Daftar Peserta LGT-3

Daftar peserta LGT-3
————————-

1. Bhre Chakrabhumi -> ID 273
2. Atik Indriyani -> ID 211
3. Ayung Cecy Almeera -> ID 137
4. Tri Indra Jaelani
5. Hening Hening DIDIN -> ID 293
6. Muhammad Mursyid -> ID 142
7. W Bayu G Murti -> ID 119
8. Arif Mbelah
9. Andre Perindo -> ID 340
10. Ahmad Syafei -> ID 192
12. Mulyadi Ayahe Callista -> ID 47
13. Jeffry Alfiansyah -> ID 263
14. Ade Umy Ade -> ID 126
15. bie moeslem -> ID 163
16. Hanafi kentos -> ID 346
17. YULIA LATIEF -> ID 221
18. Samirzon Radisma -> ID 78
19. beny kurniawan -> ID 199
20. IncubiFarm -> ID 342
21. Ina Ramdhani -> ID 38
22. Wahyu Abu Muadzah
23. Tini suwartini -> ID 135
24. Hasan -> ID 339
25. Tabulampot Sidabowa -> ID 120
26. Made Sumardhana -> ID 134
27. Domex -> ID 21
28. KangBro Bin MasBro ->
29. DAFTAR LUDIONO -> ID 146
30. Ridwan Effendi -> ID 145
31. Dhe Susanto
32. Sonny D’Shichibukai
33. Kodok Idjoe -> ID 156
34. Dika Rafli Andika -> ID 191
35. Ayahe Aulia Kamila -> ID 269
36. Nooray Ali -> ID 56
37. Teddy Irawan -> ID 361
38. Erfan Hannz Mansiz -> ID 288
39. Jarwanto -> ID 29
40. Dèw? Sépt -> ID 23
41. Amoen Buteres El Achmad
42. Ira Afrizal Ira -> ID 358
43. Rini Sarif -> ID 59
44. FahmiRakha -> ID 255
45. Fajriansyah Jie -> ID 359
46. Kaerudin Didin -> ID 130
47. Algca Vatira -> ID 170
48. idwan Ijan Thea -> ID 68
49. Sarif Paving
50. Sai syaifuddin -> ID 351
51. Yusep Bray -> ID 136
52. MDwim -> ID 144
53. Sentra Tin
54. Siti Mulyani -> ID 287
55. Tutut Setiyani
56. Hen Bobon -> ID 30
57. Diny Hy -> ID 24
58. Wahyu -> ID 37
59. Rochmandolop -> ID 226
60. Yenny Hartono -> ID 278
61. Yeni Djarkasih -> ID 325
62. Mas Yadi Kokka -> ID 93
63. Pak Ros Canarys -> ID 66
64. Amy Jbi -> ID 175
65. Aridhayani Aziz Nani
66. Nurul Farida -> ID 304
67. Setiawan Iwan -> ID 198
68. Dian ning nida
69. Nikki Niki Zaen -> ID 105
70. Sigit Murhofiq -> ID 344
71. M Hary Adv -> ID 202
72. Catur Pamungkas Aji -> ID 138
73. Mase Jeporo
74. agus Soesanto -> ID 103
75. Aryono Arya Lingga
76. Dian T. Lubis -> ID 111
77. Iput Syarifuddin -> ID 258
78. Sony Zmp -> ID 264
79. Selis Tyanto -> ID 173
80. Cipto Jimon -> ID 102
81. Mey Ridwana -> ID 4
82. Qulo SeTyo -> ID 76
83. Indra Giri -> ID 162
84. Huseinbasyuni -> ID 32
85. Ayu Jogja -> ID 3
86. Badarudin Safe’i -> ID 15
87. Agung Epo Darmawan
88. Rizki Alid -> ID 362
89. Bella Rita Nurjannah
90. Titin Sutianah -> ID 96
91. Ihsan Murri S -> ID 180
92. Batik Hadi Wijaya
93. Khair Khaizuran Ali
94. Ibni Ihsan -> ID 203
95. Saipul Anwar -> ID 117
96. Diny Leeyou -> ID 24
97. Jath Satari -> ID 205
98. Tony Iton -> ID 147
99. Enjang Jamaludin -> ID 244
100. Hendry Tan -> ID 31
101. Marles Hutabalian -> ID 45
102. Widaya Na Fitri
103. Ikrom Manggar -> ID 185
104. Uyep Rahmat -> ID 180
105. Eliss Elisajja -> ID 204
106. Nashrul Alam -> ID 159
107. Aris Munandar -> ID 355
108. cornelia -> ID 17
109. Muhammad Ilham
110. Rizal Nasa -> ID 187
111. Ode Jaya
112. Dadan Kurniawan -> ID 19
113. Dedes Said
114. Khurmen -> ID 42
115. Indra Syafri -> ID 338
116. At Tin
————–

TMA-GROUP

  • How to Prune a Grape Vine

    How to Prune a Grape Vine.

    Andrew Teubes-VG Nurseries link pdf download

    In this presentation

    1. Pruning objectives

    a. Controlling the size and structure of the vine
    b. Regulate crop size
    c. Maintain a balance between vegetative growth and fruiting – maximizing the yield potential while maintaining the health of the plant

    2. Grape fruitfulness

    a. Fruitfulness depends on
    – Grape variety (genetic)
    – Foliage management (summer practices)
    b. Sunlight penetration into canopy during and after flowering
    c. Fruitfulness involves the number of clusters per bud as well as the weight of the clusters per bud as well as the weight of the clusters

    3. Types of pruning

    a. Short spurs/bearers (2 buds)
    – High fertility cultivars on cordon trellis
    – Flame Seedless, Victoria, Dan-ben-Hannah, Alphonse Lavalleé

    – Used for varieties that shows high enough fruitfulness on basal buds
    – Vine structure is permanent cordon system
    – Shoot positioning normally vertical (VSP) or at angle (Gable, Y-trellis)
    – Spacing between spurs of 12-15 cm important ( Sunlight penetration, Space for the clusters)

    c. Cane/short canes (5-8 buds) & Canes (10-14 buds)

    – Medium fertile cultivars
    – Red Globe, Autumn Royal
    – Low fertility cultivars
    – Thompson Seedless/Kishmish

    – Used for varieties with low natural fruitfulness on basal buds (1-3)
    – Vine structure consists of permanent trunk with annual renewal canes
    – Shoot positioning can be vertical or horizontal
    – VERY IMPORTANT: For every one (1) cane that is pruned, one (1) 2 bud spur must also be left below the cane for renewal
    – Length of cane depends on the position of highest bud fruitfulness

    For more information please visit our website  here

     

  • Catatan & Deskripsi Anggur DIXON

    Cepetan deh siapin lobang dan cari bibitnya segera tanam dari pada diam dan hanya melihat buah anggur milik orang:D

    Gak peduli Anda pemula atau sebaliknya pokonya kudu wajib koleksi anggur jenis DIXON ya. Testimoninya seh sudah banyak yang berbuah dibeberapa daerah bahkan hasilnya mirip dengan deskripsi aslinya.

    Jika dilihat dari persentase pemburu bibit digroup, jenis ini selalu dicari bibitnya. Memang seh ngeri juga kalau lihat divideo, diameternya aja segede jempol,ditambah warna buahnya hijau mengkilap, kebayang deh jika buahnya bergelantungan dipekarangan rumah Kalian. jadi pingin deh :D

    Ayo tunggu apa lagi segera hunting bibitnya dan hiasi pekarangan rumah Anda dengan anggur jenis ini.

    Berikut deskripsinya:

    Nama Varietas: Dixon
    Warna buah: Hijau-kuning
    Bentuk: Silinder
    Rasa: manis
    Berat butiran: 18-20 gram
    Berat tandan: 600-1000gram
    Brix: 17-22%
    Pematangan: 120-125 hari
    Tingkat adptasi: sangat baik & vigor (rekomended)

    Lihat videonya di YOUTUBE

  • Istilah Dalam Budidaya Anggur

    Istilah PengANGGURan

    Kumpulan istilah ini adalah rangkuman hasil kuis 4 bulan yang lalu. Tambahkan dikolom komentar untuk istilah lainya. Apasaja boleh selagi berhubungan dan familiar dengan anggur, usahakan tidak double.

    1. PengANGGURan : Orang gila anggur / terinfeksi virus anggur, kerjaanya nganggur hanya mikirin anggur. Bahasa kerenya hobbies/pemerhati tanaman anggur.

    2. Cutting/Stek : Potongan batang anggur untuk bahan bibit minimal 3 mata tunas & sudah berwarna coklat dengan diameter pencil.

    3. Node/Bud/Matun : Mata tunas

    4. Bareroot : Bibit cabutan yang telah memiliki perakaran kuat dan siap tanam.

    5. Pruning: Pemangkasan pada batang/ranting anggur untuk pembentukan atau pembuahan.

    6. Seed/Seedling: Menggunakan biji anggur sebagai bahan bibit.

    7. Tendrill/Sulur : Cabang pembelit
    Berfungsi untuk melilit objek sekitar rambatan.

    8. SPAP : Stess Air, Pemupukan, Jenuh Air, Pruning (teknik untuk merangsang pembuahan)atau proses rekayasa dormancy seperti yg terjadi dinegara subtropika dengan harapan ranting matang dan setelah dipangkas berbuah sempurna.

    9. Budbreak : Pecah tunas/tunus mulai mekar

    10. Callusting : Teknik menumbuhkan akar terlebih dahulu dari stek atau tahapan awal sebelum keluar akar.

    11. FC : Fresh Cangkok : bibit yg berasal dari cangkok yang baru saja diturunkan dari batang induk

    12. Ajir : Tiang rambatan anggur secara vertikal

    13. Para-para: Tempat rambatan anggur secara horizontal dari bahan kawat.

    14. Rootstock : Batang bawah untuk grafting atau okulasi

    15. Entress/scion : Batang atas untuk digrafting pada rootstock

    16. Grafting : Teknik perbanyakan bibit dengan cara menyambung 2 jenis varietas

    17. Cane pruning adalah pemangkasan dicabang ketiga/tersier dengan menyisakan 8-12 mata tunas yang secara praktek sama dengan metode spur.

    18. Spur Prunning adalah timing backto 2 bud ( pemangkasan cabang ketiga/tersier dengan menyisakan 2 mata tunas yang kedua mata tunas tersebut akan selalu diremajakan disetiap pemangkasan)

    19. Table Grape : Varietas anggur yang buahnya siap dikonsumsi langsung.

    20. anggur wine : Varietas anggur sebagi bahan wine/minuman.

    21. Grafting tool: peralatan grafting/okulasi

    22. Mini grafting: grafting dengan menyambungkan entress berupa potongan beberapa bud diatas root stock batang bawah.

    23. Parafilm: bahan sambung grafting berbahan semiplastik lilin.

    24. Gradasi: tingkat perubahan warna yang terjadi selama proses pematangan buah anggur.

    25. Trunk
    Trunk adalah bagian batang anggur yang pertama kali tumbuh atau biasa disebut dengan batang utama pohon anggur.

    26. Cordon
    Cordon atau biasa disebut dengan batang sekunder berjumlah dua batang dengan arah yang berlawanan, kiri dan kanan.

    27. Head
    Head adalah sebuatan untuk bagian atas trunk yang merupakan bagian transisi sebelum terbentuknya cordon, spurs atau cane.

    28. Shoots (Tunas muda)
    adalah calon batang yang masih hijau dan belum matang. Tumbuh dari bud/mata tunas yang ada pada batang berumur 1 tahun atau berwarna kecoklatan.

    29. Cabang Sekunder
    adalah cabang kedua yang tumbuh dari mata tunas yang ada dibagian trunk/batang utama. Disetiap pohon idealnya terdapat 2-7 cabang sekunder sesuai system yang digunakan

    30. Fruit cane (Ranting buah)
    adalah istilah cluster pembawa buah setelah dilakukan pemangkasan sebelumnya.

    31. Arm
    adalah penghubung antara batang’trunk’dan sekunder

    32. Ripening
    Adalah Proses pematangan buah

    33. Pariderm Browning
    Adalah Proses perubahan ranting menjadi berwarna kecoklatan

    34. Dormant / Rest
    Adalah masa terhentinya pertumbuhan aktif karena factor lingkungan, yang di tandai dengan daun yang berguguran

    35. Training System
    “Training systems” dalam budidaya tanaman anggur adalah sistem pemeliharaan pohon anggur dari mulai penanaman, pemangkasan sampai ke tahap pembuahan yang bertujuan untuk mendapatkan bentuk pohon yang sesuai kapasitasnya & untuk mempermudah dalam melakukan pemangkasan

    37. Anggur hybrid
    Hybrid dihasilkan oleh cross polination atau penyerbukan silang dari dua jenis yang berbeda. Hasil dari penyerbukan silang ini adalah mendapatkan bibit yang mewarisi keunggulan kedua indukan/tetuanya. Hasilnya adalah bibit yg stabil secara produksi, lebih bagus, lebih besar, lebih banyak, lebih produktif dan lebih manis tentunya. Namun sayangnya anggur-anggur jenis hybrid ini umumnya akan gagal menurunkan sifat stabil itu kepada anakannya yang bersumber dari biji.

    38. Repoting / Grounding
    Penanaman anggur langsung ditanah setelah kondisi bibit siap ditanam

    39. Vigour: Pertumbuhan cepat

    40. Internode: Jarak antar mata tunas atau shoot

    42. Full sun: Terkena sinar matahari dari pagi hingga sore

    43. Full rain: Bebas terkena air hujan langsung

    44. Trellis: Terali/tempat rambat

    45. Sucker : Biasa juga disebut dengan Tunas Air, yaitu tunas muda yang muncul pada bagian batang tua, seperti pada bagian trunk ataupun head.

    46. BLT= bantuan langsung tancap

    47. LGT: Lets Grow Together

    48. HST: Hari setelah tanam

    49. HSP: Hari setelah prunning

    50. Girdling adalah proses menguliti kulit pohon atau cabang yang akan diinduksi pembungaanya selebar 2.5mm tergantung diameter pohonya.

    ——————
    TMA GROUP

  • Catatan & Spesifikasi Tentang Anggur B-2

    Catatan Tentang Anggur B-2

    Ini dia varietas anggur yang wajib om/tant tambahkan ke etalase koleksi anggur yaitu  jenis B-2 yang  berhasil berbuah di 1700 mdpl, saya kira jika dilihat dari bentuk buah, warna dan daging siapapun akan tergodanya. Saya punya feeling  sepertinya tidak akan lama lagi bakal ada kiriman 1 dompol buat testy :D.

    Berikut deskripsi made in ukraina:

    – Country Of Origin: Ukraina
    – Variety Name: B-2
    – Parentage: Zaporozhye Gift” x “Viking
    – Ripening Period: 125-135 days
    – Bushes: very strong variety.
    – Pollination Requirements: Yes, Female Flower
    – Color of berry skin: Blue
    – Berry weight: 18×45 mm in length, up to 16 g.
    – Taste Berries: Harmonious taste with good sugar accumulation
    – seedless
    – Resistance to: mildew, oidium 3 points. Frost resistance -22C.

    Deskripsi made in INDONESIA

    by: Om Ale Suryadi
    – Nama Varietas: B-2
    – Masa Pematangan buah: 120 hsp
    – Ujicoba Penanaman: 1700 m dpl
    – Bentuk buah: oval lonjong.
    – Daging: crisp
    – Rasa : manis
    – Warna: blue kehitaman
    – Aroma: sedap
    – Kulit Buah: Tipis
    – Brix: Tidak sempat diuji (perkiraan 17 up)
    – Seedless : Tanpa biji
    – Resistance terhadap jamur: Baik terhadap mildew
    – GA3 treatment: No
    – Dormex pasca pruning: No
    – Tingkat adaptasi: baik
    – Teknik polinasi: Alami karna ditanam berbarengan dengan jenis lain.
    – Teknik pruning: –

    Semua varietas & spesifikasi yang dipublikasikan adalah hasil dokumentasi kawan-kawan sebagai bahan informasi untuk memudahkan pencarian bagi yang membutuhkan. Untuk optimalisasi dan pemantapan silahkan Om/Tante bisa mencoba menanamnya sendiri.

Leave a Reply