandungan pestisida/fungisida yang beredar di Indonesia, bisa dilihat disini 

    Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

    Link Posting via Group Facebook

    TMAGroup.

  • Peraturan Lomba Grafting Anggur

    KOLOM PENDAFTARAN LOMBA GRAFTING BAREROOT VS SCION (PERORANGAN)
    =============================
    Terbuka untuk semua warga.

    Seperti yang sudah dibahas beberapa hari kebelakang melalui group TMA Tips Menanam Anggur, Bahwa dalam rangka menyambut tahun baru 2018 Kita akan mengadakan edukasi grafting bersama yang dikemas dalam bentuk perlombaan.

    #KETENTUAN:

    1. Media lomba batang bawah/rootstock menggunakan bareroot/rootstock dipolibag yang sudah berakar maksimal umur 6 bulan.
    2. Penanaman dalam pot/planterbag minimal diameter 25 cm (wajib ditandai nama EDUKASI GRAFTING 2018). Penyemaian sementara pasca grafting boleh dipolybag kemudian jika sudah kuat dipindah tempat.
    3. Peserta terdaftar wajib memiliki bahan roostock/bareroot sendiri.
    4. Jenis Rootstock bebas
    5. Jenis scion bebas dengan syarat menyebutkan diawal perlombaan. jika tidak tersidia ada alternatif Jenis Scion menggunakan Transfiguran/luchisty/Jupiter/Bogatyanovsky dari panitia.
    6. Setiap calon peserta wajib mencantumkan photo rootstock yang akan diikutsertakan dikolom komentar ketika pendaftaran untuk dilihat kelayakanya.
    7. Wajib update laporan dikolom yang akan disediakan dengan catatan setiap pengambilan photo wajib dilokasi yang sama dan dari arah yang sama.

    #TEKNIS:

    1. Model/cara grafting bebas.
    2. Grafting dibagian batang tua (Hardwood)
    3. Scion hanya 1 bud/mata
    Detail bisa dilihat disini

    #KRITERIA_PENILAIAN:

    1. Bibit paling tinggi & subur
    2. Bibit tidak terindikasi hama/penyakit
    3. Diambil 5 besar lalu polling.
    4. Pemenang hanya 3 orang 1.2.3.

    #HADIAH:

    Akan diinformasikan setelah melihat dana dari jumlah peserta.

    -> Pembukaan dimulai dari sekarang sampai 25 desember.
    -> Dana registrasi wajib Rp.25.000/peserta.
    -> Setiap peserta terdaftar akan terus diupdate dikolom komentar ini.
    -> Ketentuan yang dianggap perlu akan diupdate kemudian.
    -> Durasi 3 bulan minggu pertama januari – april 2018

    Link pendaftaran melalui -> DAFTAR

    ‘Jangan merasa bosan untuk belajar’
    —————
    TTD
    Panitia
    cc: All pengurus

Leave a Reply