Media Tanam Anggur Terbaik

Media tanam anggur terbaik (versi TMA)

Artikel ini sebenarnya sudah ada dalam artikel Tips Pembibitan Anggur hanya sedikit perapihan dan modifikasi supaya lebih spesifik.

Baca juga 3 Cara Kreatif Menanam Anggur

Dalam Memilih dan menentukan struktur tanah sebagai media tanam sangatlah penting, mengingat bahwa proses pertumbuhan akar suatu tanaman merupakan cermin dari akar sehat dalam memberikan hasil maksimal.

Media tanam senantiasa disesuaikan dengan karakteristik jenis tanamanya, media padat atau terlalu poros sering sekali menjadi faktor penyebab tanaman anggur kita tidak dapat tumbuh dengan baik. Ya, permasalahan serius akan berdampak pada tanaman anggur Kita stagnan ataupun busuk akar. Memang banyak alasan, namun secara umum yang menjadi pemicu tersebut biasanya dari media tanam yang kita gunakan.

Nah, untuk itu dalam membuat/mencampur komposisi bahan-bahan yang akan kita jadikan media sebaiknya menjadi bahan pertimbangan terutama untuk media tabulampot dan polybag. Bagi kawan-kawan bisa mencoba resep berikut sesuai pengalaman pribadi, siapa tahu cocok dan berhasil.

METAN (Media tanam) pilihan:

1. Tanah gembur (Om/tante bisa mengambilnya dari daerah yang banyak ditanami bamboo/jagung atau tanah bekas ditumbuhin tanaman berakar serabut seperti bekas menanam bawang, cabe, kentang dll.
2. Kompos / Bokashi (pupuk kandang terfermentasi)
3. Arang sekam
4. Cocopeat atau sabut kelapa yang dihaluskan
5. dolomit / kapur pertanian secukupnya
6. Pupuk kandang terfrementasi
7. Tambkan NPK 16:16:16

perbandinga tanah2 : kompos2: arang sekam1: cocopeat1: pukan1:
Aduk semua media dan simpan selama -+2 minggu baru siap digunakan.

TMAGROUP

  • Pengendalian Busuk Akar Pada Anggur

    Pengendalian Busuk Akar Pada Anggur


    Jangan heran ketika tanaman anggur kita tiba-tiba layu atau mati mendadak, kemungkinan terbesar yang terjadi adalah disebabkan busuk akar dimana hal tersebut disebabkan kedua faktor berikut:

    1. Busuk akar bisa terjadi akibat infeksi patogen jamur seperti fusarium solani, Rhizoctonia solani dkk yang menyerang area perakara tanaman anggur kita. Indikasi awal ditandai dengan daun menguning-mengering-berguguran sampai ranting gosong yang mengakibatkan pertumbuhan terhambat dan menyebabkan kematian.

    2. Busuk akar akibat kadar air tanah berlebih. Bukan rahasiah lagi bahwa disamping berkahnya musim penghujan tiba, adakalanya menjadi momok menyeramkan bagi kita selalu pecinta anggur, ya karna dampak dari air berlebih bisa mengancam keselamatan anggur kesayangan.

    Gejala:

    a. Tanaman anggur yang terkena busuk akar biasanya kerdil dan pertumbuhan stagnan karena terhambat.
    b. Tanaman anggur kurang kokoh dan ketika tanaman dicabut akar melepuh busuk.
    c. selain kedua point diatas juga dapat ditemukan benang (hifa) berwarna putih beraroma bau busuk.
    d. Gejala dini bisa dilihat dari daun yang dihasilkan tidak normal atau kecil dibandingkan dengan tanaman sehat seusianya.

    Pengendalian mekanis dan kimia:

    1. Selalu memperhatikan dan memperbaikin drainese aliran air sehingga media tanam atau seputar tanaman anggur kita tidak tergenang.
    2. Mengurangi penggunaan pupuk berunsur Nitrogen tinggi dan mulai aplikasi pupuk berkalium untum memperkokoh bagian perakaran.
    3. Menaburkan kapur pertanian (dolomit) seputar tanaman.
    4. Memperhatikan & menjaga supaya jangan sampai perakaran terkena luka atau goresan benda tajam.
    5. Pemberian trichoderma dan PGPR dengan terget meminimalisir serangan patogen jahat.
    6. Siapkan fungisida antracol/dithane dan sejenisnya kemudian dikocor pada bagian perakaran anggur.

    Semoga Bermanfaat.

    TMAGROUP

  • Cara Menumbuhkan Cutting/Stek Anggur Dengan Media Air [Mudah]

    Cara Cutting/Stek Anggur Dengan Media Air

    Tips By: Yudi Hariyanto

    Hai Sahabat TMA, kali ini akan membagikan Tips Menumbuhkan Cutting dengan Media Air.

    Banyak sekali teknik menumbuhkan cutting/stek batang anggur dari mulai dengan cara dipendam terlebih dahulu atau bahkan ditancap langsung dipolybag, setiap teknik pastinya memiliki kekurangan dan kelebihan.

    Contoh misalkan teknik pendam cocopeat, setelah pertumbuhan cukup baik, Kita harus memindahkanya ke media tanam tanah dipolybag. Nah jika tidak ekstra hati-hati, kadang meskipun akar sudah terlihat lebat dan sehat, menjelang beberapa hari pasca pemindahan suka tiba-tiba layu dan akar busuk.

    Beda dengan teknik semai langsung dimedia tanah (polybag) semaian bibit tidak akan terganggu karena tidak dipindah-pindah kecuali jika bibit sudah siap ditanam ditanah langsung.

    Begitu juga dengan Teknik Semai Air, kita harus hati2 ketika proses pemindahan ke media padat.

    Jika Sahabat TMA ingin mencoba teknik semai air, ikuti langkah berikut:

    Siapkan Cutting/Stek anggur yang akan Kita semai air dengan kriteria sebagai berikut:

    1. Pilih cutting anggur yang sehat, bebas hama dan jamur.

    2. Pilih diameter standar “minimal ukuran pensil

    3. Pilih cutting yang sudah matang (warna kecoklatan)

    4. Ambilah minimal 3 mata tunas setiap cutting

    Langkah Penyemaian:

    1. Siapkan wadah/gelas transparan, bisa bekas air mimeral atau gelas.

    2. Isi wadah dengan air biasa, percobaan yang dilakukan 0,5cm atau kurang lebih mata tunas pertama terendam.

    3. Masukan Cutting yang sudah kita potong, posisi berdiri tegak

    4. Simpan semaian ditempat teduh (tidak tersinari matahari extrim kecuali pagi)

    5. Biarkan semaian sampak akar serabut muncul

    6. Ketika proses perendaman, ganti air secara berkala jika sudah keruh.

    Proses Pemindahan:

    1. Setelah muncul akar-akar serabut, boleh dikatakan persemaian cutting sudah 99% keatas survive.

    2. Cutting sudah bisa dipindahkan ke Polybag, Pot atau Planterbag untuk proses pertumbuhan selanjutnya.

    3. Gunakan Media tanam yang porous. komposisi yang dipakai pada percobaan sekam 2 : tanah 1 : kohe 1.

    4. Frekuensi penyiraman dilakukan 2 – 3 hari sekali.

    5. Semaian disimpan ditempat Sinar Matahari pagi.

    Selamat Mencoba
    TMAgroup

  • Catatan & Deskripsi Anggur Romeo

    Ternyata sosok “Romeo” bukan hanya berada dalam kisah cinta Juliet karya Wiliam Shakerspeare bahkan dalam kisah pengANGGURan juga ikut eksis.

    Hasil jelajah digroup anggur, ada postingan buah jenis romeo dari Om Tonnie Wong Juniarto. Buahnya cukup lebat dan membuat semangat kawan2. Warna buah menggiurkan dengan bentuk lonjong meski tanpa perlakuan ga3.

    Setelah scroll kebawah ternyata banyak juga yang posting buah anggur jenis romeo ini, tentunya ditanam didaerah berbeda dan dengan perlakuan bervariatif.

    Bisa disimpulkan bahwa jenis ini sudah adaptasi dan wajib dikoleksi. Ayo tunggu apa lagi segera hunting bibitnya dan hiasi pekarangan rumah Anda dengan anggur jenis ini.

    Berikut deskripsinya:

    Nama Varietas: Romeo
    Warna buah: merah
    Bentuk: Oval
    Rasa: manis
    Berat butiran: 9-10gram
    Berat tandan: 500-800gram
    Brix: 19-22%
    Pematangan: 120-130 hari
    Tingkat adptasi: sangat baik & vigor (rekomended)

    Lihat videonya di YOUTUBE

  • Catatan & Spesifikasi Tentang Anggur Sherkhan

    Catatan Tentang Anggur Sherkhan/Шерхан

    Berikut deskripsinya made in ukraina:

    – Country of origin: Unknow
    – Variety Name: Sherkhan/Шерхан
    – Parentage: Talisman x Kish-mish radiant
    – Ripening: Eearly-middle maturity on August 25-30.
    – Period is 125-130 days./ 115-125 days.
    – Pollination Requirements: This Grape is self-fertile (bisexual)
    – Color of berry skin: Dark Pink
    – Bushes: vigorous
    – Brix : 21-23%
    – Berry weight: 14-16 g, Size 38×26 mm
    – Bunch weight: 700-1500 g.
    – Taste Berries: Harmonious
    – Seeded
    – Resistance to mildew 3 points. Frost resistance of -22 ° C .

    Deskripsi made in INDONESIA

    by: Om Wie Day
    – Nama Varietas: Sherkhan/Шерхан
    – Country of origin: –
    – Masa Pematangan buah: 115-120 hsp
    – Ujicoba Penanaman: 0 – 25 m dpl
    – Rasa : hasil hampir sama transfiguran
    – Warna: Pink
    – Aroma: –
    – Kulit Buah: Relatif tebal
    – Brix: 24
    – Seedless/seeded: seeded
    – Resistance terhadap jamur: baik namun daun kadang kriting.
    – GA3 treatment: No
    – Dormex pasca pruning: No
    – Tingkat adaptasi: baik
    – Teknik pruning: cane 6-10

    Semua varietas & spesifikasi yang dipublikasikan adalah hasil dokumentasi kawan-kawan sebagai bahan informasi untuk memudahkan pencarian bagi yang membutuhkan. Untuk optimalisasi dan pemantapan silahkan Om/Tante bisa mencoba menanamnya sendiri.

Leave a Reply