Pemenang Lomba Tabulampot Anggur

PENUTUPAN LGT-1

Lomba perdana yang hampir -+8 bulan akhirnya sudah mencapai batas akhir pengunguman pemenang. LGT ‘Lets Grow Together ini adalah awal dari banyak agenda kebersamaan yang terus diselenggarakan sampai saat ini.

Suksesnya kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan semua warga, donatur dan panitia yang Semuanya sudah ikut berpartisipasi dalam meramaikan kagiatan LGT.

Terimakasih kepada semua peserta yang telah ikut memeriahkan dari awal perlobaan sampai sekarang dengan menjunjung sportivitas dan kejujuran.

Berikut daftar pemenang lomba tabulampot LGT-1

#Urut1: Om Supri Handoko

Hadiah:
1. Akademik/Joy Seedless/Angelica(Roni tiger)
2. Red Globe(Roni tiger)
3. Giovani(Roni tiger)
4. Cardinal (Om yunus)
5. Maroo Seedless(Om yunus)
6. Red Prince(Om yunus)
7. Yelow Belgia(Om yunus)
8. Isabela(Om yunus)
9. 1 botol dormex isi 50 ml
10. 1 sct Ga3 isi 2.5 gram
11. Beberapa entres varietas RG, Black Autumn, Codrianka, Red Flame Seedles buat bahan grafting jika diperlukan
12. Grafring modern, galahad, ninel ( donasi om Roni Tiger)
13. 3 Cutting Souvenir (donasi Om Ahmad Jauhari)
14. 2 Fc MF (donasi Om Asgar Ikamaja)
15. Uang tunai senilai Rp. 100.000

#Urut2: Om Samirzon Radisman

Hadiah:
1. Akademik/Joy Seedless/Angelica(Roni tiger)
2. Red Globe(Roni tiger)
3. Cardinal(Om yunus)
4. Maroo Seedless(Om yunus)
5. Red Prince(Om yunus)
6. Yelow Belgia(Om yunus)
7. Isabela(Om yunus)
8. 1 botol dormex isi 50 ml
9. Beberapa entres varietas RG, Black Autumn, Codrianka, Red Flame Seedles buat bahan grafting jika diperlukan.
10. Grafring galahad dan ninel ( donasi om Roni tiger)
11. 1 Cutting Souvenir (donasi Om Ahmad Jauhari)
12. 2 Fc MF (donasi Om Asgar Ikamaja)
13. Uang tunai senilai Rp. 100.000

#Urut3: Om Rahman Dental

Hadiah:
1. Red Globe(Roni tiger)
2. Giovani(Roni tiger)
3. Cardinal(Om yunus)
4. Maroo Seedless(Om yunus)
5. Red Prince(Om yunus)
6. Yelow Belgia(Om yunus)
7. Isabela(Om yunus)
8. 1 botol dormex isi 50 ml
9. Grafting ninel (donasi om Roni Tiger)
10. 1Cutting Souvenir (donasi Om Ahmad Jauhari)
11. 1 Fc MF (donasi Om Asgar Ikamaja)
12. Uang tunai senilai Rp. 100.000

#Favorite: Om Habit Adianto

Hadiah:
1 hussain_red

Terimakasih
TMAGROUP
Cc: All Panitia, Donatur, Om Yunus Indrapraja​, Om Roni Tiger​, Om Asgar Ikamaja​ dan Om Ahmad Johari Spdi​

  • Penanganan “Jamur Powdery Mildew/Embun Tepung ” pada tanaman anggur

    Embun Tepung (Powdery Mildew) adalah jamur fungus
    (Micrsphaera diffusa) yang sering sekali menyerang tanaman

    anggur. Jamur ini mudah menyebar dilokasi lembab dengan sirkulasi udara buruk terutama pada musim hujan.

    Awal infeksi tumbuh berbentuk bercak putih lalu keabu-abuan dan
    meluas kemudian daun mengering & berguguran, dampak terparah ketika menyerang diwaktu pembuahaan.

    Memang tidak begitu berbahaya namun jika tidak segera ditangani
    baik secara mekanik & kimia akan berdampak negatif terhadap
    pertumbuhan pohon terutama pada saat pembuahan karena akan menyebabkan pada bunga rontok. Buah yang terjangkit jamur ini permukaanya akan diselimuti bercak putih dan tidak akan matang sempurna.

    Dua hal yang harus dilakukan yaitu penanganan secara mekanik dengan cara membuang semua daun yang terinfeksi dan kemudian dibuang jauh dari area pohon atau dibakar.

    Jika pohon sudah terinfeksi berat terpaksa harus penanganan kimia disemprot rutin.1 minggu 1x, bisa aplikasi “Fungisida Amistartop, Dithane atau Antrol” Dosis 4 gram/mili per liter air.

    Lihat video lengkapnya di youtube -> disini

    TMaGroup.

  • Tips Penanganan Bibit Anggur Pasca Pengiriman

    Bibit hidup:

    1. Jika membeli bibit dari seller TMA, usahakan ketika datang diphoto kondisinya kemudian laporkan kepada seller bersangkutan.
    2. Biarkan bibit ditempat wadah dan media bawaanya dan tambahkan media tanam sampai polybag penuh lalu siram.
    3. Sementara hindari kontak langsung berlebihan dengan sinar matahari sampai bibit pulih dari stres kecuali pagi supaya sehat.
    4. Minggu pertama hindari pemberian pupuk kimia.
    5. Jika sudah keluar tunas baru, bibit siap dipindahkan ketempat yang lebih besar.

    Cutting:

    1. Rendam cutting dengan anti jamur jika sebelumnya belum ditreatment.
    2. Sayat bagian bawah cutting bentuk horizontal dan celupkan/oles perangsang akar.
    3. cutting siap disemai.

    Sekian & Semoga membantu.

    Tips lainya tambahkan dikolom komentar.

    TMAGroup.

  • Cara Pangkas Anggur (FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING)

    FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING

    Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

    Mumpung lagi LGT6, berikut beberapa tips dari NRC India. Mari kita belajar sama-sama, mohon koreksi dan reviewnya, sehingga bisa ditambahkan info2 lainnya).

    FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING (APRIL PRUNING)

    Back pruning atau disebut juga sebagai Foundation Pruning adalah pruning dasar untuk persiapan pembuahan berikutnya yang dilakukan dengan cara menyiapkan cane yang subur dan juga menyiapkan pasokan nutrisinya.

    Sekitar 80% potensi produksi berikutnya dipengaruhi fase ini. Sehingga, perawatan perlu dilakukan pada tahapan berikut:

    1. Pre-pruning
    2. Pruning dan pertumbuhan tunas

    a. Pengembangan arsitektur canopy
    b. Fruit bud differentiation

    3. Penuaan/pematangan Cane (cane maturity)

    a. Fruit bud development
    b. Penyimpanan nutrisi

    I. PRE-PRUNING

    a. Masa istirahat sekitar 25-30 hari diperlukan anggur untuk recovery dari panen sebelumnya.

    b. Pemupukan segera untuk perkembangan akar setelah panen, sekitar 10% dari total pemupukan setahun.

    c. Penyiraman dilanjutkan sampai pruning sekitar 4000 l/acre/hari (rata-rata penguapan sekitar 7.14 mm). Kira-kira sekitar 9880 l/ha/hari (0.988 l/m2/hari atau 1 l/m2/hari).

    d. Pemberian pupuk kandang 10 ton + single super fosfat 500 kg tiap acre, 10 hari sebelum pruning (sekitar 25 ton pupuk kandang + 1235 kg SSP per hektar, atau 2.5 kg pupuk kandang + SSP 125 gr per m2).

    II. PRUNING DAN PERTUMBUHAN TUNAS

    1) PRUNING

    a. Pruning anggur dengan hanya menyisakan 1-2 bud per cane

    b. Batang/cabang kayu yang mati dibuang. Renovasi cordon jika diperlukan.

    c. Taruh hasil pruning di pit yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai kompos. Musnahkan yang terinfeksi dengan cara dibakar.

    d. Aplikasikan Hidrogen Sianamida (dormex) 1.5% (1 mL/33 mL atau 3 mL/100 mL atau 30 ml/L untuk kandungan Dormex 50%) untuk anggur dari grafting dan 1% (1 mL/50 mL atau 2mL/100 mL atau 20 ml/L) untuk anggur ownroot. Beri pewarna sebagai indicator.

    e. Semprot Bordeaux mixture 1% (Copper Sulphate 1 kg + kapur (lime) 0.6 – 0.8 kg per 100 L air) dalam waktu 48 jam setelah pruning (Copper Sulphate 10 gr + lime 6 – 8 gr per 1 L air).

    f. Pemberian Urea 80 kg + Magnesium Sulphat (MgSO4) 8 kg per acre setelah pruning (sekitar 200 kg urea + 20 kg MgSO4 per hektar atau sekitar 20 gr urea + 2 gr MgSO4 per m2)

    g. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

    2) BUD SPROUTING

    a. Bud mulai sprout dalam waktu 8 hari (ownroot) atau 15 hari (grafted) setelah pruning (Note : waktu yang dibutuhkan untuk sprout dipengaruhi beberapa hal misalnya stress akibat panen sebelumnya, masa istirahat, kondisi tanah (pengairan, kelembaban, kadar garam) dll)

    b. Serangan kutu Flea umumnya terjadi pada periode ini akibat iklim yang panas. Semprot dengan Carbaryl @ 2g/l atau Imidacloprid @ 0.4 ml/l atau Lambda Cyalothrin @ 0.5 ml/l). (Note : bisa menggunakan produk Sevin 85SP, Demolish 18EC,atau Avidor 25WP).
    Contoh kutu Flea

    3) TAHAPAN 5 DAUN (7 hari setelah sprout)

    a. Setelah sprout, tunas tumbuh sangat cepat dan bias tumbuh 5 daun dalam 7 hari.

    b. Semprot CCC @ 500 ppm untuk mengontrol vigour.

    c. Penjarangan tunas dilakukan dengan menyisakan 1 tunas per 1.5 – 2 Sq.ft yang merata di cordon (1 tunas per 1.7 – 2.2 m2).

    4) TAHAPAN 9 DAUN (10-12 hari setelah sprout).

    a. Potes pucuk hingga menyisakan 7 mata tunas untuk menginisiasi sub cane.

    b. Pemupukan dengan DAP (18:46:0) @180 kg/acre (sekitar 444 kg/ha atau 44 gr/m2)

    c. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

    Teknik SUB CANE adalah metode “Stop & Go” pengembangan tunas yang menjamin perkembangan fruitful bud/mata tunas buah dengan pengalihan sementara nutrisi ke mata tunas yang diinginkan.

    5) PERTUMBUHAN SUB CANE (30-50 setelah sprout)

    a. Pada tahapan 7+5 daun SUB CANE, atau 12 daun straight cane, semprot dengan CCC @ 500-750 ppm untuk mengontrol pertumbuhan lebih lanjut.

    b. Pemupukan dengan Sulphate of Potash/Potasium sulphate/ZK @ 87 kg/acre (21.5 gr/m2) pada 30-35 hari setelah sprout dan MgSO4 8 kg/acre (sekitar 2 gr/m2) 8-10 hari setelah pemupukan ZK

    c. Pada tahapan ini, differensiasi terjadi pada bud untuk membentuk “inflorescence primordia”.

    d. Semprot 6-BA @ 10 ppm pada hari ke 40 dan 50 dan Uracil @ 50 ppm pada hari ke 45.

    e. Penyiraman 2650 liter/acre/hari (sekitar 6543 L/ha/hari atau 0.65 l/m2/hari) untuk lahan dengan penguapan rata-rata 4.72 mm.

    f. Pertumbuhan tunas dicontrol pada tahapan 7+5+3 daun atau 15 daun dengan memotes tunas apical (pucuk). Pertumbuhan tunas ditahan dengan potes pucuk dan semprot CCC @ 500 -1000 ppm sesuai dengan kondisi tunas dan cuaca.

    III. PENUAAN/PEMATANGAN CANE/CANE MATURITY

    1) FRUIT BUD DEVELOPMENT (51-80 hari setelah sprout)

    a. Setelah pembentukan “inflorescence primordia”, perkembangannya selanjutnya terjadi di dalam “dormant bud”.

    b. Pemupukan ZK @87 kg/acre 60 hari setelah sprout untuk perkembangan bunch dan MgSO4 12 kg/acre pada hari ke 80 (ZK @ 215 kg/ha dan MgSO4 @ 30 kg/ha atau ZK @ 22 gr/m2 dan MgSO4 @3 gr/m2).

    c. Penyiraman @ 1820 L/acre/day (@4493 L/ha/hari atau 0.45 L/m2/hari) untuk penguapan rata-rata 3.25 mm. Bila curah hujan melebihi 4-5 mm/hari, penyiraman tidak diperlukan.

    2) PENYIMPANAN NUTRISI ANGGUR (81-110 hari setelah sprout)

    a. Tidak boleh ada tunas muda muncul dan jaga daun agar kondisinya sehat.

    b. Penyiraman @ 1380 L/acre/hari (@ 3407 L/ha/hari atau 0.34 L/m2/hari) selama tidak ada hujan.

    c. Sebagai bagian dari IPM (Integrated Pest Management) untuk kutu Mealy Bug (kutu putih), lakukan tindakan sbb selama periode ini:

    1. Singkirkan populasinya dengan menguas tanaman dengan Dichlorvos 2 ml/l + Neem oil 5 ml/l + Fish oil 2 ml/l.

    2. Buang kulit kayu dan pasang “gum banding” to menghindari semut dan rayap.

    3. Beri insektisida sekitar pohon dengan diameter 3” – 4” menggunakan Malathion atau Chlorpyriphos @25 kg/ha (2.5 gr/m2)

    4. Semprot dengan fungisida sulfur @ 2 gr/l air untuk mengontrol Powdery Mildew selama penuaan cane.

    5. Semprot dengan Carbendazim @ 1 gr/l air untuk mengontrol Anthracnose dan juga buang tunas-tunas baru.

    Note:

    Irigasi/penyiraman pada masing-masing tahapan tergantung kondisi tanah dan cuaca/iklim setempat.

    Note:

    – Pemupukan tergantung kondisi tanah setempat.

    – Terjemahan bebas dari “Some Tips On Cultural Practices After April Pruning” by ICAR National Research Centre For Grape

    – India (dan beberapa penjelasan tambahan)

    – Info tentang kandungan pestisida/fungisida yang beredar di Indonesia, bisa dilihat disini 

    Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

    Link Posting via Group Facebook

    TMAGroup.

  • Tips Mencangkok Anggur Tanpa Kerat.

    Tips Mencangkok Anggur (Alami) Tanpa Kerat.

    Diantara teknik perbanyak bibit anggur secara vegetatif yaitu dengan cara dicangkok. Jika dalam tanaman lain dengan menggunakan teknik ini diharapkan cepat berbuah, tapi untuk anggur saya pribadi tidak yakin akan secepat itu karna tetap melalui step pembentukan (bahan diskusi).

    Baca juga tips pembibitan anggur dari cutting disini

    Untung & rugi:

    1. Sifat cangkok anggur yang dihasilkan akan sama dengan induknya meski belum berbuah atau mencangkok dari batang air, tidak lazim memang karna baisanya mencangkok dilakukan pada tanaman yang sudah berbuah.
    2. Teknik mencangkok anggur lebih praktis dibanding teknik stek dan okulasi. Faktanya bisa dilihat sendiri bahwa akar anggur meskipun hanya terkena media air atau keadaan area setempat lembab akan mudah mengeluarkan akar.
    3. Jika pohon induk terlalu banyak dicangkok biasanya akan sulit dibuahkan karna cabang yang berpotensi produktif pembawa bunga habis (cangkok tingkat extrim), curhatan Om Kresno Dewanto :D

    Tips:

    1. Siapkan media cangkok (cocopeat/tanah/dll)
    2. Siapkan wadah plastik, gelas plastik, polybag atau apa saja yang bisa menampung media cangkok.
    3. Setelah media cangkok siap, Bungkuskan/tempelkan pada bagian cabang yang hendak dicangkok. (entah hasil kerat, sudah keluar akar, atau bahkan tanpa kerat semua memungkinkan berhasil)

    -> selesai, hanya dengan 3 step diatas om/tant sudah memiliki bibit hasil cangkok sendiri.
    -> Hasil dari 5 percobaan mencangkok tanpa kerat 100% berhasil (Oleh Om Mustafa Akafi)
    -> Nanti ada tambahan dari ahli cangkok dikolom komentar.

    Selamat mencangkok ria

    TMAGRoup.

Leave a Reply