Tips dan Cara Pembibitan Anggur

Pengadaan benih terbaik direkomendasikan secara vegetatif yaitu perbanyakan stek/cutting dengan panjang standar sekitar 25 cm (3 ruas mata tunas), berwarna coklat matang, berdiameter 1 cm (pensil) yang diambil dari pohon induk berumur di atas satu

tahun. Metode pembibitan dilakukan dengan cara mencelupkan bagian bawah stek kedalam zat perangsang tumbuh (Rooting Up) kemudian disemai dalam polybag hitam berukuran 30 yang diletakan didalam green house selama enam bulan dan bibit siap dipindahkan kelapangan.

  1. Persiapan metan:
     Tanah gembur/berpasir
     Sekam bakar
     NPK
     Dolomit
     Pupuk kandang terfrementasi
     Polybag warna hitam
     Perbandingan Tanah 2: Sekam1: Pukam1: npk 1 sendok teh: puradan 1 sendok teh (untuk setiap polybag)
  2. Aduk semua media tanam dan sementara simpan selama minimal 1 minggu sebelum cutting ditancapkan.
  3. Setelah cutting ditanam sebaiknya ditempatkan ditempat yang terkena matahari tidak langsung/ terhalang plastik dengan tetap memperhatikan sirkulasi udarasupaya tunas yang sprout selalu sehat. Hindari penanaman cutting ditempat teduh atau bahkan tidak terjangkau sinar matahari karna akan mengundang jamur & tunas tidak sehat dan cepat layu.
  4. Penyiraman bisa dikondisikan dengan suhu setempat. Untuk anggur tidak mesti disiram setiap hari karna kalau terlalu becek akan berakibat akar busuk dan tunas layu, cukup masukan telunjuk kedalam polybag kalau masih terasa lembab tidak mesti disiram. Yang saya lakukan idealnya 3x1minggu dimusim hujan.
  5. Penyemprotan insektisida pembasmi hama juga harus diperhatikan sebelum terserang meskipun dalam ruangan semut/serangga pemakan daun selalu ada.
  6. Nutrisi daun bisa disemprotkan setelah cuting tumbuh daun beberapa helai. Bisa menggunakan POC atau apa saja yang terpenting ada asupan zat/unsur nutrisi yang dibutuhkan.
  7. Pemberian NPK bisa dilakukan 3 minggu 1x (1 sendok teh disetiap bagian pinggir polybag).
  8. Setelah umur bibit minimal 6 bulan bisa dipindahkan ketempat yang lebih besar atau ditanam ditanah langsung.

TMA

  • Cara Pangkas Anggur (FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING)

    FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING

    Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

    Mumpung lagi LGT6, berikut beberapa tips dari NRC India. Mari kita belajar sama-sama, mohon koreksi dan reviewnya, sehingga bisa ditambahkan info2 lainnya).

    FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING (APRIL PRUNING)

    Back pruning atau disebut juga sebagai Foundation Pruning adalah pruning dasar untuk persiapan pembuahan berikutnya yang dilakukan dengan cara menyiapkan cane yang subur dan juga menyiapkan pasokan nutrisinya.

    Sekitar 80% potensi produksi berikutnya dipengaruhi fase ini. Sehingga, perawatan perlu dilakukan pada tahapan berikut:

    1. Pre-pruning
    2. Pruning dan pertumbuhan tunas

    a. Pengembangan arsitektur canopy
    b. Fruit bud differentiation

    3. Penuaan/pematangan Cane (cane maturity)

    a. Fruit bud development
    b. Penyimpanan nutrisi

    I. PRE-PRUNING

    a. Masa istirahat sekitar 25-30 hari diperlukan anggur untuk recovery dari panen sebelumnya.

    b. Pemupukan segera untuk perkembangan akar setelah panen, sekitar 10% dari total pemupukan setahun.

    c. Penyiraman dilanjutkan sampai pruning sekitar 4000 l/acre/hari (rata-rata penguapan sekitar 7.14 mm). Kira-kira sekitar 9880 l/ha/hari (0.988 l/m2/hari atau 1 l/m2/hari).

    d. Pemberian pupuk kandang 10 ton + single super fosfat 500 kg tiap acre, 10 hari sebelum pruning (sekitar 25 ton pupuk kandang + 1235 kg SSP per hektar, atau 2.5 kg pupuk kandang + SSP 125 gr per m2).

    II. PRUNING DAN PERTUMBUHAN TUNAS

    1) PRUNING

    a. Pruning anggur dengan hanya menyisakan 1-2 bud per cane

    b. Batang/cabang kayu yang mati dibuang. Renovasi cordon jika diperlukan.

    c. Taruh hasil pruning di pit yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai kompos. Musnahkan yang terinfeksi dengan cara dibakar.

    d. Aplikasikan Hidrogen Sianamida (dormex) 1.5% (1 mL/33 mL atau 3 mL/100 mL atau 30 ml/L untuk kandungan Dormex 50%) untuk anggur dari grafting dan 1% (1 mL/50 mL atau 2mL/100 mL atau 20 ml/L) untuk anggur ownroot. Beri pewarna sebagai indicator.

    e. Semprot Bordeaux mixture 1% (Copper Sulphate 1 kg + kapur (lime) 0.6 – 0.8 kg per 100 L air) dalam waktu 48 jam setelah pruning (Copper Sulphate 10 gr + lime 6 – 8 gr per 1 L air).

    f. Pemberian Urea 80 kg + Magnesium Sulphat (MgSO4) 8 kg per acre setelah pruning (sekitar 200 kg urea + 20 kg MgSO4 per hektar atau sekitar 20 gr urea + 2 gr MgSO4 per m2)

    g. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

    2) BUD SPROUTING

    a. Bud mulai sprout dalam waktu 8 hari (ownroot) atau 15 hari (grafted) setelah pruning (Note : waktu yang dibutuhkan untuk sprout dipengaruhi beberapa hal misalnya stress akibat panen sebelumnya, masa istirahat, kondisi tanah (pengairan, kelembaban, kadar garam) dll)

    b. Serangan kutu Flea umumnya terjadi pada periode ini akibat iklim yang panas. Semprot dengan Carbaryl @ 2g/l atau Imidacloprid @ 0.4 ml/l atau Lambda Cyalothrin @ 0.5 ml/l). (Note : bisa menggunakan produk Sevin 85SP, Demolish 18EC,atau Avidor 25WP).
    Contoh kutu Flea

    3) TAHAPAN 5 DAUN (7 hari setelah sprout)

    a. Setelah sprout, tunas tumbuh sangat cepat dan bias tumbuh 5 daun dalam 7 hari.

    b. Semprot CCC @ 500 ppm untuk mengontrol vigour.

    c. Penjarangan tunas dilakukan dengan menyisakan 1 tunas per 1.5 – 2 Sq.ft yang merata di cordon (1 tunas per 1.7 – 2.2 m2).

    4) TAHAPAN 9 DAUN (10-12 hari setelah sprout).

    a. Potes pucuk hingga menyisakan 7 mata tunas untuk menginisiasi sub cane.

    b. Pemupukan dengan DAP (18:46:0) @180 kg/acre (sekitar 444 kg/ha atau 44 gr/m2)

    c. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

    Teknik SUB CANE adalah metode “Stop & Go” pengembangan tunas yang menjamin perkembangan fruitful bud/mata tunas buah dengan pengalihan sementara nutrisi ke mata tunas yang diinginkan.

    5) PERTUMBUHAN SUB CANE (30-50 setelah sprout)

    a. Pada tahapan 7+5 daun SUB CANE, atau 12 daun straight cane, semprot dengan CCC @ 500-750 ppm untuk mengontrol pertumbuhan lebih lanjut.

    b. Pemupukan dengan Sulphate of Potash/Potasium sulphate/ZK @ 87 kg/acre (21.5 gr/m2) pada 30-35 hari setelah sprout dan MgSO4 8 kg/acre (sekitar 2 gr/m2) 8-10 hari setelah pemupukan ZK

    c. Pada tahapan ini, differensiasi terjadi pada bud untuk membentuk “inflorescence primordia”.

    d. Semprot 6-BA @ 10 ppm pada hari ke 40 dan 50 dan Uracil @ 50 ppm pada hari ke 45.

    e. Penyiraman 2650 liter/acre/hari (sekitar 6543 L/ha/hari atau 0.65 l/m2/hari) untuk lahan dengan penguapan rata-rata 4.72 mm.

    f. Pertumbuhan tunas dicontrol pada tahapan 7+5+3 daun atau 15 daun dengan memotes tunas apical (pucuk). Pertumbuhan tunas ditahan dengan potes pucuk dan semprot CCC @ 500 -1000 ppm sesuai dengan kondisi tunas dan cuaca.

    III. PENUAAN/PEMATANGAN CANE/CANE MATURITY

    1) FRUIT BUD DEVELOPMENT (51-80 hari setelah sprout)

    a. Setelah pembentukan “inflorescence primordia”, perkembangannya selanjutnya terjadi di dalam “dormant bud”.

    b. Pemupukan ZK @87 kg/acre 60 hari setelah sprout untuk perkembangan bunch dan MgSO4 12 kg/acre pada hari ke 80 (ZK @ 215 kg/ha dan MgSO4 @ 30 kg/ha atau ZK @ 22 gr/m2 dan MgSO4 @3 gr/m2).

    c. Penyiraman @ 1820 L/acre/day (@4493 L/ha/hari atau 0.45 L/m2/hari) untuk penguapan rata-rata 3.25 mm. Bila curah hujan melebihi 4-5 mm/hari, penyiraman tidak diperlukan.

    2) PENYIMPANAN NUTRISI ANGGUR (81-110 hari setelah sprout)

    a. Tidak boleh ada tunas muda muncul dan jaga daun agar kondisinya sehat.

    b. Penyiraman @ 1380 L/acre/hari (@ 3407 L/ha/hari atau 0.34 L/m2/hari) selama tidak ada hujan.

    c. Sebagai bagian dari IPM (Integrated Pest Management) untuk kutu Mealy Bug (kutu putih), lakukan tindakan sbb selama periode ini:

    1. Singkirkan populasinya dengan menguas tanaman dengan Dichlorvos 2 ml/l + Neem oil 5 ml/l + Fish oil 2 ml/l.

    2. Buang kulit kayu dan pasang “gum banding” to menghindari semut dan rayap.

    3. Beri insektisida sekitar pohon dengan diameter 3” – 4” menggunakan Malathion atau Chlorpyriphos @25 kg/ha (2.5 gr/m2)

    4. Semprot dengan fungisida sulfur @ 2 gr/l air untuk mengontrol Powdery Mildew selama penuaan cane.

    5. Semprot dengan Carbendazim @ 1 gr/l air untuk mengontrol Anthracnose dan juga buang tunas-tunas baru.

    Note:

    Irigasi/penyiraman pada masing-masing tahapan tergantung kondisi tanah dan cuaca/iklim setempat.

    Note:

    – Pemupukan tergantung kondisi tanah setempat.

    – Terjemahan bebas dari “Some Tips On Cultural Practices After April Pruning” by ICAR National Research Centre For Grape

    – India (dan beberapa penjelasan tambahan)

    – Info tentang kandungan pestisida/fungisida yang beredar di Indonesia, bisa dilihat disini 

    Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

    Link Posting via Group Facebook

    TMAGroup.

  • Catatan & Spesifikasi Anggur Ninel

    Catatan Tentang Anggur Ninel

    Sebelumnya harap koreksi jika ada kesalahan & tambahkan jika kurang.

    Seperti biasa bahwa semua varietas & spesifikasi yang dipublikasikan adalah hasil dokumentasi kawan-kawan sebagai bahan informasi untuk memudahkan pencarian bagi yang membutuhkan. Untuk optimalisasi dan pemantapan silahkan Om/Tante bisa mencoba menanamnya sendiri.

    Sepertinya jenis ninel sudah tidak asing lagi, dari mulai tingkat adaptasi tinggi, tahan terhadap infeksi mildew dan sangat mudah dibuahkan menjadi pilihan tepat untuk pemula yang ingin mencoba menanamnya, sebentar lagi mungkin akan menjadi anggur sejuta umat mendampingi sang primadona :D.

    Hasil ujicoba dinegri Kita:
    By: OM Bahru Rozik

    – Nama Varietas: Ninel
    – Country of origin: ukaraine
    – Masa Pematangan buah: 100-110hsp
    – Ujicoba Penanaman mdpl: 85mdpl
    – Bentuk buah: oval
    – Rasa: manis
    – Warna: merah
    – Aroma:-
    – Brix: 19-21
    – Seedless atau seeded: seeded
    – Resistance thdap jamur, air, hama: kuat
    – GA3 treatment: no
    – Tingkat adaptasi: bagus
    – Perlakuan Teknik pruning: spur pruning
    – bud fruitfuly/potensi urutan bud pembawa bunga :
    – Dormex treatment: no

    Tambahan:

    • Hasil percobaan pakai ownroot diameter buah standar dan pematangan 130 hsp (yogyakarta)
    • Pakai Rootstock Isabela pematangan 110 hsp, buah standar dan pematangan (yogyakarta)
    • Pakai rootstock yelowbelgia pematangan 95 hsp, buah standar dan pematangan. (yogyakarta)
  • Pengendalian Busuk Akar Pada Anggur

    Pengendalian Busuk Akar Pada Anggur


    Jangan heran ketika tanaman anggur kita tiba-tiba layu atau mati mendadak, kemungkinan terbesar yang terjadi adalah disebabkan busuk akar dimana hal tersebut disebabkan kedua faktor berikut:

    1. Busuk akar bisa terjadi akibat infeksi patogen jamur seperti fusarium solani, Rhizoctonia solani dkk yang menyerang area perakara tanaman anggur kita. Indikasi awal ditandai dengan daun menguning-mengering-berguguran sampai ranting gosong yang mengakibatkan pertumbuhan terhambat dan menyebabkan kematian.

    2. Busuk akar akibat kadar air tanah berlebih. Bukan rahasiah lagi bahwa disamping berkahnya musim penghujan tiba, adakalanya menjadi momok menyeramkan bagi kita selalu pecinta anggur, ya karna dampak dari air berlebih bisa mengancam keselamatan anggur kesayangan.

    Gejala:

    a. Tanaman anggur yang terkena busuk akar biasanya kerdil dan pertumbuhan stagnan karena terhambat.
    b. Tanaman anggur kurang kokoh dan ketika tanaman dicabut akar melepuh busuk.
    c. selain kedua point diatas juga dapat ditemukan benang (hifa) berwarna putih beraroma bau busuk.
    d. Gejala dini bisa dilihat dari daun yang dihasilkan tidak normal atau kecil dibandingkan dengan tanaman sehat seusianya.

    Pengendalian mekanis dan kimia:

    1. Selalu memperhatikan dan memperbaikin drainese aliran air sehingga media tanam atau seputar tanaman anggur kita tidak tergenang.
    2. Mengurangi penggunaan pupuk berunsur Nitrogen tinggi dan mulai aplikasi pupuk berkalium untum memperkokoh bagian perakaran.
    3. Menaburkan kapur pertanian (dolomit) seputar tanaman.
    4. Memperhatikan & menjaga supaya jangan sampai perakaran terkena luka atau goresan benda tajam.
    5. Pemberian trichoderma dan PGPR dengan terget meminimalisir serangan patogen jahat.
    6. Siapkan fungisida antracol/dithane dan sejenisnya kemudian dikocor pada bagian perakaran anggur.

    Semoga Bermanfaat.

    TMAGROUP

  • Syarat & Ketentuan LGT-4

    PERATURAN LGT-4
    =================

    LGT (Lets Grow Together )adalah program yang rutin diadakan oleh TMA GROUP dalam rangka bersama-sama menanam dan berusaha menumbuhkan stek anggur sampai pohon tersebut benar-benar memiliki cabang/ranting sempurna dan siap dibuahkan
    LGT-4 diisi oleh varietas anggur RUBY SEEDLESS & MU7 dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

    1. Peserta adalah semua anggota TMA.
    2. Peserta mempunyai semangat dalam bercocok tanam & memajukan perANGGURan.
    3. Sanggup mentaati peraturan group dan khususnya lomba yang diselenggarakan.
    4. Lomba berlangsung selama 6 bulan terhitung dari perlombaan dibuka & stek dibagikan ( bulan agustus)
    5. Teknik awal penyemaian bebas suka-suka. Media air, tancap polybag langsung, pendam dll.
    6. Wajib menginformasikan jikalau peserta memundurkan diri diperjalanan lomba.
    7. Dalam jangka 1 minggu dan maksimalnya 2 minggu dari mulai tanam, setiap peserta wajib update proses pertumbuhanya dengan disertakan photo penampakan dikolom khusus yang disediakan setiap bulan.
    8. Media tanam bebas yang penting gembur dan subur kaya akan unsur hara. Bisa campuran tanah, kompos, pukan, sekam bakar atau metan siap saji.
    9. Tidak diperkenankan mengganti stek selain yang telah diberikan.
    10. Bagi yang tidak ada laporan setiap bulan akan masuk diskualifikasi.
    11. Penanaman dalam pot atau tanah langsung tidak termasuk ketentuan. Jadi silahkan berkreasi bebas & suka-suka.
    12. Wajib share tips diakhir lomba dari mulai penanaman, penanganan, dll bagi yang masuk kategori terpilih 1,2 & 3 versi TMA.

    Kriteria Penilaian:

    1. Penilaian akan terfokus pada stuktur pohon anggur, primer, skunder & tersier.
    2. Prioritas bagi yang kedua stek tersebut hidup, tapi bukan berarti layak jikalau pertumbuhanya stagnan. Jadi meskipun 1 stek yang berhasil dipelihara masih banyak kesempatan menjadi terpilih.
    3. Penilaian peserta dalam menggunakan kaidah pruning (pemangkasan) entah spur, cane, atau kolaborasi keduanya akan sangat penting.

    Hadiah:

    -> Terpilih Pertama:

    1. Piala
    2. 3 bibit Red Globe
    3. Souvenir gantungan kunci TMA
    4. Mug sablon TMA
    5. 1 bibit white round malta (dari Om Ahmad Riezqo)
    6. 1 bibit chocolate (dari Om Ahmad Riezqo)

    -> Terpilih Kedua:

    1. Piala
    2. 2 bibit Red Globe
    3. 1 bibit chocolate (dari Om Ahmad Riezqo)
    4. Souvenir gantungan kunci TMA
    5. Mug sablon TMA

    -> Terpilih Ketiga:

    1. Piala
    2. 1 bibit Red Globe
    3. 1 bibit chocolate (dari Om Ahmad Riezqo​)
    4. Souvenir gantungan kunci TMA
    5. Mug sablon TMA

    ——————————
    Kolom laporan perdana diposting melalui link berikut-> https://www.facebook.com/groups/743331959143089/permalink/979734335502849/
    Bagi donatur yang berkenan menambah hadiah sangat diharapkan supaya lebih semangat.

    Kolom laporan bulan september melalui link berikut -> KLIK DISINI 

    Terimakasih kepada relawan khususnya om Yunus Indrapraja​, panitia, donatur dan jajaran pengurus Group TMA.

    TMA GROUP

6 thoughts on “Tips dan Cara Pembibitan Anggur

Leave a Reply