Hama & Penyakit Tanaman Anggur

Sahabat TMA yang baik hati & tidak sombong :D. Semoga beneran.Amin

Dalam budidaya tanaman tidak terkecuali anggur, pasti Kita dihadapkan dengan berbagai kendala entah serangan hama atau infeksi penyakit yang kadang sulit mencari sulusinya. Liku perjuangan dari mulai menanam cutting/stek tidak sedikit menyita pikiran dan tenaga. Tapi tetap semangat dan berdoa meski hasilnya kadang keluar dari jalur yang diinginkan.

Edisi kali ini Kita akan sedikit mengenal beberapa penyakit dan hama yang menjadi musuh bubuyutan tanaman anggur.

Sebelumnya seperti biasa siapkan alat perang, eh tulis, kopi pahit, padud, terutama cemilan jangan terlewatkan :D.

Back to point…

  • HAMA

1. Phylloxera Vitifolia
Hama ini menyerang tanaman anggur di semua umur baik tanaman yang masih bibit maupun yang sudah tua, dan akibat yang ditimbulkannya adalah kering dan mati. Infeksi bagian tanaman yang diserang adalah daun dan akar tanaman secara langsung. Gejala umum yaitu daun terbentuk bisul-bisul kecil sedangkan akar tanamannya membengkak seperti kutil. Letak hama Phylloxera Vitifolia menetap di bawah kulit batang yang terkelupas dan dalam jaringan akar.

2. Kumbang Apogonia destructor
Berbentuk kumbang kecil dan warnanya hitam mengkilat. Bagian yang diserang adalah daun anggur saat waktu malam hari dan karakteristik kumbang Apogonia destructor adalah mudah tertarik oleh sinar lampu.

3. Wereng Daun
Akibat yang ditimbulkan dari serangan wereng ini adalah menyebabkan daun anggur berbintik putih, kemudian menjadi kuning coklat kemudian gugur.

4. Kutu Putih
Akibat yang terlihat dari serangan kutu putih ini adalah dapat menyebabkan pucuk/tunas menjadi kerdil.

5. Ulat Daun
Sesuai dengan namanya bagian yang diserang adalah bagian daun yang menjadikan daun anggur sebagai makanannya.

6. Rayap
Akibat yang terlihat jika serangan rayap datang saat menggerogoti akar tanaman yang masih muda sehingga membuat jadi layu yang akhirnya akhirnya mati.

Penanggulangan yaitu dengan menyemprotkan insektisida pada bagian yang terkena hama yang dilakukan secara rutin. Tanya tukang obat :D ‘ sesuai hama yang mau dibasmi.

  • PENYAKIT

A. (Die-back) adalah terjadinya kematian ranting atau cabang pada tanaman anggur dari bagian ujung atas kemudian meluas kebagian bawah akibat serangan patogen tanaman “Eutypa armeniacae” yang mengakibatkan terjadinya perubahan seperti pada bentuk cabang, ukuran, warna, tekstur dan kwalitas buah. Juga merupakan akibat kandungan air dalam tanah yang tinggi dan miskin unsur Cu (logam)

Gejala:

  • Terjadi perubahan bentuk dan warna cabang/ranting tidak normal disebabkan etioplas (kurangnya cahaya sinar matahari)mulanya ditandai dengan munculnya getah berwarna kuning mengkilap diujung cabang kemudian keropos, mengering.
  • Curl/keriting, menguning dan kerdil dibagian daun dari cabang yang terinfeksi.
  • Pertumbuhan cabang pembuahan tidak sempurna dan mengakibatkan bunga berguguran atau buah tidak matang dan kurang berkwalitas.

B. Lichen/lumut kerak sebagai dua organisme komposit yang terdiri dari alga biru/hijau dengan jamur jenis Ascomycotina atau Basidiomycotina yang bisa kita temukan pada kulit, cabang/ ranting pohon anggur,terutama sering terjadi dibeberapa lingkungan yang memiliki cuaca panas extrim,tidak terkecuali Indonesia kalau datang musim kemarau bisa mudah terinfeksi.

C. Downy Mildew (Jamur)
Gejalanya fisik yang kelihatan adalah daun kelihatan kuning, di bagian bawah terlihat ada tepung warna putih-kuning. Daun, bunga maupun tandan muda bisa mati bila terkena penyakit ini terutama saat musim penghujan atau kelembaban yang tinggi.

D. Powdery Mildew

Gejala fisik yang terlihat adalah pada permukaan daun terdapat bedak tipis putih kelabu. Bagian yang diserang pada tanaman anggur adalah bagian pucuk, bunga dan buah muda bahkan dapat merusak ranting sehingga jadi kerdil dan rusak.

E. Penyakit busuk hitam

Akibat yang ditimbulkan dari penyakit busuk hitam ini adalah buah anggur menjadi keriput, busuk dan gugur.

F. Phakospora Vitis
Ciri fisik yang terlihat adalah daun bagian bawah tertutup tepung berwarna orange (massa sporanya).

G. Peronospora

Bagian yang diserang adalah bagian daun anggur. Jika keadaan udara terlalu lembab, maka jamur ini menyerang daun anggur dan dapat dikenali karena spora berwarna kuning di bawah daun.

Penanggulangan penyakit secara mekanis dan kimia

  • Menata dan merapihkan ranting tanaman anggur dengan selalu diikat pada kawat rambatan.
  • Menjaga kelembaban sekitar tanaman anggur
  • Membuang ranting tidak produktif dan ranting terinfeksi yang kemudian membakarnya diluar area perkebunan.
  • Penyemprotan pestisida dengan bahan aktif tembaga oksiklorida, (28,5%) /100 liter air dengan jarak semprot 250cm dari tanaman.
  • Penyemprotan fungisida dengan bahan aktif tembaga hidroksida 250 g / 100 liter air.
  • Penyemprotan pestisida dengan bahan aktif Tembaga oksi sulfat (10%) atau belerang dengan kadar 125 g/100liter air.
  • Selalu menjaga kadar air tanah jangan sampai perakaran tanaman anggur tergenang air.
  • Menambahkan sedikit pupuk berunsur Cu (logam) bertujuan untuk pembentukan enzim-enzim dan pemulihan hijau daun (khlorofil)

Sumber artikel: Kumpulan hasil searcing Mbah Google.

TMA-Group

 

  • Selfie Terkece dan Terkeren versi TMA

    Setelah ditutupnya lomba selfie terkece versi TMA minggu kemarin yang hasil pilihan panitia tungal ‘Om Mas Ben menjagokan Tant Dewi Septiana Sulira sebagai urutan pertama.

    Karna Momen seperti ini mungkin sulit untuk diulangi lagi, maka Panitia berinisiaif mendokumentasikan karna bisa dibilang cukup spesial dan merupakan lomba selfie perdana yang diselenggarakan.

    Nah yuk bagi kita yang belum lihat bagaimana photo-photo kece dan kerenya mereka :D, lihat satu2. Klik untuk zoom gambar

    Gambar lagi diperbaiki.

  • Cara Menanam Anggur (TMA)

    Step Pertama: Pembibitan

    Pengadaan benih terbaik direkomendasikan secara vegetatif yaitu perbanyakan stek/cutting dengan panjang standar sekitar 25 cm (3 ruas mata tunas), berwarna coklat matang, berdiameter 1 cm (pensil) yang diambil dari pohon induk berumur di atas satu tahun.

    Metode pembibitan dilakukan dengan cara mencelupkan bagian bawah stek kedalam zat perangsang tumbuh (Rooting Up) kemudian disemai dalam polybag hitam berukuran 30 yang diletakan didalam green house selama enam bulan dan bibit siap dipindahkan kelapangan.

    a. Persiapan metan
    – Tanah gembur/berpasir
    – Sekam bakar
    – NPK
    – Dolomit
    – Pupuk kandang terfrementasi
    – Polybag warna hitam
    – Perbandingan Tanah 2: Sekam1: Pukam1: npk 1 sendok teh: puradan 1 sendok teh (untuk setiap polybag)
    – Aduk semua media tanam dan sementara simpan selama minimal 1 minggu sebelum cutting ditancapkan.

    b. Lokasi penyimpanan.
    Setelah cutting ditanam sebaiknya ditempatkan ditempat yang terkena matahari tidak langsung/ terhalang plastik dengan tetap memperhatikan sirkulasi udarasupaya tunas yang sprout selalu sehat.
    Hindari penanaman cutting ditempat teduh atau bahkan tidak terjangkau sinar matahari karna akan mengundang jamur & tunas tidak sehat dan cepat layu.

    c. Penyiraman
    Penyiraman bisa dikondisikan dengan suhu setempat. Untuk anggur tidak mesti disiram setiap hari karna kalau terlalu becek akan berakibat akar busuk dan tunas layu, cukup masukan telunjuk kedalam polybag kalau masih terasa lembab tidak mesti disiram.
    Yang saya lakukan idealnya 3x1minggu dimusim hujan.

    Penyemprotan insektisida pembasmi hama juga harus diperhatikan sebelum terserang meskipun dalam ruangan semut/serangga pemakan daun selalu ada.

    d. Penambahan nutrisi
    Nutrisi daun bisa disemprotkan setelah cuting tumbuh daun beberapa helai. Bisa menggunakan POC atau apa saja yang terpenting ada asupan zat/unsur nutrisi yang dibutuhkan. Pemberian NPK bisa dilakukan 3 minggu 1x (1 sendok teh disetiap bagian pinggir polybag).
    Setelah umur bibit minimal 6 bulan bisa dipindahkan ketempat yang lebih besar atau ditanam ditanah langsung.

    Step Kedua: Grounding

    Setelah umur bibit cukup kuat antara 4-6 bulan, bibit siap dipindahkan ketanah.

    a. Masa pertumbuhan

    -> Biarkan pohon anggur tumbuh lurus keatas mengikuti tiang ajir untuk membentuk batang primernya, kemudian etelah tingginya 3 m atau diameter sebesar pensil harus segera dipotong diketinggian sama dengan tinggi tiang.
    -> Pemotongan bertujuan untuk membentuk cabang sekunder yang nantinya ketika sudah dipotong akan keluar dari bud/mata tunas batang utama.
    -> Ketika masa pertumbuhan diatas, cabang yang keluar dari ketiak daun akan selalu dibuang supaya pertumbuhanya cepat. Banyaknya cabang sekunder yang dipelihara idealnya tidak lebih dari 4 cabang atau minimal 2 cabang (cordon) Pengaturan cabang sekunder/kedua diarahkan kearah berbeda dan diikat rapi.
    -> Setelah cabang sekunder memiliki diameter pensil harus dipotong untuk merangsang pertumbuhan cabang ketiga/tersier.
    -> Perlakuan ketika memelihara sekunder sama dengan ketika pemeliharaan primer yaitu setiap cabang yang keluar dari ketiak selalu dibuang.
    -> Selanjutnya ketika sekunder sudah dipotong nanti akan keluar tersier dari setiap bud/mata tunas sekunder dan siap dipelihara.
    -> Setelah tersier berdiameter pensil harus dipotong untuk dilakukan ketahap pembuahan dengan perpaduan metode spur & cane.
    -> Jarak setiap cabang tersier tidak terlalu rapat sekitar 1 jengkal.

    b. Perawatan sebelum pangkas dan ketika pembuahan

    -> Pemberian kapur dolomit 2 sendok/pohon untuk stabilisasi ph tanah,
    -> pemberian pupuk SP 36 atau MKP 2 sendok/pohon dan KCL 1 sendok/pohon kemudian dilakukan pengairan.
    -> Stres Air ( selama 2 minggu total tidak dilakukan pengairan dan -+ 1 bulan setelahnya pengairan secara priodik 2 hari 1 x.
    -> Kemudian ketika pohon anggur ditandai dengan daun menguning, ranting berubah warna kecoklatan, pohon anggur sudah siap dipruning/pangkas.
    -> Setelah pemangkasan dilakukan, penyemprotan ZPT/Dormex kemudian tambahkan NPK dan MKP dosis 2 sendok/pohon merata seputar perakaran.
    -> Tunas-tunas baru setelah tumbuh pasca pemangkasan disemprot cairan pupuk kandungan unsur hara mikro
    -> Penyemprotan GA3 bagi yang melakukanya.

    c: Pasca panen
    -> Setelah masa panen segera tambahkan Sp36 dan NPK.
    -> Biarkan pohon induk melalui masa istirahat minimal 1-2 bulan sampai siap dilakukan pemangkasan kembali

    Step ketiga: Tips Pembuahan

    Ada dua teori penting yang perlu diperhatikan tentang pembuahan pohon anggur.

    -> Pembungaan / pembuahan tidak akan optimal kecuali dirangsang (diinduksi).
    -> Tidak terjadi pembungaan dikarenakan kondisi cuaca tidak sesuai dan adanya kandungan zat atau jaringan penghambat dalam pohon yang mesti Kita cegah.

    Dari kedua teori diatas bisa simpulkan bahwa untuk membuat pohon anggur keluar bunga ada beberapa tips yang perlu diperhatikan.

    -> Stres air ( tidak disiram selama beberapa waktu kalau terkendala hujan bisa direkayasa dengan penutupan bagian perakaran dengan mulsa perak dan memperbaiki drainese. Stres air sangat penting karna kondisi kering memacu pertumbuhan generatif jadi untuk mengoptimalkan induksi pembungaan, pertumbuham vegetatif harus ditekan semaksimal mungkin.
    -> Mengatur suhu udara, dalam hal ini bisa dilakukan dengan pemasangam green house.
    -> Stabilisasi Ph tanah supaya tetap diantara 6-7 (pemberian dolomit rutin)
    -> Pemberian nutrisi pupuk makro dan mikro (N,P,K,CA,BORON,ZINC,CU,FE dll.)
    -> Saya sendiri aplikasi pakai NPK, kalium Nitrat (kno3), gandasil D&B. Kcl atau mkp.
    -> Penyemprotan zpt. Hal yang mungkin dilakukan untuk merangsang pembungaan adalah dengan penyemprotan ZPT tujuanya untuk menurunkan enzim proteolitik dan meningkatkan protein yang menunjang terjadinya pembungaan. biasanya saya menggunakan pupuk hantu atau pilih apa saja yang ada ditoko.
    -> Aplikasi teknik girdling.

    Girdling adalah proses menguliti kulit pohon atau cabang yang akan diinduksi pembungaanya selebar 2.5mm tergantung diameter pohonya.
    Keberhasilan girdling dipengaruhi beberapa faktor diantaranya kodisi tanaman, waktu yang tepat saat diaplikasikan & prosedur atau tekniknya.
    Tingkat keberhasilan gridling yaitu pada saat kambium literal aktif dan ketika kulit mudah dikuliti. (sebelum kemarau tiba).

    Sehinga pemberesihan floem & xilem mudah dilakukan tanpa melukai bagian dalam batang.
    Ketika Xilem yang berfungsi untuk mengangkut bahan fotosintesis yang berupa mineral dan air dan floem yang berfungsi untuk mengangkut hasil dari fotosintesis berupa nutrsisi makanan dari daun menuju ke seluruh bagian tumbuhan dihambat dengan proses gridling, maka semua nutrisi akan terfokus dibagian atas pohon anggur karena pertumbuhan vegetatif dan akumulasi karbohidrat dibagian atas akan meningkat.
    Efeknya dapat merangsang dan mempercepat proses pembungaan.

    Disamping itu untuk mengoptimalkan berry size, tingkat brix dan color.
    Untuk memastikan proses pembersihanjaringan floem sempurna, bisa ditunggu sekitar 30 menit kalau masih tersisa segera dibersihkan.
    =================>
    Artikel ini hasil percobaan sendiri dan masih banyak kekurangan, lain waktu akan dishare kembali versi lainya.

    TMA GROUP
    Kang Yadi
    www.tma-group.net

  • Hama & Penyakit Tanaman Anggur

    Sahabat TMA yang baik hati & tidak sombong :D. Semoga beneran.Amin

    Dalam budidaya tanaman tidak terkecuali anggur, pasti Kita dihadapkan dengan berbagai kendala entah serangan hama atau infeksi penyakit yang kadang sulit mencari sulusinya. Liku perjuangan dari mulai menanam cutting/stek tidak sedikit menyita pikiran dan tenaga. Tapi tetap semangat dan berdoa meski hasilnya kadang keluar dari jalur yang diinginkan.

    Edisi kali ini Kita akan sedikit mengenal beberapa penyakit dan hama yang menjadi musuh bubuyutan tanaman anggur.

    Sebelumnya seperti biasa siapkan alat perang, eh tulis, kopi pahit, padud, terutama cemilan jangan terlewatkan :D.

    Back to point…

    • HAMA

    1. Phylloxera Vitifolia
    Hama ini menyerang tanaman anggur di semua umur baik tanaman yang masih bibit maupun yang sudah tua, dan akibat yang ditimbulkannya adalah kering dan mati. Infeksi bagian tanaman yang diserang adalah daun dan akar tanaman secara langsung. Gejala umum yaitu daun terbentuk bisul-bisul kecil sedangkan akar tanamannya membengkak seperti kutil. Letak hama Phylloxera Vitifolia menetap di bawah kulit batang yang terkelupas dan dalam jaringan akar.

    2. Kumbang Apogonia destructor
    Berbentuk kumbang kecil dan warnanya hitam mengkilat. Bagian yang diserang adalah daun anggur saat waktu malam hari dan karakteristik kumbang Apogonia destructor adalah mudah tertarik oleh sinar lampu.

    3. Wereng Daun
    Akibat yang ditimbulkan dari serangan wereng ini adalah menyebabkan daun anggur berbintik putih, kemudian menjadi kuning coklat kemudian gugur.

    4. Kutu Putih
    Akibat yang terlihat dari serangan kutu putih ini adalah dapat menyebabkan pucuk/tunas menjadi kerdil.

    5. Ulat Daun
    Sesuai dengan namanya bagian yang diserang adalah bagian daun yang menjadikan daun anggur sebagai makanannya.

    6. Rayap
    Akibat yang terlihat jika serangan rayap datang saat menggerogoti akar tanaman yang masih muda sehingga membuat jadi layu yang akhirnya akhirnya mati.

    Penanggulangan yaitu dengan menyemprotkan insektisida pada bagian yang terkena hama yang dilakukan secara rutin. Tanya tukang obat :D ‘ sesuai hama yang mau dibasmi.

    • PENYAKIT

    A. (Die-back) adalah terjadinya kematian ranting atau cabang pada tanaman anggur dari bagian ujung atas kemudian meluas kebagian bawah akibat serangan patogen tanaman “Eutypa armeniacae” yang mengakibatkan terjadinya perubahan seperti pada bentuk cabang, ukuran, warna, tekstur dan kwalitas buah. Juga merupakan akibat kandungan air dalam tanah yang tinggi dan miskin unsur Cu (logam)

    Gejala:

    • Terjadi perubahan bentuk dan warna cabang/ranting tidak normal disebabkan etioplas (kurangnya cahaya sinar matahari)mulanya ditandai dengan munculnya getah berwarna kuning mengkilap diujung cabang kemudian keropos, mengering.
    • Curl/keriting, menguning dan kerdil dibagian daun dari cabang yang terinfeksi.
    • Pertumbuhan cabang pembuahan tidak sempurna dan mengakibatkan bunga berguguran atau buah tidak matang dan kurang berkwalitas.

    B. Lichen/lumut kerak sebagai dua organisme komposit yang terdiri dari alga biru/hijau dengan jamur jenis Ascomycotina atau Basidiomycotina yang bisa kita temukan pada kulit, cabang/ ranting pohon anggur,terutama sering terjadi dibeberapa lingkungan yang memiliki cuaca panas extrim,tidak terkecuali Indonesia kalau datang musim kemarau bisa mudah terinfeksi.

    C. Downy Mildew (Jamur)
    Gejalanya fisik yang kelihatan adalah daun kelihatan kuning, di bagian bawah terlihat ada tepung warna putih-kuning. Daun, bunga maupun tandan muda bisa mati bila terkena penyakit ini terutama saat musim penghujan atau kelembaban yang tinggi.

    D. Powdery Mildew

    Gejala fisik yang terlihat adalah pada permukaan daun terdapat bedak tipis putih kelabu. Bagian yang diserang pada tanaman anggur adalah bagian pucuk, bunga dan buah muda bahkan dapat merusak ranting sehingga jadi kerdil dan rusak.

    E. Penyakit busuk hitam

    Akibat yang ditimbulkan dari penyakit busuk hitam ini adalah buah anggur menjadi keriput, busuk dan gugur.

    F. Phakospora Vitis
    Ciri fisik yang terlihat adalah daun bagian bawah tertutup tepung berwarna orange (massa sporanya).

    G. Peronospora

    Bagian yang diserang adalah bagian daun anggur. Jika keadaan udara terlalu lembab, maka jamur ini menyerang daun anggur dan dapat dikenali karena spora berwarna kuning di bawah daun.

    Penanggulangan penyakit secara mekanis dan kimia

    • Menata dan merapihkan ranting tanaman anggur dengan selalu diikat pada kawat rambatan.
    • Menjaga kelembaban sekitar tanaman anggur
    • Membuang ranting tidak produktif dan ranting terinfeksi yang kemudian membakarnya diluar area perkebunan.
    • Penyemprotan pestisida dengan bahan aktif tembaga oksiklorida, (28,5%) /100 liter air dengan jarak semprot 250cm dari tanaman.
    • Penyemprotan fungisida dengan bahan aktif tembaga hidroksida 250 g / 100 liter air.
    • Penyemprotan pestisida dengan bahan aktif Tembaga oksi sulfat (10%) atau belerang dengan kadar 125 g/100liter air.
    • Selalu menjaga kadar air tanah jangan sampai perakaran tanaman anggur tergenang air.
    • Menambahkan sedikit pupuk berunsur Cu (logam) bertujuan untuk pembentukan enzim-enzim dan pemulihan hijau daun (khlorofil)

    Sumber artikel: Kumpulan hasil searcing Mbah Google.

    TMA-Group

     

  • Manfaat Giberrelin GA3 Untuk Anggur.

    Aplikasi Giberrelin GA3 Pada Anggur.

    klik gambar untuk zoom

    Asam Gibberellic (GA3) adalah senyawa alami/hormon tanaman yang disebut gib-berellins. Ada 2 respont pasca aplikasi GA3 pada cluster yaitu:

    Respon Positif:
    a. Biasanya anggur kategory seedless (tanpa biji) memiliki ukuran diameter standar secara alami, namun setelah aplikasi gibrelin sering kali secara dramatis meningkatkan size berry. kenapa ? presumably because they partially substitute for the natural production of gibberellins from seeds.

    b. Aplikasi GA3 pertama pada waktu midbloom/timing bloom tidak hanya bisa meningkatkan ukuran berry namun pada beberapa varietas tertentu bisa mengurangi jumlah butiran buah per/cluster. Waktu optimum untuk aplikasi dalam upaya meningkatkan ukuran buah sering dilakukan pada timing berry berdiameter 4 sampai 12 mm, dengan 1 atau 2 kali semprot/celup.

    c. Aplikasi percobaan GA3 untuk varietas tanpa biji yang sebelumnya belum pernah dilakukan treatment GA3 dengan konsentrasi 40-50 ppm hasilnya cukup efektif, namun kadang hanya 25 ppm yang harus digunakan pada jenis tertentu seperti ‘venesa dan hanya 5 ppm yang dianggap optimal untuk beberapa varietas lainya.

    Respon Negatif:
    a. Aplikasi GA3 juga memiliki efek negatif pada buah anggur, pengaruh terhadap rasa buah, penuruan ketahanan pada musim dingin dan penurunan tingkat kesuburan. Jadi gunakanlah dengan bijaksana dan sesuai aturan.

    b. Regulator pertumbuhan tanaman (PGRs), seperti GA3, diklasifikasikan sebagai pestisida dan mungkin disebagian wilayah tertentu penggunaanya tidak direkomendasikan untuk anggur atau untuk kultivar tertentu.

    c. Memiliki efek pada homeostasis redoks, yang berpotensi menyebabkan kerusakan sel (we found that GA3 application had an effect on redox homeostasis, which could potentially cause cell damage and subsequent seed abortion.)

    Pertanyaanya adalah Kenapa cluster/tandan buah yang terlalu bergerombol sering kali bermasalah dan membuat buah tidak optimal..?

    Karna pada beberapa varietas anggur, ketika set buah yang berlebihan dapat menyebabkan terlalu berdesakan yang berdampak pada buah rentan membusuk dan size tidak serempak. Dengan demikian, kita sering melakukan penjarangan jumlah buah dalam 1 tandan, terutama pada categori table grape. Maka dari itu, penjarangan buah dan aplikasi asam giberelat (GA3), dapat menjadi solusi terbaik untuk mengatasi hal diatas.

    Aplikasi & Dosis:

    Jumlah GA3 yang dibutuhkan untuk optimalisasi size berry tergantung pada varietas dan beberapa faktor lainnya, namun 10 sampai 60 g /H adalah termasuk tingkat dosis pada umumnya. GA3 juga dapat diterapkan 1x atau beberapa kali pada varietas tertentu.

    Waktu aplikasi sangat penting dan juga bervariasi , bagi banyak varietas, aplikasi pertama dilakukan pada awal ketika kondisi bunga mekar (Timing bloom) 50%-90%,  selanjutnya pada timing  size berry, atau ketika diameter buah mencapai sekitar 3-5 mm,6-7mm,4-5mm,8-10mm dan 12-15mm. Telat Aplikasi akan berdampak pada waktu pematangan buah terlambat dan bisa menghambat terhadap penyempurnaan set warna buah.

    Pada Anggur seeded(Berbiji) umumnya aplikasi dengan GA3 sekitar tiga minggu sebelum mekar dengan larutan yang mengandung 1 sampai 10 mg/L, hanya hasilnya akan kurang responsif terhadap perlakuan GA3 dibandingkan varietas seedless. Maka dari itu, penggunaan GA3 terhadap jenis anggur berbiji dengan tujuan untuk meningkatkan ukuran/size buah tidak terlalu banyak dilakukan.

    Adapun untuk anggur seedless (Tanpa biji) pada umumnya berlaku antara 0,5 sampai 20 g / hektar dan jenis seedless lebih toleran terhadap GA3 daripada anggur seeded.

    Berikut table hasil percobaan terhadap anggur jenis  Berbiji jenis Khoyo-Red Globe-Thomson Seedless

    Karna artikel ini hasil terjemahan sealakadarnya dari beberapa sumber, jadi jika ada kesalahan terjemah yang kurang sesuai atau informasi yang terlampir kurang tepat dan tidak sama dengan referensi yang om/tante temukan diartikel berbeda, mohon dikoreksi dan diluruskan.

    NEXT Article:
    -> PGR for improving grape berry color
    -> Forchlorfenuron (CPPU), a synthetic cytokinin

    TMAGROUP

One thought on “Hama & Penyakit Tanaman Anggur

Leave a Reply