Pengunguman Hasil Lomba Grafting Anggur Antar Korda

PENGUNGUMAN
Berdasarkan hasil kegiatan lomba grafting antar korda dengan menggunakan media cutting (Hardwood Vs Hardwood) dan scion jenis giovani, berikut panitia sampaikan pengunguman pemenang juara -1.
 
KRITERIA JUARA.
1. Prioritas bagi yang ke-10 grafting hidup, jika tidak ada akan diambil terbanyak.
2. Berdasarkan tinggi bibit
3. Berdaun paling banyak/rimbun.
 
HADIAH.
1. Uang tunai senilai Rp. 500.000
2. Piala
 
Setelah melihat ketentuan yang tertera dalam peraturan lomba diatas. untuk kreiteria point 1 semua korda gugur karna tidak ada yang mencapai batas 10 bibit yang hidup, untuk point 2&3 korda NGAPAK & PALEMBANG masuk kriteria.
 
Hasil akhir panitia putuskan bahwa juara lomba grafting diraih oleh korda #PALEMBANG dengan bibit berhasil hidup 2 dan berdaun paling banyak dan subur.
 
Kewajiban pemenang yang harus dipenuhi:
1. Kirim alamat kumplit untuk pengiriman piala.
2. Kirim no rekening untuk transfer dana.
3. Dokumentasi silaturahmi antar anggota korda dalam berbentuk video.
4. File bisa dikirim melalui FB saya atau google drive.
 [su_custom_gallery source="media: 3883,3884,3885,3886,3887,3888,3889,3890,3891,3892,3893,3894,3895,3896,3897" limit="100" link="lightbox" width="60" height="60" title="never"]
Demikian hasil keputusan panitia dan semoga dengan diselenggarakanya lomba ini akan lebih menambah semangat dalam menyebarkan anggur.
 
#Tunggu lomba selanjutnya yang akan segera direlease.
 
Terimakasih.
TTD
Panitia Lomba

  • Catatan & Spesifikasi Anggur Jupiter

    Catatan Tentang Anggur Jupiter

    Varietas anggur Jupiter seedless (tanpa biji)pertama kali dikembangkan dan dipatenkan oleh University of Arkansas pada tahun 1998. Jenis ini sangat direkomendasikan karna bisa produktif dan beradaptasi dengan baik diberbagai darah dengan suhu berbeda, hasil produksi/H berpotensi mencapai 13 ton, pencapaian diangka tersebut cukup baik untuk mendorong pelaku usaha perkebunan anggur komersial dalam pengembanganya.

    Berikut deskripsinya:

    Grape Color: Blue, Black
    Primary Use: Table
    The variety can attain: 21 Brix
    Berry weight : 4 to 5 g in Arkansas
    Resistance to : fungal diseases
    Wine Color: Not Applicable
    Variety Origin: University of Arkansas
    Parents: Arkansas 1258 x Arkansas 1762
    Pseudonym (Tested As): ARK 1985
    Year Released: 1998
    Harvest Season: Early Season
    USDA Hardiness Zone: 5
    Sulfur Sensitivity: Not susceptible
    Vine Vigor: Medium Vigor
    Growth Habit: Trailing
    Suggested Distance Between Vines: 6 ft – 8 ft
    Vine Training System: Modified Munson
    Bud Break: Mid-Season with Concord

    Percobaan penanaman dinegri kita, ternyata jenis ini tidak begitu jauh dengan deskripsi aslinya, sangat mudah beradaptasi, tahan jamur dan tidak terlalu sulit dibuahkan. Untuk pengembangan dan pemantapan, silahkan Om/Tante bisa mencoba menanamnya sendiri.

    By Tant Ina Ramdhani
    Nama Varietas: Jupiter Seedless
    – Country of origin: USA
    – Masa Pematangan buah: 100-110 HSP
    – Ujicoba Penanaman mdpl: 20mdpl
    – Bentuk buah: Oval
    – Rasa: Harmonis (harum manis)
    – Warna: Merah tua to blue and black
    – Aroma: Kuat
    – Brix: –
    – Seedless atau seeded: seeded
    – Resistance: Sangat Baik terhadap jamur
    – GA3 treatment: tidak pakai
    – Tingkat adaptasi: Sangat Baik
    – Perlakuan Teknik pruning: 4-9 bud
    – Pengamatan Potensi bud fruitful : 7 up
    – Lain-lain: foto buah 85 hsp, tanam 1-2-2017 ‘belum matang 100% jadi diphoto masih kelihatan berwarna merah’

    Seperti biasa bahwa semua varietas & spesifikasi yang dipublikasikan adalah hasil dokumentasi kawan-kawan sebagai bahan informasi untuk memudahkan pencarian bagi yang membutuhkan

  • Catatan & Deskripsi Anggur DIXON

    Cepetan deh siapin lobang dan cari bibitnya segera tanam dari pada diam dan hanya melihat buah anggur milik orang:D

    Gak peduli Anda pemula atau sebaliknya pokonya kudu wajib koleksi anggur jenis DIXON ya. Testimoninya seh sudah banyak yang berbuah dibeberapa daerah bahkan hasilnya mirip dengan deskripsi aslinya.

    Jika dilihat dari persentase pemburu bibit digroup, jenis ini selalu dicari bibitnya. Memang seh ngeri juga kalau lihat divideo, diameternya aja segede jempol,ditambah warna buahnya hijau mengkilap, kebayang deh jika buahnya bergelantungan dipekarangan rumah Kalian. jadi pingin deh :D

    Ayo tunggu apa lagi segera hunting bibitnya dan hiasi pekarangan rumah Anda dengan anggur jenis ini.

    Berikut deskripsinya:

    Nama Varietas: Dixon
    Warna buah: Hijau-kuning
    Bentuk: Silinder
    Rasa: manis
    Berat butiran: 18-20 gram
    Berat tandan: 600-1000gram
    Brix: 17-22%
    Pematangan: 120-125 hari
    Tingkat adptasi: sangat baik & vigor (rekomended)

    Lihat videonya di YOUTUBE

  • Cara Pangkas Anggur (FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING)

    FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING

    Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

    Mumpung lagi LGT6, berikut beberapa tips dari NRC India. Mari kita belajar sama-sama, mohon koreksi dan reviewnya, sehingga bisa ditambahkan info2 lainnya).

    FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING (APRIL PRUNING)

    Back pruning atau disebut juga sebagai Foundation Pruning adalah pruning dasar untuk persiapan pembuahan berikutnya yang dilakukan dengan cara menyiapkan cane yang subur dan juga menyiapkan pasokan nutrisinya.

    Sekitar 80% potensi produksi berikutnya dipengaruhi fase ini. Sehingga, perawatan perlu dilakukan pada tahapan berikut:

    1. Pre-pruning
    2. Pruning dan pertumbuhan tunas

    a. Pengembangan arsitektur canopy
    b. Fruit bud differentiation

    3. Penuaan/pematangan Cane (cane maturity)

    a. Fruit bud development
    b. Penyimpanan nutrisi

    I. PRE-PRUNING

    a. Masa istirahat sekitar 25-30 hari diperlukan anggur untuk recovery dari panen sebelumnya.

    b. Pemupukan segera untuk perkembangan akar setelah panen, sekitar 10% dari total pemupukan setahun.

    c. Penyiraman dilanjutkan sampai pruning sekitar 4000 l/acre/hari (rata-rata penguapan sekitar 7.14 mm). Kira-kira sekitar 9880 l/ha/hari (0.988 l/m2/hari atau 1 l/m2/hari).

    d. Pemberian pupuk kandang 10 ton + single super fosfat 500 kg tiap acre, 10 hari sebelum pruning (sekitar 25 ton pupuk kandang + 1235 kg SSP per hektar, atau 2.5 kg pupuk kandang + SSP 125 gr per m2).

    II. PRUNING DAN PERTUMBUHAN TUNAS

    1) PRUNING

    a. Pruning anggur dengan hanya menyisakan 1-2 bud per cane

    b. Batang/cabang kayu yang mati dibuang. Renovasi cordon jika diperlukan.

    c. Taruh hasil pruning di pit yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai kompos. Musnahkan yang terinfeksi dengan cara dibakar.

    d. Aplikasikan Hidrogen Sianamida (dormex) 1.5% (1 mL/33 mL atau 3 mL/100 mL atau 30 ml/L untuk kandungan Dormex 50%) untuk anggur dari grafting dan 1% (1 mL/50 mL atau 2mL/100 mL atau 20 ml/L) untuk anggur ownroot. Beri pewarna sebagai indicator.

    e. Semprot Bordeaux mixture 1% (Copper Sulphate 1 kg + kapur (lime) 0.6 – 0.8 kg per 100 L air) dalam waktu 48 jam setelah pruning (Copper Sulphate 10 gr + lime 6 – 8 gr per 1 L air).

    f. Pemberian Urea 80 kg + Magnesium Sulphat (MgSO4) 8 kg per acre setelah pruning (sekitar 200 kg urea + 20 kg MgSO4 per hektar atau sekitar 20 gr urea + 2 gr MgSO4 per m2)

    g. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

    2) BUD SPROUTING

    a. Bud mulai sprout dalam waktu 8 hari (ownroot) atau 15 hari (grafted) setelah pruning (Note : waktu yang dibutuhkan untuk sprout dipengaruhi beberapa hal misalnya stress akibat panen sebelumnya, masa istirahat, kondisi tanah (pengairan, kelembaban, kadar garam) dll)

    b. Serangan kutu Flea umumnya terjadi pada periode ini akibat iklim yang panas. Semprot dengan Carbaryl @ 2g/l atau Imidacloprid @ 0.4 ml/l atau Lambda Cyalothrin @ 0.5 ml/l). (Note : bisa menggunakan produk Sevin 85SP, Demolish 18EC,atau Avidor 25WP).
    Contoh kutu Flea

    3) TAHAPAN 5 DAUN (7 hari setelah sprout)

    a. Setelah sprout, tunas tumbuh sangat cepat dan bias tumbuh 5 daun dalam 7 hari.

    b. Semprot CCC @ 500 ppm untuk mengontrol vigour.

    c. Penjarangan tunas dilakukan dengan menyisakan 1 tunas per 1.5 – 2 Sq.ft yang merata di cordon (1 tunas per 1.7 – 2.2 m2).

    4) TAHAPAN 9 DAUN (10-12 hari setelah sprout).

    a. Potes pucuk hingga menyisakan 7 mata tunas untuk menginisiasi sub cane.

    b. Pemupukan dengan DAP (18:46:0) @180 kg/acre (sekitar 444 kg/ha atau 44 gr/m2)

    c. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

    Teknik SUB CANE adalah metode “Stop & Go” pengembangan tunas yang menjamin perkembangan fruitful bud/mata tunas buah dengan pengalihan sementara nutrisi ke mata tunas yang diinginkan.

    5) PERTUMBUHAN SUB CANE (30-50 setelah sprout)

    a. Pada tahapan 7+5 daun SUB CANE, atau 12 daun straight cane, semprot dengan CCC @ 500-750 ppm untuk mengontrol pertumbuhan lebih lanjut.

    b. Pemupukan dengan Sulphate of Potash/Potasium sulphate/ZK @ 87 kg/acre (21.5 gr/m2) pada 30-35 hari setelah sprout dan MgSO4 8 kg/acre (sekitar 2 gr/m2) 8-10 hari setelah pemupukan ZK

    c. Pada tahapan ini, differensiasi terjadi pada bud untuk membentuk “inflorescence primordia”.

    d. Semprot 6-BA @ 10 ppm pada hari ke 40 dan 50 dan Uracil @ 50 ppm pada hari ke 45.

    e. Penyiraman 2650 liter/acre/hari (sekitar 6543 L/ha/hari atau 0.65 l/m2/hari) untuk lahan dengan penguapan rata-rata 4.72 mm.

    f. Pertumbuhan tunas dicontrol pada tahapan 7+5+3 daun atau 15 daun dengan memotes tunas apical (pucuk). Pertumbuhan tunas ditahan dengan potes pucuk dan semprot CCC @ 500 -1000 ppm sesuai dengan kondisi tunas dan cuaca.

    III. PENUAAN/PEMATANGAN CANE/CANE MATURITY

    1) FRUIT BUD DEVELOPMENT (51-80 hari setelah sprout)

    a. Setelah pembentukan “inflorescence primordia”, perkembangannya selanjutnya terjadi di dalam “dormant bud”.

    b. Pemupukan ZK @87 kg/acre 60 hari setelah sprout untuk perkembangan bunch dan MgSO4 12 kg/acre pada hari ke 80 (ZK @ 215 kg/ha dan MgSO4 @ 30 kg/ha atau ZK @ 22 gr/m2 dan MgSO4 @3 gr/m2).

    c. Penyiraman @ 1820 L/acre/day (@4493 L/ha/hari atau 0.45 L/m2/hari) untuk penguapan rata-rata 3.25 mm. Bila curah hujan melebihi 4-5 mm/hari, penyiraman tidak diperlukan.

    2) PENYIMPANAN NUTRISI ANGGUR (81-110 hari setelah sprout)

    a. Tidak boleh ada tunas muda muncul dan jaga daun agar kondisinya sehat.

    b. Penyiraman @ 1380 L/acre/hari (@ 3407 L/ha/hari atau 0.34 L/m2/hari) selama tidak ada hujan.

    c. Sebagai bagian dari IPM (Integrated Pest Management) untuk kutu Mealy Bug (kutu putih), lakukan tindakan sbb selama periode ini:

    1. Singkirkan populasinya dengan menguas tanaman dengan Dichlorvos 2 ml/l + Neem oil 5 ml/l + Fish oil 2 ml/l.

    2. Buang kulit kayu dan pasang “gum banding” to menghindari semut dan rayap.

    3. Beri insektisida sekitar pohon dengan diameter 3” – 4” menggunakan Malathion atau Chlorpyriphos @25 kg/ha (2.5 gr/m2)

    4. Semprot dengan fungisida sulfur @ 2 gr/l air untuk mengontrol Powdery Mildew selama penuaan cane.

    5. Semprot dengan Carbendazim @ 1 gr/l air untuk mengontrol Anthracnose dan juga buang tunas-tunas baru.

    Note:

    Irigasi/penyiraman pada masing-masing tahapan tergantung kondisi tanah dan cuaca/iklim setempat.

    Note:

    – Pemupukan tergantung kondisi tanah setempat.

    – Terjemahan bebas dari “Some Tips On Cultural Practices After April Pruning” by ICAR National Research Centre For Grape

    – India (dan beberapa penjelasan tambahan)

    – Info tentang kandungan pestisida/fungisida yang beredar di Indonesia, bisa dilihat disini 

    Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

    Link Posting via Group Facebook

    TMAGroup.

  • Dokumentasi LGT 1

    Lomba perdana yang diikuti 150 peserta akhirnya menyisakan 16 peserta yang berhasil lanjut sampai batas penutupan bulan desember. Lihat syarat lgt-1 disini

    Semoga ke3 pemenang nantinya sesuai kriteria yang ditetapkan.

Leave a Reply