Tips Membuahkan Pohon Angur Supaya Lebat

Tips Pembuahan
Ada dua teori penting yang perlu diperhatikan tentang pembuahan pohon anggur.

  • Pembungaan / pembuahan tidak akan optimal kecuali dirangsang (diinduksi).
  • Tidak terjadi pembungaan dikarenakan kondisi cuaca tidak sesuai dan adanya kandungan zat atau jaringan penghambat dalam pohon yang mesti Kita cegah.

 

Dari kedua teori diatas bisa simpulkan bahwa untuk membuat pohon anggur keluar bunga ada beberapa tips yang perlu diperhatikan.

  1. Stres air ( tidak disiram selama beberapa waktu kalau terkendala hujan bisa direkayasa dengan penutupan bagian perakaran dengan mulsa perak dan memperbaiki drainese.  Stres air sangat penting karna kondisi kering memacu pertumbuhan generatif jadi untuk mengoptimalkan induksi pembungaan, pertumbuham vegetatif harus ditekan semaksimal mungkin.
  2. Mengatur suhu udara, dalam hal ini bisa dilakukan dengan pemasangam green house.
  3. Stabilisasi Ph tanah supaya tetap diantara 6-7 (pemberian dolomit rutin)
  4. Pemberian nutrisi pupuk makro dan mikro (N,P,K,CA,BORON,ZINC,CU,FE dll.)
    Saya sendiri aplikasi pakai NPK, kalium Nitrat (kno3), gandasil D&B. Kcl atau mkp.
  5. Penyemprotan zpt. Hal yang mungkin dilakukan untuk merangsang pembungaan adalah dengan penyemprotan ZPT tujuanya untuk menurunkan enzim proteolitik dan meningkatkan protein yang menunjang terjadinya pembungaan. biasanya saya menggunakan pupuk hantu atau pilih apa saja yang ada ditoko.
  6. Aplikasi teknik girdling.
    Girdling adalah proses menguliti kulit pohon atau cabang yang akan diinduksi pembungaanya selebar 2.5mm tergantung diameter pohonya.Keberhasilan girdling dipengaruhi beberapa faktor diantaranya kodisi tanaman, waktu yang tepat saat diaplikasikan & prosedur atau tekniknya.Tingkat keberhasilan gridling yaitu pada saat kambium literal aktif dan ketika kulit mudah dikuliti. (sebelum kemarau tiba). Sehinga pemberesihan floem & xilem mudah dilakukan tanpa melukai bagian dalam batang.Ketika Xilem yang berfungsi untuk mengangkut bahan fotosintesis yang berupa mineral dan air dan floem yang berfungsi untuk mengangkut hasil dari fotosintesis berupa nutrsisi makanan dari daun menuju ke seluruh bagian tumbuhan dihambat dengan proses gridling, maka semua nutrisi akan terfokus dibagian atas pohon anggur karena pertumbuhan vegetatif dan akumulasi karbohidrat dibagian atas akan meningkat. Efeknya dapat merangsang dan mempercepat proses pembungaan. Disamping itu untuk mengoptimalkan berry size, tingkat brix dan color.Untuk memastikan proses pembersihanjaringan floem sempurna, bisa ditunggu sekitar 30 menit kalau masih tersisa segera dibersihkan. Setelah proses selesai biasanya jaringan——–

TMA-Group

  • Tips Membentuk Pohon Anggur

    Pembentukan pohon anggur dari mulai primer, sekunder dan tersier sangat penting karena berperan dalam menentukan cabang yang akan dipangkas ketika masa gerneratif atau menginjang pangkas pembahan. Berikut ini langkah step  by step dari masa penanaman sampai pembuahan.

    • Biarkan pohon anggur tumbuh lurus keatas mengikuti tiang ajir untuk membentuk batang primernya.
    • Setelah tingginya 3 m atau diameter sebesar pensil harus segera dipotong diketinggian sama dengan tinggi tiang. Pemotongan bertujuan untuk membentuk cabang sekunder yang nantinya ketika sudah dipotong akan keluar dari bud/mata tunas batang utama.
    • Ketika masa pertumbuhan diatas, cabang yang keluar dari ketiak daun akan selalu dibuang supaya pertumbuhanya cepat.
      Banyaknya cabang sekunder yang dipelihara idealnya tidak lebih dari 4 cabang atau minimal 2 cabang (cordon)
    • Pengaturan cabang sekunder/kedua diarahkan kearah berbeda dan diikat rapi.
      Setelah cabang sekunder memiliki diameter pensil harus dipotong untuk merangsang pertumbuhan cabang ketiga/tersier.
    • Perlakuan ketika memelihara sekunder sama dengan ketika pemeliharaan primer yaitu setiap cabang yang keluar dari ketiak selalu dibuang.
    • Selanjutnya ketika sekunder sudah dipotong nanti akan keluar tersier dari setiap bud/mata tunas sekunder dan siap dipelihara.
    • Setelah tersier berdiameter pensil harus dipotong untuk dilakukan ketahap pembuahan dengan perpaduan metode spur & cane.
      Jarak setiap cabang tersier tidak terlalu rapat maksimal berjarak 1 jengkal.

    Selanjutnya masuk ketahap pemupukan baca selengkapnya disini

  • Catatan & Deskripsi Anggur Siyana

    Satu lagi jenis table grape yang menjadi incaran koleksi pecinta anggur yaitu jenis anggur #Siyana. Awal pemulaan jenis ini oleh Dimitar Todorov di Institut Pertanian dan Produksi Benih Sifovtsov Chiflik, Ruse, Bulgaria dan sudah terdaftar dalam list varietas anggur di Bulgaria pada tahun 2007.

    Masa pematangan cukup lama rata-rata 115 – 125, meskipun hampir menembus 151 hari dibagian wilayah Bulgaria selatan dan 181 hari dibagian utara. Pertumbuhanya tidak terlalu vigor alias sedang layaknya anggur seperti biasanya, cukup memiliki ketahanan terhadap embun beku dimusim dingin dan juga cukup tahan terhadap phylloxera, jamur, oidium, busuk abu-abu.

    Berikut rangkumanya:

    Ingin melihat lebih jelas bentuk buahnya lihat vidieonya di YOUTUBE_TMA

    Jelajahi deskripsi jenis anggur lainya disini

    Join FB Group disini

  • Cara Pangkas Anggur (FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING)

    FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING

    Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

    Mumpung lagi LGT6, berikut beberapa tips dari NRC India. Mari kita belajar sama-sama, mohon koreksi dan reviewnya, sehingga bisa ditambahkan info2 lainnya).

    FOUNDATION PRUNING/BACK PRUNING (APRIL PRUNING)

    Back pruning atau disebut juga sebagai Foundation Pruning adalah pruning dasar untuk persiapan pembuahan berikutnya yang dilakukan dengan cara menyiapkan cane yang subur dan juga menyiapkan pasokan nutrisinya.

    Sekitar 80% potensi produksi berikutnya dipengaruhi fase ini. Sehingga, perawatan perlu dilakukan pada tahapan berikut:

    1. Pre-pruning
    2. Pruning dan pertumbuhan tunas

    a. Pengembangan arsitektur canopy
    b. Fruit bud differentiation

    3. Penuaan/pematangan Cane (cane maturity)

    a. Fruit bud development
    b. Penyimpanan nutrisi

    I. PRE-PRUNING

    a. Masa istirahat sekitar 25-30 hari diperlukan anggur untuk recovery dari panen sebelumnya.

    b. Pemupukan segera untuk perkembangan akar setelah panen, sekitar 10% dari total pemupukan setahun.

    c. Penyiraman dilanjutkan sampai pruning sekitar 4000 l/acre/hari (rata-rata penguapan sekitar 7.14 mm). Kira-kira sekitar 9880 l/ha/hari (0.988 l/m2/hari atau 1 l/m2/hari).

    d. Pemberian pupuk kandang 10 ton + single super fosfat 500 kg tiap acre, 10 hari sebelum pruning (sekitar 25 ton pupuk kandang + 1235 kg SSP per hektar, atau 2.5 kg pupuk kandang + SSP 125 gr per m2).

    II. PRUNING DAN PERTUMBUHAN TUNAS

    1) PRUNING

    a. Pruning anggur dengan hanya menyisakan 1-2 bud per cane

    b. Batang/cabang kayu yang mati dibuang. Renovasi cordon jika diperlukan.

    c. Taruh hasil pruning di pit yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai kompos. Musnahkan yang terinfeksi dengan cara dibakar.

    d. Aplikasikan Hidrogen Sianamida (dormex) 1.5% (1 mL/33 mL atau 3 mL/100 mL atau 30 ml/L untuk kandungan Dormex 50%) untuk anggur dari grafting dan 1% (1 mL/50 mL atau 2mL/100 mL atau 20 ml/L) untuk anggur ownroot. Beri pewarna sebagai indicator.

    e. Semprot Bordeaux mixture 1% (Copper Sulphate 1 kg + kapur (lime) 0.6 – 0.8 kg per 100 L air) dalam waktu 48 jam setelah pruning (Copper Sulphate 10 gr + lime 6 – 8 gr per 1 L air).

    f. Pemberian Urea 80 kg + Magnesium Sulphat (MgSO4) 8 kg per acre setelah pruning (sekitar 200 kg urea + 20 kg MgSO4 per hektar atau sekitar 20 gr urea + 2 gr MgSO4 per m2)

    g. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

    2) BUD SPROUTING

    a. Bud mulai sprout dalam waktu 8 hari (ownroot) atau 15 hari (grafted) setelah pruning (Note : waktu yang dibutuhkan untuk sprout dipengaruhi beberapa hal misalnya stress akibat panen sebelumnya, masa istirahat, kondisi tanah (pengairan, kelembaban, kadar garam) dll)

    b. Serangan kutu Flea umumnya terjadi pada periode ini akibat iklim yang panas. Semprot dengan Carbaryl @ 2g/l atau Imidacloprid @ 0.4 ml/l atau Lambda Cyalothrin @ 0.5 ml/l). (Note : bisa menggunakan produk Sevin 85SP, Demolish 18EC,atau Avidor 25WP).
    Contoh kutu Flea

    3) TAHAPAN 5 DAUN (7 hari setelah sprout)

    a. Setelah sprout, tunas tumbuh sangat cepat dan bias tumbuh 5 daun dalam 7 hari.

    b. Semprot CCC @ 500 ppm untuk mengontrol vigour.

    c. Penjarangan tunas dilakukan dengan menyisakan 1 tunas per 1.5 – 2 Sq.ft yang merata di cordon (1 tunas per 1.7 – 2.2 m2).

    4) TAHAPAN 9 DAUN (10-12 hari setelah sprout).

    a. Potes pucuk hingga menyisakan 7 mata tunas untuk menginisiasi sub cane.

    b. Pemupukan dengan DAP (18:46:0) @180 kg/acre (sekitar 444 kg/ha atau 44 gr/m2)

    c. Penyiraman sekitar 12650 L/acre/hari (rata-rata penguapan 7.53 mm). Sekitar 31235 L/ha/hari atau 3.1 L/m2/hari).

    Teknik SUB CANE adalah metode “Stop & Go” pengembangan tunas yang menjamin perkembangan fruitful bud/mata tunas buah dengan pengalihan sementara nutrisi ke mata tunas yang diinginkan.

    5) PERTUMBUHAN SUB CANE (30-50 setelah sprout)

    a. Pada tahapan 7+5 daun SUB CANE, atau 12 daun straight cane, semprot dengan CCC @ 500-750 ppm untuk mengontrol pertumbuhan lebih lanjut.

    b. Pemupukan dengan Sulphate of Potash/Potasium sulphate/ZK @ 87 kg/acre (21.5 gr/m2) pada 30-35 hari setelah sprout dan MgSO4 8 kg/acre (sekitar 2 gr/m2) 8-10 hari setelah pemupukan ZK

    c. Pada tahapan ini, differensiasi terjadi pada bud untuk membentuk “inflorescence primordia”.

    d. Semprot 6-BA @ 10 ppm pada hari ke 40 dan 50 dan Uracil @ 50 ppm pada hari ke 45.

    e. Penyiraman 2650 liter/acre/hari (sekitar 6543 L/ha/hari atau 0.65 l/m2/hari) untuk lahan dengan penguapan rata-rata 4.72 mm.

    f. Pertumbuhan tunas dicontrol pada tahapan 7+5+3 daun atau 15 daun dengan memotes tunas apical (pucuk). Pertumbuhan tunas ditahan dengan potes pucuk dan semprot CCC @ 500 -1000 ppm sesuai dengan kondisi tunas dan cuaca.

    III. PENUAAN/PEMATANGAN CANE/CANE MATURITY

    1) FRUIT BUD DEVELOPMENT (51-80 hari setelah sprout)

    a. Setelah pembentukan “inflorescence primordia”, perkembangannya selanjutnya terjadi di dalam “dormant bud”.

    b. Pemupukan ZK @87 kg/acre 60 hari setelah sprout untuk perkembangan bunch dan MgSO4 12 kg/acre pada hari ke 80 (ZK @ 215 kg/ha dan MgSO4 @ 30 kg/ha atau ZK @ 22 gr/m2 dan MgSO4 @3 gr/m2).

    c. Penyiraman @ 1820 L/acre/day (@4493 L/ha/hari atau 0.45 L/m2/hari) untuk penguapan rata-rata 3.25 mm. Bila curah hujan melebihi 4-5 mm/hari, penyiraman tidak diperlukan.

    2) PENYIMPANAN NUTRISI ANGGUR (81-110 hari setelah sprout)

    a. Tidak boleh ada tunas muda muncul dan jaga daun agar kondisinya sehat.

    b. Penyiraman @ 1380 L/acre/hari (@ 3407 L/ha/hari atau 0.34 L/m2/hari) selama tidak ada hujan.

    c. Sebagai bagian dari IPM (Integrated Pest Management) untuk kutu Mealy Bug (kutu putih), lakukan tindakan sbb selama periode ini:

    1. Singkirkan populasinya dengan menguas tanaman dengan Dichlorvos 2 ml/l + Neem oil 5 ml/l + Fish oil 2 ml/l.

    2. Buang kulit kayu dan pasang “gum banding” to menghindari semut dan rayap.

    3. Beri insektisida sekitar pohon dengan diameter 3” – 4” menggunakan Malathion atau Chlorpyriphos @25 kg/ha (2.5 gr/m2)

    4. Semprot dengan fungisida sulfur @ 2 gr/l air untuk mengontrol Powdery Mildew selama penuaan cane.

    5. Semprot dengan Carbendazim @ 1 gr/l air untuk mengontrol Anthracnose dan juga buang tunas-tunas baru.

    Note:

    Irigasi/penyiraman pada masing-masing tahapan tergantung kondisi tanah dan cuaca/iklim setempat.

    Note:

    – Pemupukan tergantung kondisi tanah setempat.

    – Terjemahan bebas dari “Some Tips On Cultural Practices After April Pruning” by ICAR National Research Centre For Grape

    – India (dan beberapa penjelasan tambahan)

    – Info tentang kandungan pestisida/fungisida yang beredar di Indonesia, bisa dilihat disini 

    Penterjemah: Dodik Novie Purwanto

    Link Posting via Group Facebook

    TMAGroup.

  • Catatan & Spesifikasi Anggur Julian

    Catatan Tentang Anggur Julian / Юлиан

    Siapa yang sudah menanam jenis ini acung tangan dikolom komentar :D

    Anggur jenis julian termasuk category table grape dengan masa panen cukup early/singkat hanya membutuhkan 95-105 hari. Awal percobaan dikebun ukraina dengan memakai ownroot menghasilkan pertumbuhan yang sangat baik, tandan buah besar dan panjang, bentuk buah anggur hampir mirip buyutnya yaitu jenis Rizamat. Direkomendaskan menggunakan rootstock untuk meningkatkan kwalitas buah yang lebih optimal, dan memang pada kenyataanya jenis julian sangat compitable dengan batang bawah.

    Jenis ini memiliki warna buah merah jamu/pink ketika 100 % matang, dengan ukuran butiran mencapai 42-40 x 26-28 mm, dengan textur daging yang renyah, padat, rasa manis, anggur ini termasuk favorite dikalangan kolektor ukraina.

    Berikut deskripsinya:

    – Country of origin: UKRAINA
    – Variety Name: Julian / Юлиан
    – Parentage: [Kesha × Rizamat] – Ripening period: early 95 – 105 days.
    – Pollination Requirements: This Grape is self-fertile.
    – Color of berry skin: Pink.
    – Berry size: 42-40 x 26-28 mm
    – Taste Berries: harmonious and imperceptible skin
    – Rootstock Use : Root-owned but The variety has good compatibility with rootstocks.
    – The bunches: very large
    – Seeded
    – Resistance to : gray rot, mildew, oidium; withstands frost to -24 ° С.

    Deskripsi made in INDONESIA
    by: Om Handika Permana

    – Nama Varietas: Julian
    – Country of origin: ukraina
    – Masa Pematangan buah: 100-110 hsp
    – Ujicoba Penanaman mdpl: kurleb 80mdl
    – Bentuk buah:oval
    – Rasa:manis
    – Warna:hijau kemerahan karna dokumentasi sebelum full matang.
    – Aroma: _
    – Brix: 16-18
    – Seedless atau seeded: seeded
    – Resistance thdap jamur, air, hama: cukup tahan jamur
    – GA3 treatment: –
    – Tingkat adaptasi: bagus namun pecah krna ujan
    – Perlakuan Teknik pruning: cane
    – bud fruitfuly/potensi urutan bud pembawa bunga :
    – Dormex treatment:
    – Berat buah 7-8,5gr

    Seperti biasa bahwa semua varietas & spesifikasi yang dipublikasikan adalah hasil dokumentasi kawan-kawan sebagai bahan informasi untuk memudahkan pencarian bagi yang membutuhkan. Untuk optimalisasi dan pemantapan silahkan Om/Tante bisa mencoba menanamnya sendiri.

6 thoughts on “Tips Membuahkan Pohon Angur Supaya Lebat

  1. Bunga atau buah adalah bentuk balasan cinta kita yg telah tulus merawat dg penuh kasih sayang,pencinta anggur sejati tidak akan terburu2 berharap balasan sebelum waktu nya.
    Kecuali kalau sudah masuk industri.Cintailah dulu sepenuh hati layak nya pujaan hati.Jangan dulu di paksa untuk berbuah.

  2. Selalu deg”an tiap menunggu tunas yg muncul,setelah pemangkasan,,, kira” bawa bunga g’ yaaa nanti ,,, (:itulah sekilas pengalaman dr “pemula” 😀 😉 )

Leave a Reply