Cara pangkas anggur yang baik

Pruning adalah suatu proses pemangkasan dan pemeliharaan pohon anggur dari mulai pembentukan dimasa vegetatif sampai seterusnya yang diawali dengan pemotongan batang primer/utama setelah mencapai ketinggian para-para yang tujuanya untuk supaya batang utama tersebut tidak memanjang lagi dan untuk merangsang tumbuhnya cabang kedua/sekunder yang nantinya akan diatur dan diarahkan kearah berbeda. Saat cabang sekunder mencapai panjang 2 meter, ujungnya harus dipotong agar tumbuh cabang ketiga yaitu tersier selanjutnya pemangkasan pruduksi/pembuahan pada saat pohon anggur sudah sempurna atau memiliki cabang kedua dan ketiga.

Untuk mengoptimalkan pemeliharaan dan pemangkasan didalam upaya peningkatan kwalitas dan kuantitas produksi pohon anggur, sebaiknya menerapkan metode yang sudah teruji dilapangan yaitu perpaduan antara spur dan cane.

Pertama: Spur adalah timing backto 2 bud ( pemangkasan cabang ketiga/tersier dengan menyisakan 2 mata tunas yang kedua mata tunas tersebut akan selalu diremajakan disetiap pemangkasan)

langkah pemangkasan model spur:

kedua: Cane adalah pemangkasan dicabang ketiga/tersier dengan menyisakan 8-12 mata tunas yang secara praktek sama dengan metode spur.
Langkah pemangkasan model cane:

All For Grape.

  • Lomba Grafting Anggur Korda

    LOMBA GRAFTING ANTAR KORDA (Hardwood Vs Hardwood)

    #SYARAT & KETENTUAN:
    ————————————->
    1. Durasi lomba 2 bulan terhitung dari awal september – awal november 2017
    2. Pendaftaran hanya diajukan oleh ketua korda.
    3. Stek calon rootstock berjumlah 8 cutting dan calon scion berjumlah 10-12 bud/mata tunas. Kedua varietas tersebut rahasiah hanya panitia yang tahu.
    4. Setiap stek calon rootstock hanya boleh disambung dengan 1 bud, untuk lebihnya yaitu 2 bud/mata tunas boleh buat cadangan.
    5. Teknik sambung dibebaskan sesuai keahlian masing-masing. Silahkan dimusyawarahkan melalui forum kordanya.
    6. Peralatan grafting dibebaskan, pisau, grafting tool, plastik es, wrap, parafilm dll.
    7. Setelah proses sambung selesai, wajib ditancap langsung dipolybag warna hitam dengan media tanam bebas.
    8. Wajib dokumentasi mulai stek diterima sampai perlombaaan selesai.
    9. Konstribusi wajib Rp.100.000/korda (untuk packing, ongkos kirim dan sisanya buat tambahan hadiah)
    10. Pengiriman bahan lomba hanya melalui alamat ketua korda atau jika dalam suatu korda terkendala dengan jarak tempuh, boleh dikirim langsung ke masing2 anggotanya yang ditunjuk untuk mewakili dengan syarat ongkir diluar biaya diatas dan dokumentasi tetap melalui ketuanya.

    #KRITERIA JUARA.
    —————————>
    1. Prioritas bagi yang ke-10 grafting hidup, jika tidak ada akan diambil terbanyak.
    2. Berdasarkan tinggi bibit (diphoto menggunakan meteran).
    3. Berdaun paling banyak/rimbun.

    #HADIAH.
    ======
    1. Uang tunai senilai Rp. 500.000
    2. Piala
    3. Sumbangan bibit dari donatur (jika ada)

    BATAS AKHIR PENDAFTARAN DAN PELUNASAN ADMINISTRASI SAMPAI TANGGAL 30 AGUSTUS.

    -> Dana bisa ditransfer ke rekening bendahara TMA
    a.n Yuli widi hastuti
    BRI No.6912-01-025971-53-8

    Informasi link korda melalui -> KLIK DISINI

    #KET:
    -> Jika dalam perlombaan melanggar point 4,7 & 8, maka akan dianggap gugur.

    -> Jika peserta yang daftar hanya sedikit, akan dialihkan ke perorangan.
    ——————
    TMA GROUP
    cc: Yuliastuti, Raspo, Ridwan Ijan Thea, Romi Ardiansyah, Aanwar, Hen Bobon, Ahmad Syafei, W Bayu G Murti, Hasan, Nooray Ali, Ecko Famika, Windy DeWe.

  • Tips Mencangkok Anggur Tanpa Kerat.

    Tips Mencangkok Anggur (Alami) Tanpa Kerat.

    Diantara teknik perbanyak bibit anggur secara vegetatif yaitu dengan cara dicangkok. Jika dalam tanaman lain dengan menggunakan teknik ini diharapkan cepat berbuah, tapi untuk anggur saya pribadi tidak yakin akan secepat itu karna tetap melalui step pembentukan (bahan diskusi).

    Baca juga tips pembibitan anggur dari cutting disini

    Untung & rugi:

    1. Sifat cangkok anggur yang dihasilkan akan sama dengan induknya meski belum berbuah atau mencangkok dari batang air, tidak lazim memang karna baisanya mencangkok dilakukan pada tanaman yang sudah berbuah.
    2. Teknik mencangkok anggur lebih praktis dibanding teknik stek dan okulasi. Faktanya bisa dilihat sendiri bahwa akar anggur meskipun hanya terkena media air atau keadaan area setempat lembab akan mudah mengeluarkan akar.
    3. Jika pohon induk terlalu banyak dicangkok biasanya akan sulit dibuahkan karna cabang yang berpotensi produktif pembawa bunga habis (cangkok tingkat extrim), curhatan Om Kresno Dewanto :D

    Tips:

    1. Siapkan media cangkok (cocopeat/tanah/dll)
    2. Siapkan wadah plastik, gelas plastik, polybag atau apa saja yang bisa menampung media cangkok.
    3. Setelah media cangkok siap, Bungkuskan/tempelkan pada bagian cabang yang hendak dicangkok. (entah hasil kerat, sudah keluar akar, atau bahkan tanpa kerat semua memungkinkan berhasil)

    -> selesai, hanya dengan 3 step diatas om/tant sudah memiliki bibit hasil cangkok sendiri.
    -> Hasil dari 5 percobaan mencangkok tanpa kerat 100% berhasil (Oleh Om Mustafa Akafi)
    -> Nanti ada tambahan dari ahli cangkok dikolom komentar.

    Selamat mencangkok ria

    TMAGRoup.

  • Cara Pangkas Anggur (FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING)

    FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING

    Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

    Mumpung lagi LGT6, berikut beberapa tips dari NRC India. Mari kita belajar sama-sama, mohon koreksi dan reviewnya, sehingga bisa ditambahkan info2 lainnya).

    FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING (APRIL PRUNING)

    Back pruning atau disebut juga sebagai Foundation Pruning adalah pruning dasar untuk persiapan pembuahan berikutnya yang dilakukan dengan cara menyiapkan cane yang subur dan juga menyiapkan pasokan nutrisinya.

    Sekitar 80% potensi produksi berikutnya dipengaruhi fase ini. Sehingga, perawatan perlu dilakukan pada tahapan berikut:

    1. Pre-pruning
    2. Pruning dan pertumbuhan tunas

    a. Pengembangan arsitektur canopy
    b. Fruit bud differentiation

    3. Penuaan/pematangan Cane (cane maturity)

    a. Fruit bud development
    b. Penyimpanan nutrisi

    I. PRE-PRUNING

    a. Masa istirahat sekitar 25-30 hari diperlukan anggur untuk recovery dari panen sebelumnya.

    b. Pemupukan segera untuk perkembangan akar setelah panen, sekitar 10% dari total pemupukan setahun.

    c. Penyiraman dilanjutkan sampai pruning sekitar 4000 l/acre/hari (rata-rata penguapan sekitar 7.14 mm). Kira-kira sekitar 9880 l/ha/hari (0.988 l/m2/hari atau 1 l/m2/hari).

    d. Pemberian pupuk kandang 10 ton + single super fosfat 500 kg tiap acre, 10 hari sebelum pruning (sekitar 25 ton pupuk kandang + 1235 kg SSP per hektar, atau 2.5 kg pupuk kandang + SSP 125 gr per m2).

    II. PRUNING DAN PERTUMBUHAN TUNAS

    1) PRUNING

    a. Pruning anggur dengan hanya menyisakan 1-2 bud per cane

    b. Batang/cabang kayu yang mati dibuang. Renovasi cordon jika diperlukan.

    c. Taruh hasil pruning di pit yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai kompos. Musnahkan yang terinfeksi dengan cara dibakar.

    d. Aplikasikan Hidrogen Sianamida (dormex) 1.5% (1 mL/33 mL atau 3 mL/100 mL atau 30 ml/L untuk kandungan Dormex 50%) untuk anggur dari grafting dan 1% (1 mL/50 mL atau 2mL/100 mL atau 20 ml/L) untuk anggur ownroot. Beri pewarna sebagai indicator.

    e. Semprot Bordeaux mixture 1% (Copper Sulphate 1 kg + kapur (lime) 0.6 – 0.8 kg per 100 L air) dalam waktu 48 jam setelah pruning (Copper Sulphate 10 gr + lime 6 – 8 gr per 1 L air).

    f. Pemberian Urea 80 kg + Magnesium Sulphat (MgSO4) 8 kg per acre setelah pruning (sekitar 200 kg urea + 20 kg MgSO4 per hektar atau sekitar 20 gr urea + 2 gr MgSO4 per m2)

    g. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

    2) BUD SPROUTING

    a. Bud mulai sprout dalam waktu 8 hari (ownroot) atau 15 hari (grafted) setelah pruning (Note : waktu yang dibutuhkan untuk sprout dipengaruhi beberapa hal misalnya stress akibat panen sebelumnya, masa istirahat, kondisi tanah (pengairan, kelembaban, kadar garam) dll)

    b. Serangan kutu Flea umumnya terjadi pada periode ini akibat iklim yang panas. Semprot dengan Carbaryl @ 2g/l atau Imidacloprid @ 0.4 ml/l atau Lambda Cyalothrin @ 0.5 ml/l). (Note : bisa menggunakan produk Sevin 85SP, Demolish 18EC,atau Avidor 25WP).
    Contoh kutu Flea

    3) TAHAPAN 5 DAUN (7 hari setelah sprout)

    a. Setelah sprout, tunas tumbuh sangat cepat dan bias tumbuh 5 daun dalam 7 hari.

    b. Semprot CCC @ 500 ppm untuk mengontrol vigour.

    c. Penjarangan tunas dilakukan dengan menyisakan 1 tunas per 1.5 – 2 Sq.ft yang merata di cordon (1 tunas per 1.7 – 2.2 m2).

    4) TAHAPAN 9 DAUN (10-12 hari setelah sprout).

    a. Potes pucuk hingga menyisakan 7 mata tunas untuk menginisiasi sub cane.

    b. Pemupukan dengan DAP (18:46:0) @180 kg/acre (sekitar 444 kg/ha atau 44 gr/m2)

    c. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

    Teknik SUB CANE adalah metode “Stop & Go” pengembangan tunas yang menjamin perkembangan fruitful bud/mata tunas buah dengan pengalihan sementara nutrisi ke mata tunas yang diinginkan.

    5) PERTUMBUHAN SUB CANE (30-50 setelah sprout)

    a. Pada tahapan 7+5 daun SUB CANE, atau 12 daun straight cane, semprot dengan CCC @ 500-750 ppm untuk mengontrol pertumbuhan lebih lanjut.

    b. Pemupukan dengan Sulphate of Potash/Potasium sulphate/ZK @ 87 kg/acre (21.5 gr/m2) pada 30-35 hari setelah sprout dan MgSO4 8 kg/acre (sekitar 2 gr/m2) 8-10 hari setelah pemupukan ZK

    c. Pada tahapan ini, differensiasi terjadi pada bud untuk membentuk “inflorescence primordia”.

    d. Semprot 6-BA @ 10 ppm pada hari ke 40 dan 50 dan Uracil @ 50 ppm pada hari ke 45.

    e. Penyiraman 2650 liter/acre/hari (sekitar 6543 L/ha/hari atau 0.65 l/m2/hari) untuk lahan dengan penguapan rata-rata 4.72 mm.

    f. Pertumbuhan tunas dicontrol pada tahapan 7+5+3 daun atau 15 daun dengan memotes tunas apical (pucuk). Pertumbuhan tunas ditahan dengan potes pucuk dan semprot CCC @ 500 -1000 ppm sesuai dengan kondisi tunas dan cuaca.

    III. PENUAAN/PEMATANGAN CANE/CANE MATURITY

    1) FRUIT BUD DEVELOPMENT (51-80 hari setelah sprout)

    a. Setelah pembentukan “inflorescence primordia”, perkembangannya selanjutnya terjadi di dalam “dormant bud”.

    b. Pemupukan ZK @87 kg/acre 60 hari setelah sprout untuk perkembangan bunch dan MgSO4 12 kg/acre pada hari ke 80 (ZK @ 215 kg/ha dan MgSO4 @ 30 kg/ha atau ZK @ 22 gr/m2 dan MgSO4 @3 gr/m2).

    c. Penyiraman @ 1820 L/acre/day (@4493 L/ha/hari atau 0.45 L/m2/hari) untuk penguapan rata-rata 3.25 mm. Bila curah hujan melebihi 4-5 mm/hari, penyiraman tidak diperlukan.

    2) PENYIMPANAN NUTRISI ANGGUR (81-110 hari setelah sprout)

    a. Tidak boleh ada tunas muda muncul dan jaga daun agar kondisinya sehat.

    b. Penyiraman @ 1380 L/acre/hari (@ 3407 L/ha/hari atau 0.34 L/m2/hari) selama tidak ada hujan.

    c. Sebagai bagian dari IPM (Integrated Pest Management) untuk kutu Mealy Bug (kutu putih), lakukan tindakan sbb selama periode ini:

    1. Singkirkan populasinya dengan menguas tanaman dengan Dichlorvos 2 ml/l + Neem oil 5 ml/l + Fish oil 2 ml/l.

    2. Buang kulit kayu dan pasang “gum banding” to menghindari semut dan rayap.

    3. Beri insektisida sekitar pohon dengan diameter 3” – 4” menggunakan Malathion atau Chlorpyriphos @25 kg/ha (2.5 gr/m2)

    4. Semprot dengan fungisida sulfur @ 2 gr/l air untuk mengontrol Powdery Mildew selama penuaan cane.

    5. Semprot dengan Carbendazim @ 1 gr/l air untuk mengontrol Anthracnose dan juga buang tunas-tunas baru.

    Note:

    Irigasi/penyiraman pada masing-masing tahapan tergantung kondisi tanah dan cuaca/iklim setempat.

    Note:

    – Pemupukan tergantung kondisi tanah setempat.

    – Terjemahan bebas dari “Some Tips On Cultural Practices After April Pruning” by ICAR National Research Centre For Grape

    – India (dan beberapa penjelasan tambahan)

    – Info tentang kandungan pestisida/fungisida yang beredar di Indonesia, bisa dilihat disini 

    Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

    Link Posting via Group Facebook

    TMAGroup.

  • Tips Membentuk Pohon Anggur

    Pembentukan pohon anggur dari mulai primer, sekunder dan tersier sangat penting karena berperan dalam menentukan cabang yang akan dipangkas ketika masa gerneratif atau menginjang pangkas pembahan. Berikut ini langkah step  by step dari masa penanaman sampai pembuahan.

    • Biarkan pohon anggur tumbuh lurus keatas mengikuti tiang ajir untuk membentuk batang primernya.
    • Setelah tingginya 3 m atau diameter sebesar pensil harus segera dipotong diketinggian sama dengan tinggi tiang. Pemotongan bertujuan untuk membentuk cabang sekunder yang nantinya ketika sudah dipotong akan keluar dari bud/mata tunas batang utama.
    • Ketika masa pertumbuhan diatas, cabang yang keluar dari ketiak daun akan selalu dibuang supaya pertumbuhanya cepat.
      Banyaknya cabang sekunder yang dipelihara idealnya tidak lebih dari 4 cabang atau minimal 2 cabang (cordon)
    • Pengaturan cabang sekunder/kedua diarahkan kearah berbeda dan diikat rapi.
      Setelah cabang sekunder memiliki diameter pensil harus dipotong untuk merangsang pertumbuhan cabang ketiga/tersier.
    • Perlakuan ketika memelihara sekunder sama dengan ketika pemeliharaan primer yaitu setiap cabang yang keluar dari ketiak selalu dibuang.
    • Selanjutnya ketika sekunder sudah dipotong nanti akan keluar tersier dari setiap bud/mata tunas sekunder dan siap dipelihara.
    • Setelah tersier berdiameter pensil harus dipotong untuk dilakukan ketahap pembuahan dengan perpaduan metode spur & cane.
      Jarak setiap cabang tersier tidak terlalu rapat maksimal berjarak 1 jengkal.

    Selanjutnya masuk ketahap pemupukan baca selengkapnya disini

10 thoughts on “Cara pangkas anggur yang baik

Leave a Reply