Daftar Peserta LGT-2

NAMA PESERTA

============

1. Andre budiyanto
2. Sugianto
3. Khothibulloh Muhammad/Intan Gumalo
4. Nur ali
5. Bhre Chakrabhuma /Sumardi
6. Yenny
7. Yanto Khansa /Eko Aryanto
8. Sri Anita Damayanti
9. Thoyeb Jumin
10. Hanafi Kentos Hanafi
11. Beny Kurniawan
12. Kaesaryo Ministy
13. Indra Giri
14. Hening/didin
15. BADARUDIN SAFEI
16. Danang Nugroho
17. Erfan Hannz Mansiz erfan fahroji
18. Andika eko prastowo
19. Dian arfendie
20. Ilyas sholihin
21. Holis
22. Rizal
23. Elly Rochlia
24. Syahrir Bima
25. ecih nurhayati
26. Sidareja
27. Ridwan effendi
28. Wahyudi
29. Selistyanto
30. Ujang sujana

 

TMA-GROUP

  • Menanam Anggur Bersama TMA (LGT)

    Jika pada event LGT (Lets Grow Together ) sebelumnya masih bergelut seputar menumbuhkan stek/cutting anggur, untuk lgt6 2019 kali ini ada yang berbeda dan lebih menantang bagi para pejuang LGT mengingat target dari perlombaan adalah kwalitas buah.

    Ini menjadi daya tarik bagi penghobi untuk berusaha seoptimal mungkin dan membawa varietas jagoanya dijuara tiga besar.

    Tentunya menjadi juara bukan hal utama yang lebih penting dari itu semua adalah konsistensi & kontinuitas dalam menjalin persatuan dan kebersamaan sehobi sepeng-anggur-an.

    LGT#6 (2019) akan dikemas menjadi dua seri lomba yaitu.

    #SeriA “Lomba membuahkan” dengan bahan pohon induk yang dimiliki setiap peserta
    #SeriB “Lomba membuahkan” dari mulai menanam cutting/grafting

    Berikut syarat & mekanisme #LGT6_SeriA

    1. Bahan & Teknis

    a. Bahan lomba adalah pohon induk yang dimiliki peserta
    b. Umur pohon tidak dibatasi
    c. Varietas bebas (“Lokal/Import”)
    d. Model pruning bebas
    e. Treatment bebas

    2. Kategori Point & Penilaian:
    a. Jumlah tandan/pohon = 20 point
    b. Berat tandan = 25 point
    c. Berat butiran buah = 5 point
    d. Banyak butiran/tandan = 5 point
    e. Kwalitas warna buah = 10 point.
    f. Mulus tidak berjamur 25 point
    g. Dokumentasi + tips diakhir lomba = 10 point

    Kenapa varietasnya bebas …?
    1. Karena tidak setiap orang memiliki induk jenis tertentu.
    2. Supaya lebih variatif mengingat setiap jenis berbeda karakter dan hasil, begitu juga pengaruh alam dan campur tangan pemiliknya.

    Contoh: Peserta No1 memilih varietas A, anggap saja genjah, mudah berbuah, mantep, top markotop bla, bla,bla. Namun hasil akhir belum tentu mendapatkan ke-7 point diatas yang berjumlah 100 point. Semua kemungkinan bisa terjadi meskipun mengandalkan varietas biasa.

    #Pemenang
    adalah yang berhasil mengumpulkan 100 point, jika tidak ada akan diambil yang paling besar. Pertama, kedua dan ketiga.

    #Diskualifikasi
    – Peserta yang pohon anggurnya zonk pasca pruning “tidak membawa bunga”, otomatis dianggap gugur.
    – Peserta yang tidak laporan bulanan otomatis gugur

    #Waktu_Pruning
    Waktu pemangkasan akan diberlakukan awal bulan 3 (maret) sampai akhir. Bagi peserta lomba bisa memilih tanggal tertentu dibulan 3 dan harus mendokumentasikanya untuk laporan pertama.

    #Dana_konstribusi
    Untuk menambah biaya pengadaan hadiah cuma-cuma diakhir lomba, setiap peserta akan dibebani sejumlah Rp. 25.000 (Transfer ke dompet TMA)

    #Hadiah
    Hadiah berupa uang tunai dan pernak pernik lainya akan diinfokan setelah melihat calon terdaftar.

    #Pendaftaran
    Waktu pendaftaran dibuka mulai sekarang dan bisa diajukan dikolom komentar link disini

    dengan format: Nama + Varietas + Umur pohon Contoh: Bayu + Isabela

    Yukk meriahkan LGT kali ini dengan warna warni buah anggur dan ajukan varietas terbaik-mu diajang #LGT6_SeriA.

    #Ketentuan yang dianggap perlu akan ditambahkan kemudian.

    #Silahkan untuk mengajukan saran & pertanyaan jika kurang difahami.

    Tim LGT#6TMAgroup

  • 3 Tips Memperhatikan Tanaman Anggur (Musim Hujan)

    Anggur sebagai tanaman yang membutuhkan air dalam jumlah yang relatif sedikit dibanding tanaman lain akan sedikit mabuk :D dan kejang-jenag  jika diguyur air hujan terus menerus. Meskipun belum menemukan data pasti untuk daerah kita berapa banyak pasokan air yang dibutuhkan tanaman anggur secara proporsional.  Usaha kita hanya berdo’a dan memberikan perhatian exstra ketika musim penghujan datang karna bukan cerita lagi jika dimusim hujan akan banyak menemui kendala dan tantangan.

    Berikut 3 hal yang mesti diwaspadai:

    1. Populasi OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) meningkat.
    Jika dimusim kemarau Kita kadang hanya dihadapkan dengan sedikit serangan hama dan penyakit, untuk musim hujan seperti ini saatnya kita masuk SIAGA-1, siapkan alat tempur terbaik (pestisida insektisida & pestisida pungisida).

    Serangan OPT Downy Mildew yang sering sekali menyerang bagian pucuk daun bahkan bunga anggur akan sangat menyeramkan, ditambah dengan serangan grilya antraknosa rasanya sudah cukup beban penderitaan anggur kesayangan kita. ‘Ah ngeri ngeri sedap.!’ Untuk itu, Kita harus ekstra waspada, selalu memonitoring dan antisipasi sebelum semuanya terlambat.

    Baca juga tips pembibitan cutting anggur 

    dan cara pangkas pohon anggur yang baik

    Gejala akibat serangan kedua OPT tersebut:

    1. Downy Mildew (Jamur)

    Gejala fisik awal biasanya berupa bercak kecil berwarna kuning, kemudian jika dibiarkan akan terus merambat sampai daun kelihatan kuning totol coklat mirip terbakar dan kadang  jika serangan penyakit parah, daun-daun tersebut dapat mengering sehingga daun akan mudah hancur dan tentu memiliki dampak negatif terhadap pertumbuhan pohon anggur secara keseluruhan akibat kerusakan dan kinerja daun tidak optimal. “Begono ceritane, cukup mengerikan bukan :D”

    2. Antakronsa (gambar detail bisa dilihat dilik berikut Read)

    a. Indikasi pada daun
    – Daun anggur ditandai dengan bintik- bintik kecil, bulat gelap
    – Bintik meluas dan berkembang menjadi berwarna pucat putih dengan tepi berwarna coklat dan kemudian hitam
    – Membentuk lingkaran dan lobang pada daun.
    – Infeksi berat mengakibatkan daun cacat, mengkerut dan drop tanpa didahului menguning.

    b. Indikasi pada tunas/shoots/ranting
    – Membentuk garis lurus memanjang dengan tepi berwarna abu dan coklat kemerahan.
    – infeksi berat mengakibatkan ranting pecah dan rapuh.

    c. Indikasi pada buah
    – Size berry small (hanya mencapai diameter 6mm)
    – Ditemukan bintik merah melingkar & dibagian tengah lingkaran berwarna abu kehitaman.
    – Exstrimnya buah menjadi retak dan tidak membesar lagi akhirnya gugur.

    Tips Antisipasi Mekanis:

    – Rajin memperhatikan dan membuang daun atau ranting yang terindikasi infeksi kedua opt ini.
    – Memperhatikan drainase setiap saat supaya bagian area penanaman anggur tidak tergenang.
    – Membuat GH jika ada modal lebih :D
    – Membuat pernyataan mundur jadi pengANGGURan ( jangan terlalu baperan )kikikkk
    – Ya intinya sering patroli siang dan malam, begitu.

     

    Tips Antisipasi Kimia:

    – Siapkan alat tempur bermerk antacol (pestisida pungsida) lalu disemprotkan secara rutin.
    – Nanti nunggu tukang obat berkomentar jika mau tahu merk merknya :D

    2. Perebutan Nutrisi

    Biji2an yang kadang kita buang dimusim kemarau saatnya menampakan kehidupan, ya salah siapa buang sampah tidak pada tempatnya :D. Perebutan nutrisi tanaman anggur kita VS gulma-gulma berkeliaran cukup mengganggu dan menguras tenaga. Selalu bawa pacul dan parang kemanapun Anda pergi, hihi, Kasihan dunk anggurnya masa malah gulma yang subur sedangkan anggur kerdil.

    3. Kurang Intensitas Matahari

    Yaaa mendung lagi, kapan mataharinya keluar, namanya juga musim hujan mak ya ademmm. Tanaman anggur kita tidak mau tahu bagaimana jalanya yang pasti mereka butuh sinar matahari yang cukup untuk berfotosintesis. Solusi bijaknya jika kita sayang sama itu anggur yaitu dengan cara mengatur tanaman jangan sampai terlalu rimbun supaya sinar masuk merata dan mengenai sasaran. Potongin aja yang kira2 mengahalangi, bisa terapkan jurus “potestock” siapa tahu bawa bunga. hihi.

    TAMAT

    TMAGROUP

     

     

     

  • Cara Pangkas Anggur (FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING)

    FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING

    Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

    Mumpung lagi LGT6, berikut beberapa tips dari NRC India. Mari kita belajar sama-sama, mohon koreksi dan reviewnya, sehingga bisa ditambahkan info2 lainnya).

    FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING (APRIL PRUNING)

    Back pruning atau disebut juga sebagai Foundation Pruning adalah pruning dasar untuk persiapan pembuahan berikutnya yang dilakukan dengan cara menyiapkan cane yang subur dan juga menyiapkan pasokan nutrisinya.

    Sekitar 80% potensi produksi berikutnya dipengaruhi fase ini. Sehingga, perawatan perlu dilakukan pada tahapan berikut:

    1. Pre-pruning
    2. Pruning dan pertumbuhan tunas

    a. Pengembangan arsitektur canopy
    b. Fruit bud differentiation

    3. Penuaan/pematangan Cane (cane maturity)

    a. Fruit bud development
    b. Penyimpanan nutrisi

    I. PRE-PRUNING

    a. Masa istirahat sekitar 25-30 hari diperlukan anggur untuk recovery dari panen sebelumnya.

    b. Pemupukan segera untuk perkembangan akar setelah panen, sekitar 10% dari total pemupukan setahun.

    c. Penyiraman dilanjutkan sampai pruning sekitar 4000 l/acre/hari (rata-rata penguapan sekitar 7.14 mm). Kira-kira sekitar 9880 l/ha/hari (0.988 l/m2/hari atau 1 l/m2/hari).

    d. Pemberian pupuk kandang 10 ton + single super fosfat 500 kg tiap acre, 10 hari sebelum pruning (sekitar 25 ton pupuk kandang + 1235 kg SSP per hektar, atau 2.5 kg pupuk kandang + SSP 125 gr per m2).

    II. PRUNING DAN PERTUMBUHAN TUNAS

    1) PRUNING

    a. Pruning anggur dengan hanya menyisakan 1-2 bud per cane

    b. Batang/cabang kayu yang mati dibuang. Renovasi cordon jika diperlukan.

    c. Taruh hasil pruning di pit yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai kompos. Musnahkan yang terinfeksi dengan cara dibakar.

    d. Aplikasikan Hidrogen Sianamida (dormex) 1.5% (1 mL/33 mL atau 3 mL/100 mL atau 30 ml/L untuk kandungan Dormex 50%) untuk anggur dari grafting dan 1% (1 mL/50 mL atau 2mL/100 mL atau 20 ml/L) untuk anggur ownroot. Beri pewarna sebagai indicator.

    e. Semprot Bordeaux mixture 1% (Copper Sulphate 1 kg + kapur (lime) 0.6 – 0.8 kg per 100 L air) dalam waktu 48 jam setelah pruning (Copper Sulphate 10 gr + lime 6 – 8 gr per 1 L air).

    f. Pemberian Urea 80 kg + Magnesium Sulphat (MgSO4) 8 kg per acre setelah pruning (sekitar 200 kg urea + 20 kg MgSO4 per hektar atau sekitar 20 gr urea + 2 gr MgSO4 per m2)

    g. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

    2) BUD SPROUTING

    a. Bud mulai sprout dalam waktu 8 hari (ownroot) atau 15 hari (grafted) setelah pruning (Note : waktu yang dibutuhkan untuk sprout dipengaruhi beberapa hal misalnya stress akibat panen sebelumnya, masa istirahat, kondisi tanah (pengairan, kelembaban, kadar garam) dll)

    b. Serangan kutu Flea umumnya terjadi pada periode ini akibat iklim yang panas. Semprot dengan Carbaryl @ 2g/l atau Imidacloprid @ 0.4 ml/l atau Lambda Cyalothrin @ 0.5 ml/l). (Note : bisa menggunakan produk Sevin 85SP, Demolish 18EC,atau Avidor 25WP).
    Contoh kutu Flea

    3) TAHAPAN 5 DAUN (7 hari setelah sprout)

    a. Setelah sprout, tunas tumbuh sangat cepat dan bias tumbuh 5 daun dalam 7 hari.

    b. Semprot CCC @ 500 ppm untuk mengontrol vigour.

    c. Penjarangan tunas dilakukan dengan menyisakan 1 tunas per 1.5 – 2 Sq.ft yang merata di cordon (1 tunas per 1.7 – 2.2 m2).

    4) TAHAPAN 9 DAUN (10-12 hari setelah sprout).

    a. Potes pucuk hingga menyisakan 7 mata tunas untuk menginisiasi sub cane.

    b. Pemupukan dengan DAP (18:46:0) @180 kg/acre (sekitar 444 kg/ha atau 44 gr/m2)

    c. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

    Teknik SUB CANE adalah metode “Stop & Go” pengembangan tunas yang menjamin perkembangan fruitful bud/mata tunas buah dengan pengalihan sementara nutrisi ke mata tunas yang diinginkan.

    5) PERTUMBUHAN SUB CANE (30-50 setelah sprout)

    a. Pada tahapan 7+5 daun SUB CANE, atau 12 daun straight cane, semprot dengan CCC @ 500-750 ppm untuk mengontrol pertumbuhan lebih lanjut.

    b. Pemupukan dengan Sulphate of Potash/Potasium sulphate/ZK @ 87 kg/acre (21.5 gr/m2) pada 30-35 hari setelah sprout dan MgSO4 8 kg/acre (sekitar 2 gr/m2) 8-10 hari setelah pemupukan ZK

    c. Pada tahapan ini, differensiasi terjadi pada bud untuk membentuk “inflorescence primordia”.

    d. Semprot 6-BA @ 10 ppm pada hari ke 40 dan 50 dan Uracil @ 50 ppm pada hari ke 45.

    e. Penyiraman 2650 liter/acre/hari (sekitar 6543 L/ha/hari atau 0.65 l/m2/hari) untuk lahan dengan penguapan rata-rata 4.72 mm.

    f. Pertumbuhan tunas dicontrol pada tahapan 7+5+3 daun atau 15 daun dengan memotes tunas apical (pucuk). Pertumbuhan tunas ditahan dengan potes pucuk dan semprot CCC @ 500 -1000 ppm sesuai dengan kondisi tunas dan cuaca.

    III. PENUAAN/PEMATANGAN CANE/CANE MATURITY

    1) FRUIT BUD DEVELOPMENT (51-80 hari setelah sprout)

    a. Setelah pembentukan “inflorescence primordia”, perkembangannya selanjutnya terjadi di dalam “dormant bud”.

    b. Pemupukan ZK @87 kg/acre 60 hari setelah sprout untuk perkembangan bunch dan MgSO4 12 kg/acre pada hari ke 80 (ZK @ 215 kg/ha dan MgSO4 @ 30 kg/ha atau ZK @ 22 gr/m2 dan MgSO4 @3 gr/m2).

    c. Penyiraman @ 1820 L/acre/day (@4493 L/ha/hari atau 0.45 L/m2/hari) untuk penguapan rata-rata 3.25 mm. Bila curah hujan melebihi 4-5 mm/hari, penyiraman tidak diperlukan.

    2) PENYIMPANAN NUTRISI ANGGUR (81-110 hari setelah sprout)

    a. Tidak boleh ada tunas muda muncul dan jaga daun agar kondisinya sehat.

    b. Penyiraman @ 1380 L/acre/hari (@ 3407 L/ha/hari atau 0.34 L/m2/hari) selama tidak ada hujan.

    c. Sebagai bagian dari IPM (Integrated Pest Management) untuk kutu Mealy Bug (kutu putih), lakukan tindakan sbb selama periode ini:

    1. Singkirkan populasinya dengan menguas tanaman dengan Dichlorvos 2 ml/l + Neem oil 5 ml/l + Fish oil 2 ml/l.

    2. Buang kulit kayu dan pasang “gum banding” to menghindari semut dan rayap.

    3. Beri insektisida sekitar pohon dengan diameter 3” – 4” menggunakan Malathion atau Chlorpyriphos @25 kg/ha (2.5 gr/m2)

    4. Semprot dengan fungisida sulfur @ 2 gr/l air untuk mengontrol Powdery Mildew selama penuaan cane.

    5. Semprot dengan Carbendazim @ 1 gr/l air untuk mengontrol Anthracnose dan juga buang tunas-tunas baru.

    Note:

    Irigasi/penyiraman pada masing-masing tahapan tergantung kondisi tanah dan cuaca/iklim setempat.

    Note:

    – Pemupukan tergantung kondisi tanah setempat.

    – Terjemahan bebas dari “Some Tips On Cultural Practices After April Pruning” by ICAR National Research Centre For Grape

    – India (dan beberapa penjelasan tambahan)

    – Info tentang kandungan pestisida/fungisida yang beredar di Indonesia, bisa dilihat disini 

    Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

    Link Posting via Group Facebook

    TMAGroup.

  • Catatan & Deskripsi Anggur Transfiguration

    Belum kumplit jika Anda sebagai Kolektor belum menanam jenis ini, ya Transfiguration sudah sangat populer dikalangan pecinta anggur. Rasa buah tidak kalah dengan jenis lain, manis, warna menarik, sudah sangat beradaptasi ditanam diberbagai daerah dan mudah berbuah. Tidak heran jika sebagai pemula yang baru mengenal anggur akan mendapat rekomendasi menanam jenis ini.

    Ayo hiasi pekarangan rumah Anda dengan menanam anggur jenis Transfiguration, dijamin akan membuat perhatian orang lewat.

    Berikut deskripsinya:

    Nama Varietas: Transfiguration
    Warna buah: Merah kekuningan
    Bentuk: Oval
    Rasa: manis
    Berat tandan: 1000gram
    Berat butiran: 13-20gram
    Diameter rata2 buah: 2,5-3,5 cm
    Brix: 20-23%
    Pematangan: 110-120 hari
    Tingkat adptasi: sangat baik & vigor (rekomended)

    Lihat videonya dilink berikut YOUTUBE

    Bergbung dengan group Tips Menanam Anggur

    TMAgroup

Leave a Reply